Menu

Mode Gelap
Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

Tokoh

Dari Sragen ke Hong Kong, Aini Berjuang Demi Keluarga dan Masa Depan

badge-check


					Potp Aini | Sumber dokumen pribadi Perbesar

Potp Aini | Sumber dokumen pribadi

Di sebuah kios kecil di pasar Tawang Wanggu, Sragen, setiap hari orang tuanya sibuk jualan tahu. Dari sanalah Aini tumbuh. Anak ketiga dari empat bersaudara ini belajar banyak tentang perjuangan hidup. Perjuangan pedagang kecil yang hidup pas-pasan. Dalam benaknya: impian tak akan datang sendiri, tapi harus dijemput dengan keberanian.

Usianya baru 19 tahun saat ia memutuskan pergi merantau. Malaysia menjadi langkah pertama. Dua tahun menjadi Pekerja Rumah Tangga, lalu lanjut ke Taiwan demi satu hal: menyelamatkan ayahnya yang terkena stroke. Seluruh gajinya ia kirimkan untuk pengobatan. Tapi takdir berkata lain—sang ayah berpulang sebelum Aini sempat memeluknya lagi. Luka itu dalam, tapi tak membuatnya patah hati.

Aini terus melangkah. 2005 dia bekerja di Hong Kong, lalu pulang, menikah, dan menjadi ibu. Kehilangan anak pertama membuatnya nyaris runtuh, tapi Tuhan menguatkannya dengan kehadiran anak kedua.

2016 dia kembali ke Hong Kong, kali ini dengan mimpi membangun rumah dan membuka usaha. Dari hasil usahanya itu dia telah membangun rumah dan sebuah usaha depot air minum ia dirikan di tahun 2021. Kini dikelola oleh sang suami. Usaha kecil itu adalah bukti bahwa kerja kerasnya tak pernah sia-sia.

Tahun 2023, Aini kembali ke Hong Kong. Bukan karena lelah hidup, tapi karena masih ada harapan yang ingin ia wujudkan. Ia ingin membuka usaha lagi, agar kelak di hari tua, ia tak hanya punya rumah, tapi juga usaha.

Di hari pahlawan ini,  Aini memang tak pernah berdiri di podium, tak pernah disebut dalam pidato kenegaraan. Tapi setiap langkahnya adalah perjuangan. Ia adalah pahlawan keluarga—yang bertarung demi keutuhan dan kesejahteraan keluarganya.

Baca Lainnya

Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang

22 September 2026 - 09:48 WIB

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

18 September 2026 - 21:54 WIB

Trending di Berita