Abu Dhabi – Yuswati (41), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Simpenan, Kabupaten Sukabumi, saat ini tengah berjuang melawan kondisi medis kritis di Rumah Sakit Sheikh Shakhbout Medical City (SSMC), Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Demikian hal ini disampaikan oleh anaknya, Siti Yulianingsih (24), pada Rabu, 6 Mei 2026 kepada wartawan di Sukabumi.
Mewakili kedua adiknya, Siti hari ini secara resmi mengajukan surat permohonan pemulangan kepada KBRI Abu Dhabi melalui Kementerian Luar Negeri.
“Alhamdulilah majikannya baik, mau bertanggung jawab untuk memulangkan ibu saya, meskipun hanya sampai Bandara Soetta,” ujarnya
Oleh karenanya, dia juga mengajukan permohonan bantuan kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen-P2MI) untuk memfasilitasi proses pemulangan dari Bandara Soetta ke kampung halaman.
Kronologi Kondisi Kesehatan Yuswati
Diteruskan, berdasarkan informasi dari majikan, awalnya Yuswati ditemukan dalam keadaan tidak sadar setelah jatuh dari tempat tidur. Mengetahui hal tersebut majikan kemudian membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS SSMC pada tanggal 16 April 2026.
Pada saat dibawa ke IGD, kesadarannya menurun dan sempat mengalami kejang. Saat diperiksa, tingkat kesadarannya rendah mencapai Glasgow Coma Scale 7. Matanya tidak bereaksi terhadap cahaya, tekanan darah 150/90 mmHg, namun pernapasan masih stabil. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan CTScan kepala untuk mengetahui penyebab lebih lanjut
Berdasarkan laporan medis, ia didiagnosis mengalami stroke hemoragik akibat pecahnya aneurisma pada arteri karotis interna kanan. Kondisi ini memicu perdarahan luas di otak, termasuk perdarahan subaraknoid dan pergeseran garis tengah otak (midline shift) sebesar 0,6 cm yang mengancam nyawa.
Hingga saat ini, Yuswati masih menjalani perawatan intensif di RS SSMC yang berlokasi di Ghweifat International Highway, Shakhbout City, Abu Dhabi.
Urgensi Evakuasi Medis
Keluarga berharap pemerintah dapat membantu koordinasi teknis evakuasi medis dari Abu Dhabi hingga sampai ke kediaman di Simpenan, Sukabumi. Pendampingan dari pemerintah dinilai sangat krusial guna memastikan seluruh dokumen administrasi dan prosedur medis selama penerbangan internasional terpenuhi.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Atase Ketenagakerjaan KBRI Abu Dhabi, Muhamad Sahrul Murajjab, telah melakukan pemantauan kondisi kesehatan Yuswati di Rumah Sakit SSMC.
Berdasarkan pemantauannya, Rumah Sakit SSMC saat ini melakukan tindakan surgery atau pembedahan. Yaitu prosedur medis yang melibatkan intervensi fisik pada jaringan tubuh untuk mendiagnosis, mengobati, atau memperbaiki kondisi kesehatan.
“Pasien Ibu Yuswati masih dalam perawatan dan tindakan surgery. Ibu Yuswati akan di pulangkan oleh majikan jika sudah ada status fit to travel dari pihak SSMC,” pungkasnya.









