Menu

Mode Gelap
Mabes Polri dan Dirjen Imigrasi Tangkap 251 Warga Asing Pelaku Penipuan Online Kisah Vika, Caregiver Asal Ponorogo yang Jadi Penari Tradisional Populer di Taiwan Dialog Multi Pemangku Kepentingan: Membuka Jalan Perekrutan yang Adil dan Etis Menteri Mukhtarudin Gunakan Formula 60:40 Dalam Pelindungan dan Penempatan Pekerja Migran Yuswati, PMI Simpenan Sukabumi Kritis di Abu Dhabi, Keluarga Mohon Bantuan Pemulangan Akibat Ditempatkan Ilegal, Ahli Waris Tidak Dapat Santunan Kematian Rp100 juta

Tokoh

Dari Sragen ke Hong Kong, Aini Berjuang Demi Keluarga dan Masa Depan

badge-check


					Potp Aini | Sumber dokumen pribadi Perbesar

Potp Aini | Sumber dokumen pribadi

Di sebuah kios kecil di pasar Tawang Wanggu, Sragen, setiap hari orang tuanya sibuk jualan tahu. Dari sanalah Aini tumbuh. Anak ketiga dari empat bersaudara ini belajar banyak tentang perjuangan hidup. Perjuangan pedagang kecil yang hidup pas-pasan. Dalam benaknya: impian tak akan datang sendiri, tapi harus dijemput dengan keberanian.

Usianya baru 19 tahun saat ia memutuskan pergi merantau. Malaysia menjadi langkah pertama. Dua tahun menjadi Pekerja Rumah Tangga, lalu lanjut ke Taiwan demi satu hal: menyelamatkan ayahnya yang terkena stroke. Seluruh gajinya ia kirimkan untuk pengobatan. Tapi takdir berkata lain—sang ayah berpulang sebelum Aini sempat memeluknya lagi. Luka itu dalam, tapi tak membuatnya patah hati.

Aini terus melangkah. 2005 dia bekerja di Hong Kong, lalu pulang, menikah, dan menjadi ibu. Kehilangan anak pertama membuatnya nyaris runtuh, tapi Tuhan menguatkannya dengan kehadiran anak kedua.

2016 dia kembali ke Hong Kong, kali ini dengan mimpi membangun rumah dan membuka usaha. Dari hasil usahanya itu dia telah membangun rumah dan sebuah usaha depot air minum ia dirikan di tahun 2021. Kini dikelola oleh sang suami. Usaha kecil itu adalah bukti bahwa kerja kerasnya tak pernah sia-sia.

Tahun 2023, Aini kembali ke Hong Kong. Bukan karena lelah hidup, tapi karena masih ada harapan yang ingin ia wujudkan. Ia ingin membuka usaha lagi, agar kelak di hari tua, ia tak hanya punya rumah, tapi juga usaha.

Di hari pahlawan ini,  Aini memang tak pernah berdiri di podium, tak pernah disebut dalam pidato kenegaraan. Tapi setiap langkahnya adalah perjuangan. Ia adalah pahlawan keluarga—yang bertarung demi keutuhan dan kesejahteraan keluarganya.

Baca Lainnya

Kisah Vika, Caregiver Asal Ponorogo yang Jadi Penari Tradisional Populer di Taiwan

8 Mei 2026 - 15:36 WIB

Arnon Hiborang: KILO 188 Diadopsi, Awak Kapal Ikan Lebih Terlindungi di Dalam dan Luar Negeri

3 Mei 2026 - 11:16 WIB

Momen May Day 2026: Tuntutan-Tuntutan Presiden Konfederasi Serikat Buruh

1 Mei 2026 - 17:27 WIB

PBM Banten Sambut Baik Kerja Sama Antara BP3MI dan Polda Banten

30 April 2026 - 17:26 WIB

Tohana, Tolak Tegas Praktik Jual Beli Job Order Pelaut Migran ke Korea Selatan

27 April 2026 - 10:27 WIB

Trending di Berita