Menu

Mode Gelap
Banyak LPK Nakal Umbar Janji Loker Luar Negeri, Pemkab Wonosobo Turun Tangan Tim Gabungan Polri Tangkap Leny Agustya Pelaku Penempatan Ilegal ke Kamboja IOM Regional Luncurkan Sistem Peringatan Dini untuk Melindungi Wisatawan dari Perdagangan Manusia Sosok Garis Depan: Suster Laurensia Suharsih dan Asa Mengikis Kejahatan Perdagangan Manusia Langkah Mundur Pelayanan Migran! Aspataki Semprot Kebijakan KP2MI “Satu Akun Satu User” Kawal Aksesi OECD. Jangan Cuma Karpet Merah Investasi, Aksesi OECD Harus Lindungi Hak Buruh

Berita

IOM Regional Luncurkan Sistem Peringatan Dini untuk Melindungi Wisatawan dari Perdagangan Manusia

badge-check


					Among Resi, Kepala Unit Perlindungan dan Tata Kelola Perbatasan IOM Thailand dan Laos Perbesar

Among Resi, Kepala Unit Perlindungan dan Tata Kelola Perbatasan IOM Thailand dan Laos

Bangkok–Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM) resmi meluncurkan sistem peringatan dini berbasis publik guna mencegah tindak pidana perdagangan manusia. Inisiatif ini membekali para pelancong dengan pengetahuan awal untuk mengenali modul perekrutan kerja palsu sebelum mereka menjadi korban.

Dilansir dari laman IOM Thailand, kawasan Asia Tenggara kini menjadi pusat maraknya operasi penipuan berbasis dunia maya (cyberfraud), di mana perdagangan manusia dengan modus pemaksaan kejahatan (forced criminality) menjadi bentuk eksploitasi yang kian masif.

Para korban umumnya dipancing dengan janji pekerjaan bergaji tinggi, sebelum akhirnya disekap dan dipaksa melakukan penipuan di pusat-pusat kejahatan (scam hubs).

Thailand, dengan lokasi geografis yang strategis, jaringan transportasi luas, serta konektivitas tinggi, telah menjadi koridor transit utama yang dimanfaatkan sindikat kriminal transnasional untuk memindahkan korban ke negara-negara tetangga.

“Kesadaran adalah salah satu benteng terkuat dalam mencegah perdagangan manusia,” ujar Among Resi, Kepala Unit Perlindungan dan Tata Kelola Perbatasan IOM Thailand dan Laos pada 30 Juli 2026.

“Dengan menjangkau para pelancong sedini mungkin begitu tiba di Thailand, kami ingin membantu mereka mengidentifikasi indikasi perdagangan orang, mengambil keputusan yang tepat, serta mengetahui ke mana harus mencari bantuan.” jelasnya

Peringatan SMS dan Papan Reklame Digital di Bandara

Inisiatif inovatif ini berpusat pada pengiriman pesan singkat (SMS) otomatis secara langsung begitu pendatang tiba di Thailand:

Peringatan SMS Terintegrasi: Didukung oleh Pemerintah Inggris Raya dan bekerja sama dengan Kepolisian Kerajaan Thailand, Komisi Penyiaran dan Telekomunikasi Nasional, Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia, Airports of Thailand PCL, serta sektor swasta.

Pesan dikirimkan khusus kepada pelancong yang tiba dari negara-negara berisiko tinggi guna memperingatkan mereka tentang tawaran kerja menipu dan menyajikan kontak darurat.

Papan Reklame Digital di Bandara: Ditayangkan di bandara internasional Bangkok atas dukungan Pemerintah Kanada dan Kementerian Tenaga Kerja Thailand.

Layar ini menampilkan imbauan visual yang memapar kebohongan lowongan kerja palsu untuk mendorong deteksi dini.

Among menyampaikan kesan atas terwujudnya proyek ini:

“Saat pertama kali kami memunculkan gagasan sistem peringatan SMS ini, jujur terasa sangat muluk. Namun, melihatnya kini menjadi kenyataan adalah hal yang luar biasa. Ini adalah pengingat bahwa hal besar sering kali berawal dari ide sederhana dan tim yang berani mengambil kesempatan. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memercayai, meluangkan waktu, dan bekerja keras mewujudkan impian ini.” Ungkap Among

Sinergi Lintas Sektor Menghentikan Jaringan Kriminal

Kedua bentuk intervensi ini dirancang untuk menyajikan informasi krusial tepat pada titik-titik awal kedatangan pelancong, sehingga mereka dapat membentengi diri sebelum eksploitasi terjadi.

Pol. Mayjen Danu Klamsum, Komandan Divisi Polisi Pariwisata 1 Thailand, menekankan pentingnya kolaborasi ini:

“Perdagangan manusia untuk kejahatan paksa adalah kejahatan transnasional yang membutuhkan kerja sama lintas sektor yang solid. Melalui pemberian informasi tepat waktu kepada para pelancong, kita dapat mencegah jatuh lebih banyak korban sekaligus memutus mata rantai jaringan kriminal di balik kejahatan ini.”

Melalui kampanye ini, IOM menegaskan kembali komitmennya untuk mendampingi pemerintah dan para mitra dalam memerangi perdagangan manusia lewat empat pilar utama: pencegahan, perlindungan, penuntutan, dan kemitraan. Pendekatan yang berpusat pada korban serta penguatan kerja sama lintas batas menjadi kunci penting dalam meminimalkan risiko bagi migran yang rentan.

Baca Lainnya

Banyak LPK Nakal Umbar Janji Loker Luar Negeri, Pemkab Wonosobo Turun Tangan

1 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Tim Gabungan Polri Tangkap Leny Agustya Pelaku Penempatan Ilegal ke Kamboja

1 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Sosok Garis Depan: Suster Laurensia Suharsih dan Asa Mengikis Kejahatan Perdagangan Manusia

1 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Langkah Mundur Pelayanan Migran! Aspataki Semprot Kebijakan KP2MI “Satu Akun Satu User”

1 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Kawal Aksesi OECD. Jangan Cuma Karpet Merah Investasi, Aksesi OECD Harus Lindungi Hak Buruh

31 Juli 2026 - 16:19 WIB

Trending di Berita