Menu ✖

Mode Gelap
Uang Puluhan Juta Raib, Pegiat PMI Japri Menteri Mukhtarudin Bantu Korban LPK Kitaro Insan Cendikia SPMI Laporkan PT Keluarga Samudera Indonesia ke Bareskrim Polri Terkait Tunggakan Hak Pelaut Migran Jejak Hitam Tentara Bayaran di Rusia: SBPI Sediakan Layanan Loker Resmi ke Rusia Blak-blakan, Menteri Mukhtarudin Bagikan Nomor HP Pribadi: Laporkan P3MI Nakal Langsung ke Saya! Kepada Menteri P2MI Mukhtarudin, Yosa Ketua IMWU Macau Tuntut Pemerintah Akui 8789 PMI di Macau Memanas: Dialog Pasti Ada Solusi di Hong Kong, Diwarnai Ketegangan Antara Ketua IMWU dan Menteri Hukum

Tokoh

Dari Sragen ke Hong Kong, Aini Berjuang Demi Keluarga dan Masa Depan

badge-check


					Potp Aini | Sumber dokumen pribadi Perbesar

Potp Aini | Sumber dokumen pribadi

Di sebuah kios kecil di pasar Tawang Wanggu, Sragen, setiap hari orang tuanya sibuk jualan tahu. Dari sanalah Aini tumbuh. Anak ketiga dari empat bersaudara ini belajar banyak tentang perjuangan hidup. Perjuangan pedagang kecil yang hidup pas-pasan. Dalam benaknya: impian tak akan datang sendiri, tapi harus dijemput dengan keberanian.

Usianya baru 19 tahun saat ia memutuskan pergi merantau. Malaysia menjadi langkah pertama. Dua tahun menjadi Pekerja Rumah Tangga, lalu lanjut ke Taiwan demi satu hal: menyelamatkan ayahnya yang terkena stroke. Seluruh gajinya ia kirimkan untuk pengobatan. Tapi takdir berkata lain—sang ayah berpulang sebelum Aini sempat memeluknya lagi. Luka itu dalam, tapi tak membuatnya patah hati.

Aini terus melangkah. 2005 dia bekerja di Hong Kong, lalu pulang, menikah, dan menjadi ibu. Kehilangan anak pertama membuatnya nyaris runtuh, tapi Tuhan menguatkannya dengan kehadiran anak kedua.

2016 dia kembali ke Hong Kong, kali ini dengan mimpi membangun rumah dan membuka usaha. Dari hasil usahanya itu dia telah membangun rumah dan sebuah usaha depot air minum ia dirikan di tahun 2021. Kini dikelola oleh sang suami. Usaha kecil itu adalah bukti bahwa kerja kerasnya tak pernah sia-sia.

Tahun 2023, Aini kembali ke Hong Kong. Bukan karena lelah hidup, tapi karena masih ada harapan yang ingin ia wujudkan. Ia ingin membuka usaha lagi, agar kelak di hari tua, ia tak hanya punya rumah, tapi juga usaha.

Di hari pahlawan ini,  Aini memang tak pernah berdiri di podium, tak pernah disebut dalam pidato kenegaraan. Tapi setiap langkahnya adalah perjuangan. Ia adalah pahlawan keluarga—yang bertarung demi keutuhan dan kesejahteraan keluarganya.

Baca Lainnya

Jejak Hitam Tentara Bayaran di Rusia: SBPI Sediakan Layanan Loker Resmi ke Rusia

4 November 2026 - 11:14 WIB

Blak-blakan, Menteri Mukhtarudin Bagikan Nomor HP Pribadi: Laporkan P3MI Nakal Langsung ke Saya!

3 November 2026 - 17:15 WIB

Kepada Menteri P2MI Mukhtarudin, Yosa Ketua IMWU Macau Tuntut Pemerintah Akui 8789 PMI di Macau

3 November 2026 - 16:17 WIB

Yosa Wariyanti Ketua UMWU Macau Sampaikan Tuntutan Kepada Menteri P2MI Mukhtarudin

Ketua PCI NU Hong Kong Muhamad Ali Sampaikan 6 Poin Aspirasi Pelindungan PMI Kepada 8 Menteri

3 November 2026 - 11:56 WIB

Angkat Tiga Jari: Dedi Kristanto Aktivis Katolik Hong Kong Bongkar Borok Problem PMI di Depan 8 Menteri

2 November 2026 - 17:45 WIB

Trending di Berita