Menu

Mode Gelap
Nur Watirih PMI Indramayu Tewas Oleh Majikan Arab Saudi Ibu Ijah Menduga Anaknya Hanif Diperas Seniornya di Kamboja Siti Hotima PMI Asal Jember Terjebak Eksploitasi di Irak Komnas Perempuan Akan Bedah Concluding Observations PMI Yusri Al Bima Luruskan Skenario Evakuasi PMI di Timur Tengah Suara Marsinah, Suarakan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Tokoh

Kang Dul: Sosok yang Menjadi Penggerak Solidaritas PMI di Riyadh

badge-check


					Abdul Aziz Rasman alias Kang Dul | Sumber dokumen pribadi Perbesar

Abdul Aziz Rasman alias Kang Dul | Sumber dokumen pribadi

Abdul Aziz Rasman, atau akrab disapa Kang Dul, lahir di Indramayu pada 8 Oktober. Sejak 13 tahun lalu ia merantau ke Riyadh, Arab Saudi, bekerja sebagai driver antar jemput pelajar Madrasah Enayah. Namun, di balik profesi yang sederhana itu, Kang Dul menjelma menjadi sosok penting bagi komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI). Ia kini dipercaya sebagai manajer Wiralodra Community Saudi Arabia, sebuah wadah yang menyatukan PMI lewat kegiatan sosial, olahraga, dan kebersamaan.

Jejak Pesantren, Prinsip Hidup

Sebelum merantau, Kang Dul pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Miftahul Mutaallimin Babakan Ciwaringin, Cirebon. Dari pesantren itulah ia membawa prinsip hidup yang terus ia pegang teguh: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Prinsip ini bukan sekadar kata-kata, melainkan napas yang menggerakkan setiap langkahnya di tanah rantau.

Tidak Pernah Diam

Kang Dul dikenal sebagai sosok yang “tidak bisa diam.” Ketika mendengar ada PMI yang sakit, ia segera mengajak teman-temannya untuk menjenguk. Selain bernilai ibadah, kehadirannya membuat pasien merasa tidak sendirian, seolah ada keluarga pengganti di negeri orang.

“Kita harus saling jaga, karena di sini kita jauh dari keluarga,” begitu ia selalu mengingatkan.

Menggerakkan Kebersamaan Lewat Olahraga

Selain kepedulian sosial, Kang Dul juga rajin menggerakkan kegiatan positif. Ia membentuk klub futsal PMI di Riyadh, mengorganisir pertandingan, dan menjadikan olahraga sebagai wadah mempererat persaudaraan.

Puncaknya, setiap perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, Kang Dul memastikan suasana tetap semarak. Lapangan bola menjadi arena tawa, sorak, dan rasa bangga yang meneguhkan identitas kebangsaan di tanah rantau.

Sosok Inspiratif di Tanah Rantau

Kang Dul bukan sekadar sopir antar jemput. Ia adalah penggerak solidaritas, penjaga semangat, dan pengikat kebersamaan. Dari Indramayu hingga Riyadh, dari pesantren hingga komunitas migran, ia membuktikan bahwa solidaritas bisa lahir dari hal-hal sederhana: menjenguk teman sakit, mengajak berolahraga, dan merayakan kemerdekaan bersama.

Kang Dul: Sedikit nama banyak cerita. Menebar manfaat bagi sesama!

Baca Lainnya

PMI Undocumented Bukan Penjahat, Tapi Korban Sistem Migrasi

7 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Indonesia Perlu Pengadilan Khusus untuk Buruh Migran?

27 Februari 2026 - 16:48 WIB

Ketum-FBuminu-Sarbumusi-Ali-Nurdin

Sammi, Pekerja Migran Tangguh dari Cilacap, Sekolahkan Anaknya Hingga ke Pendidikan Tinggi

1 Februari 2026 - 15:51 WIB

Desa Bringinan Jambon Ponorogo Raih Penghargaan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

24 Januari 2026 - 19:23 WIB

Indonesia Anti-Scam Centre Kembalikan Rp161 Miliar Dana Korban Penipuan Digital

23 Januari 2026 - 23:13 WIB

Trending di Berita