Menu

Mode Gelap
Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

Berita

Uters Dancer Taiwan Sukses Menggelar Kegiatan Formosa Warrior Culture Festival II

badge-check


					Formosa Warrior Culture Festival II | Sumber RTISI Perbesar

Formosa Warrior Culture Festival II | Sumber RTISI

Uters Dancer Taiwan sukses menggelar festival budaya bertema Festival Budaya Pejuang Formosa II atau Formosa Warrior Culture Festival II. Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu, 16 November 2025 dipusatkan di halaman Museum 228.  Hal ini disampaikan oleh Pembina Uters Dancer Tawan Indriati.

Menurut Indri, festival kedua ini mempromosikan kekayaan seni budaya Indonesia di Taiwan melalui cara yang menghibur. Selain itu  menjadi alat pertukaran budaya yang bersifat edukatif dan interaktif dalam rangka menyalurkan minat dan potensi Pekerja Migran Indonesia yang menjadi mahasiswa Universitas Terbuka terhadap warisan budaya Indonesia dan budaya Taiwan.

“Minat Pekerja Migran Indonesia yang menjadi mahasiswa Universitas Terbuka disini cukup tinggi. Hal ini terlihat dari antusiasme mahasiswa dalam berbagai kegiatan budaya sebelumnya yang diselenggarakan secara terbatas.” ujarnya usai kegiatan kemarin sore.

Sementara itu menurut ketua Uters Dancer Taiwan Vika Agustina mengatakan bahwa kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif dari warga lokal. Sehingga terjalin jejaring dan hubungan baik dengan komunitas seni budaya Taiwan.

 

Diteruskan, konsep acaranya dimulai dengan karnaval atau arak-arakan dari Taipei Main Station menujua Museum 228. Peserta karnaval memakai kostum adat istiadat dari Indonesia dan Taiwan, juga negara lainnya seperti Thailand, Filipina, dan Vietnam. Sepanjang karnaval diiringi dengan musik kas dari Indonesia.

Lalu kegiatan dipusatkan di Taman 228 Taipei dengan berbagai pertunjukan fashion show, musik angklung, seni suara dan tari-tarian. Ada tari tradisional Taiwan dan puncaknya diakhiri dengan pertunjukan seni budaya Reog Ponorogo.

Vika merasa bersyukur kegiatan ini mendapatkan perhatian dari para Pekerja Migran dari berbagai negara, juga warga setempat. Dia berharap kegiatan ini dapat berlanjut di tahun depan, dengan melibatkan lebih banyak peserta.

“Saya juga berterima kasih kepada tim Uters Dancer, KDEI, Kementerian Kebudayaan, seuluruh peserta festival yang tidak bisa disebutkan satu-persatu, serta para Pekerja Migran Indonesia dan negara lainnya yang turut meramaikan. Dan mohon maaf atas segala kekurangan,” pungkasnya

Baca Lainnya

Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang

22 September 2026 - 09:48 WIB

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Trending di Berita