Menu

Mode Gelap
Semarak HUT RI ke 81 di Laut Merah: WNI dan PMI di Jeddah Kibarkan Merah Putih di Atas Kapal Yacht Klaim Pemkab Purwakarta Soal Pemulangan PMI Disentil: Paryanto, Dunia Maya Ini Juga Panggung Sandiwara Pesan Mengharukan dari Malaysia: “Cukup Mbak yang Susah, Kamu Fokus Kuliah dan Bawa Toga ke Rumah” Moratorium Dinilai Gagal, Ketum Perpemindo Desak Pemerintah Segera Buka Penempatan PMI ke Arab Saudi AP2I Kawal Santunan Asuransi Rp1,5 Miliar untuk Ahli Waris Pelaut Tegal yang Hilang di Perairan Korea Selatan Imam Syafi’i: Terkait Pengesahan Perjanjian Kerja Laut, Permen P2MI 3/2026 Menyimpang dari PP 22/2022

Berita

Momentum Hari Migran Internasional, KP2MI Mulai Tempatkan Pekerja Migran Terampil

badge-check


					Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia | Sumber KP2MI Perbesar

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia | Sumber KP2MI

Dalam rangkan mempercepat program SMK Go Global, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mengadakan rapat dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Jakarta, pada Selasa, 18 November 2025.

Pada rapat terbatas tersebut, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ingin mematangkan roadmap program SMK Go Global untuk menjawab persoalan tingginya jumlah lulusan SMK yang menganggur sebanyak 1,63 juta, tidak bekerja dan tidak kuliah.

Sementera pemerintah masih menghadapi keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri yang belum mampu menyerap lulusan SMK secara masif.

Menurut Cak Imin, program SMK Go Global akan menargetkan penempatan 1 juta lulusan SMK ke luar negeri pada 2026 sebagai tenaga kerja profesional global. Mereka akan difokuskan pada tiga sektor prioritas yaitu: caregiver, welder, dan hospitality sesuai kebutuhan pasar global di negara tujuan utama: Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, dan Uni Emirat Arab.

Diteruskan, Bapak Presiden Prabowo Subianto sangat jelas akan menambahkan anggaran Rp25–30 triliun untuk memperkuat pendidikan vokasi dan penempatan tenaga kerja terampil ke luar negeri.

Sementara itu Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan bahwa secara teknis telah memiliki peta peluang penempatan secara lengkap dan sudah ada 4.600 calon pekerja migran yang terdata.

“Kami yang punya data, negara mana, berapa kuota, sektor apa, kompetensi seperti apa. Kami koordinasikan dengan Balai Latihan Kerja, lembaga vokasi pusat dan daerah, serta kampus-kampus yang punya orientasi internasional.” katanya.

Lebih lanjut Mukhtarudin menjelaskan bahwa kick off program SMK Go Global ini akan dimulai pada Desember 2025 bertepatan dengan Hari Migran Internasional.

“Program ini baru dijalankan dengan anggaran internal dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) sebesar Rp1 miliar, sehingga kapasitas penempatan masih kecil. Tahap pertama SMK Go Global adalah 500 orang. Tahun 2026 baru kita gaspol 500 ribu sesuai target besar yang dicanangkan Pemerintah Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.

Melalui program ini pemerintah ingin mengubah paradigma lama yang memandang Pekerja Migran Indonesia (PMI) akan menjadi pekerja kasar seperti pekerja rumah tangga di luar negeri. Pemerintah kini fokus untuk mengirim PMI dengan keterampilan menengah hingga tinggi.

Mukhtarudin menegaskan jika peluang menjadi PMI sangat luas, dari sektor penerbangan hingga teknologi, tetapi belum optimal untuk dipenuhi Calon Pekerja Migran Indonesia. Berdasarkan datanya ada 352.000 kebutuhan PMI yang tersedia di luar negeri, sedangkan PMI baru mampu mengisi 19 persen.

Baca Lainnya

Semarak HUT RI ke 81 di Laut Merah: WNI dan PMI di Jeddah Kibarkan Merah Putih di Atas Kapal Yacht

16 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Klaim Pemkab Purwakarta Soal Pemulangan PMI Disentil: Paryanto, Dunia Maya Ini Juga Panggung Sandiwara

15 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Pesan Mengharukan dari Malaysia: “Cukup Mbak yang Susah, Kamu Fokus Kuliah dan Bawa Toga ke Rumah”

15 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Moratorium Dinilai Gagal, Ketum Perpemindo Desak Pemerintah Segera Buka Penempatan PMI ke Arab Saudi

14 Agustus 2026 - 18:41 WIB

AP2I Kawal Santunan Asuransi Rp1,5 Miliar untuk Ahli Waris Pelaut Tegal yang Hilang di Perairan Korea Selatan

14 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Trending di Berita