Menu

Mode Gelap
Polisi Korsel, Tetapkan Pelaut Migran Indonesia yang Meninggal Sebagai Korban Trafficking Istilah “Perseorangan” Dalam UU PPMI Dinilai Membingungkan, Harus Direvisi Layanan Visa PMI ke Turki Capai RP6,5 Juta, Garda Prabowo Ancam Demo VFS Global PM Thailand Janji ke Prabowo Percepat Pemulangan 500 WNI Korban Online Scam Garda Prabowo Ancam Demo Kemen P2MI: Buka Layanan PMI ke Arab Saudi, Tutup Penempatan Ilegal Ketum Aspataki, Saiful Mashud: Penempatan PRT ke Arab Saudi Itu Boleh, Tidak Melanggar Hukum

Berita

Uters Dancer Taiwan Sukses Menggelar Kegiatan Formosa Warrior Culture Festival II

badge-check


					Formosa Warrior Culture Festival II | Sumber RTISI Perbesar

Formosa Warrior Culture Festival II | Sumber RTISI

Uters Dancer Taiwan sukses menggelar festival budaya bertema Festival Budaya Pejuang Formosa II atau Formosa Warrior Culture Festival II. Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu, 16 November 2025 dipusatkan di halaman Museum 228.  Hal ini disampaikan oleh Pembina Uters Dancer Tawan Indriati.

Menurut Indri, festival kedua ini mempromosikan kekayaan seni budaya Indonesia di Taiwan melalui cara yang menghibur. Selain itu  menjadi alat pertukaran budaya yang bersifat edukatif dan interaktif dalam rangka menyalurkan minat dan potensi Pekerja Migran Indonesia yang menjadi mahasiswa Universitas Terbuka terhadap warisan budaya Indonesia dan budaya Taiwan.

“Minat Pekerja Migran Indonesia yang menjadi mahasiswa Universitas Terbuka disini cukup tinggi. Hal ini terlihat dari antusiasme mahasiswa dalam berbagai kegiatan budaya sebelumnya yang diselenggarakan secara terbatas.” ujarnya usai kegiatan kemarin sore.

Sementara itu menurut ketua Uters Dancer Taiwan Vika Agustina mengatakan bahwa kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif dari warga lokal. Sehingga terjalin jejaring dan hubungan baik dengan komunitas seni budaya Taiwan.

 

Diteruskan, konsep acaranya dimulai dengan karnaval atau arak-arakan dari Taipei Main Station menujua Museum 228. Peserta karnaval memakai kostum adat istiadat dari Indonesia dan Taiwan, juga negara lainnya seperti Thailand, Filipina, dan Vietnam. Sepanjang karnaval diiringi dengan musik kas dari Indonesia.

Lalu kegiatan dipusatkan di Taman 228 Taipei dengan berbagai pertunjukan fashion show, musik angklung, seni suara dan tari-tarian. Ada tari tradisional Taiwan dan puncaknya diakhiri dengan pertunjukan seni budaya Reog Ponorogo.

Vika merasa bersyukur kegiatan ini mendapatkan perhatian dari para Pekerja Migran dari berbagai negara, juga warga setempat. Dia berharap kegiatan ini dapat berlanjut di tahun depan, dengan melibatkan lebih banyak peserta.

“Saya juga berterima kasih kepada tim Uters Dancer, KDEI, Kementerian Kebudayaan, seuluruh peserta festival yang tidak bisa disebutkan satu-persatu, serta para Pekerja Migran Indonesia dan negara lainnya yang turut meramaikan. Dan mohon maaf atas segala kekurangan,” pungkasnya

Baca Lainnya

Polisi Korsel, Tetapkan Pelaut Migran Indonesia yang Meninggal Sebagai Korban Trafficking

6 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Istilah “Perseorangan” Dalam UU PPMI Dinilai Membingungkan, Harus Direvisi

6 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Layanan Visa PMI ke Turki Capai RP6,5 Juta, Garda Prabowo Ancam Demo VFS Global

5 Agustus 2026 - 16:01 WIB

PM Thailand Janji ke Prabowo Percepat Pemulangan 500 WNI Korban Online Scam

4 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Garda Prabowo Ancam Demo Kemen P2MI: Buka Layanan PMI ke Arab Saudi, Tutup Penempatan Ilegal

4 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Trending di Berita