Menu

Mode Gelap
Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

Berita

PBM Banten Sambut Baik Kerja Sama Antara BP3MI dan Polda Banten

badge-check


					H. Maftuh Salim Ketua Persatuan Buruh Migran Banten Perbesar

H. Maftuh Salim Ketua Persatuan Buruh Migran Banten

Banten – Kerja sama antara Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten dalam pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) mendapatkan sambutan dari Ketua Persatuan Buruh Migran Banten, H. Maftuh Salim.

Menurut H. Maftuh, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang berlangsung di Markas Besar Polda Banten pada 22 April 2026 tersebut merupakan indikator baik dalam penegakkan hukum di provinsi ini.

Dia meyakini, kolaborasi kedua instansi ini bukan sekadar formalitas belaka, melainkan bukti nyata adanya keseriusan aparat penegak hukum dan aparat pemerintah dalam menjamin keselamatan dan hak-hak warganya yang bekerja di luar negeri.

“Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh BP3MI Banten dan jajaran kepolisian. Selama ini, tantangan terbesar yang dihadapi pekerja migran adalah maraknya praktik pemberangkatan ilegal dan jaringan perdagangan orang yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat. Dengan adanya kerja sama yang lebih erat ini, harapan kami perlindungan menjadi lebih kuat dan penindakan terhadap pelaku kejahatan bisa berjalan lebih efektif,” ujar H. Maftuh pada 30 April 2026 di kantornya.

Ia juga sepakat dengan pernyataan Kepala BP3MI Banten yang menyebut bahwa masalah ini adalah tanggung jawab bersama. Menurutnya, keterlibatan kepolisian secara langsung dalam penanganan dan pencegahan sangat dibutuhkan untuk memutus mata rantai sindikat yang selama ini merugikan banyak pihak. Rencana pembentukan direktorat khusus yang menangani kasus perempuan, anak, dan perdagangan orang di lingkungan Polda Banten pun dinilainya sebagai langkah yang sangat tepat dan mendesak.

“Ketika penanganan sudah memiliki jalur khusus dan tim yang fokus, tentu penanganan kasus akan lebih cepat dan tuntas. Ini sekaligus menjadi pesan keras bagi para pelaku kejahatan bahwa ruang gerak mereka semakin dipersempit,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, H. Maftuh berharap kerja sama ini tidak berhenti hanya pada kesepakatan tertulis, tetapi benar-benar terimplementasi hingga ke tingkat lapangan dan menjangkau masyarakat luas. Ia juga siap mendukung dan berkolaborasi dalam upaya penyebaran informasi agar warga semakin paham mengenai prosedur pemberangkatan yang aman dan resmi.

Sebelumnya, Kepala BP3MI Banten, Kombes Pol Budi Novijanto, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut konkret dari kesepakatan tingkat nasional.

Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan celah sedikitpun bagi para pelaku tindak pidana perdagangan manusia untuk beroperasi di wilayah hukumnya.

Baca Lainnya

Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang

22 September 2026 - 09:48 WIB

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Trending di Berita