Menu

Mode Gelap
Mabes Polri dan Dirjen Imigrasi Tangkap 251 Warga Asing Pelaku Penipuan Online Kisah Vika, Caregiver Asal Ponorogo yang Jadi Penari Tradisional Populer di Taiwan Dialog Multi Pemangku Kepentingan: Membuka Jalan Perekrutan yang Adil dan Etis Menteri Mukhtarudin Gunakan Formula 60:40 Dalam Pelindungan dan Penempatan Pekerja Migran Yuswati, PMI Simpenan Sukabumi Kritis di Abu Dhabi, Keluarga Mohon Bantuan Pemulangan Akibat Ditempatkan Ilegal, Ahli Waris Tidak Dapat Santunan Kematian Rp100 juta

Tokoh

Kang Dul: Sosok yang Menjadi Penggerak Solidaritas PMI di Riyadh

badge-check


					Abdul Aziz Rasman alias Kang Dul | Sumber dokumen pribadi Perbesar

Abdul Aziz Rasman alias Kang Dul | Sumber dokumen pribadi

Abdul Aziz Rasman, atau akrab disapa Kang Dul, lahir di Indramayu pada 8 Oktober. Sejak 13 tahun lalu ia merantau ke Riyadh, Arab Saudi, bekerja sebagai driver antar jemput pelajar Madrasah Enayah. Namun, di balik profesi yang sederhana itu, Kang Dul menjelma menjadi sosok penting bagi komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI). Ia kini dipercaya sebagai manajer Wiralodra Community Saudi Arabia, sebuah wadah yang menyatukan PMI lewat kegiatan sosial, olahraga, dan kebersamaan.

Jejak Pesantren, Prinsip Hidup

Sebelum merantau, Kang Dul pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Miftahul Mutaallimin Babakan Ciwaringin, Cirebon. Dari pesantren itulah ia membawa prinsip hidup yang terus ia pegang teguh: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Prinsip ini bukan sekadar kata-kata, melainkan napas yang menggerakkan setiap langkahnya di tanah rantau.

Tidak Pernah Diam

Kang Dul dikenal sebagai sosok yang “tidak bisa diam.” Ketika mendengar ada PMI yang sakit, ia segera mengajak teman-temannya untuk menjenguk. Selain bernilai ibadah, kehadirannya membuat pasien merasa tidak sendirian, seolah ada keluarga pengganti di negeri orang.

“Kita harus saling jaga, karena di sini kita jauh dari keluarga,” begitu ia selalu mengingatkan.

Menggerakkan Kebersamaan Lewat Olahraga

Selain kepedulian sosial, Kang Dul juga rajin menggerakkan kegiatan positif. Ia membentuk klub futsal PMI di Riyadh, mengorganisir pertandingan, dan menjadikan olahraga sebagai wadah mempererat persaudaraan.

Puncaknya, setiap perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, Kang Dul memastikan suasana tetap semarak. Lapangan bola menjadi arena tawa, sorak, dan rasa bangga yang meneguhkan identitas kebangsaan di tanah rantau.

Sosok Inspiratif di Tanah Rantau

Kang Dul bukan sekadar sopir antar jemput. Ia adalah penggerak solidaritas, penjaga semangat, dan pengikat kebersamaan. Dari Indramayu hingga Riyadh, dari pesantren hingga komunitas migran, ia membuktikan bahwa solidaritas bisa lahir dari hal-hal sederhana: menjenguk teman sakit, mengajak berolahraga, dan merayakan kemerdekaan bersama.

Kang Dul: Sedikit nama banyak cerita. Menebar manfaat bagi sesama!

Baca Lainnya

Kisah Vika, Caregiver Asal Ponorogo yang Jadi Penari Tradisional Populer di Taiwan

8 Mei 2026 - 15:36 WIB

Arnon Hiborang: KILO 188 Diadopsi, Awak Kapal Ikan Lebih Terlindungi di Dalam dan Luar Negeri

3 Mei 2026 - 11:16 WIB

Momen May Day 2026: Tuntutan-Tuntutan Presiden Konfederasi Serikat Buruh

1 Mei 2026 - 17:27 WIB

PBM Banten Sambut Baik Kerja Sama Antara BP3MI dan Polda Banten

30 April 2026 - 17:26 WIB

Sinden Sintren Subang, Jadi Korban Perdagangan Orang Modus Pengantin Pesanan China

28 April 2026 - 18:01 WIB

Trending di Berita