Menu

Mode Gelap
Mabes Polri dan Dirjen Imigrasi Tangkap 251 Warga Asing Pelaku Penipuan Online Kisah Vika, Caregiver Asal Ponorogo yang Jadi Penari Tradisional Populer di Taiwan Dialog Multi Pemangku Kepentingan: Membuka Jalan Perekrutan yang Adil dan Etis Menteri Mukhtarudin Gunakan Formula 60:40 Dalam Pelindungan dan Penempatan Pekerja Migran Yuswati, PMI Simpenan Sukabumi Kritis di Abu Dhabi, Keluarga Mohon Bantuan Pemulangan Akibat Ditempatkan Ilegal, Ahli Waris Tidak Dapat Santunan Kematian Rp100 juta

Berita

Menteri P2MI Sebut Pekerja Migran Indonesia Sebagai Pejuang Devisa, Bukan Pahlawan

badge-check


					Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Drs Mukhtarudin Perbesar

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Drs Mukhtarudin

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Drs Mukhtarudin menjuluki Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan ‘Pejuang Devisa’ bukan ‘Pahlawan Devisa’.

“Pekerja migran ini saya sebut sebagai ‘Pejuang Devisa’, karena dia masih berjuang,” ujarnya pada saat lounching Buku Saku Literasi Keuangan untuk Pekerja Migran Indonesia di Jakarta, Senin 10/11/2025.

Menurut Mukhtarudin, dirinya tidak menyebut PMI sebagai pahlawan karena istilah pahlawan identik dengan sosok yang telah wafat.

Oleh karenanya ia menjulukinya sebagai “Pejuang Devisa”. Perjuangannya tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga bagi negara. Sehingga berkontribusi pada kemajuan ekonomi nasional.

“Kontribusi PMI sebagai Pejuang Devisa akan menjadi pilar utama kemajuan bangsa, termasuk dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” katanya.

Dijelaskan, berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), sejak 2024 hingga November 2025, jumlah penempatan PMI telah mencapai 534 ribu, menghasilkan remitansi sebesar Rp253,9 triliun.

Sementara, untuk tahun 2025, jumlah penempatan PMI mencapai 233 ribu dan menghasilkan remitansi sebesar Rp136 triliun.

Diteruskan, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), remitansi PMI berkontribusi sekitar 1% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, menjadikannya salah satu sumber devisa nonmigas yang paling stabil.

Mukhtaridin, ingin mengejar remitansi Pekerja Migran Filipina, yang mencapai Rp600 triliun di tahun 2024. Angka ini berkontribusi 30% dari total PDB nasional Filipina.

Untuk itu pemerintah tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp8 triliun – Rp15 triliun pada tahun 2026 dialokasikan untuk membiayai pelatihan bagi 500 ribu calon Pekerja Migran Indonesia.

Program tersebut akan diintegrasikan dengan pendidikan vokasi nasional dan kelas migran di berbagai lembaga pendidikan tinggi seperti Unhas dan Pasim Bandung, guna mencetak Pekerja Migran Indonesia yang unggul, profesional, dan berdaya saing global.

Baca Lainnya

Mabes Polri dan Dirjen Imigrasi Tangkap 251 Warga Asing Pelaku Penipuan Online

9 Mei 2026 - 15:15 WIB

Kisah Vika, Caregiver Asal Ponorogo yang Jadi Penari Tradisional Populer di Taiwan

8 Mei 2026 - 15:36 WIB

Dialog Multi Pemangku Kepentingan: Membuka Jalan Perekrutan yang Adil dan Etis

7 Mei 2026 - 21:45 WIB

Menteri Mukhtarudin Gunakan Formula 60:40 Dalam Pelindungan dan Penempatan Pekerja Migran

7 Mei 2026 - 19:53 WIB

Yuswati, PMI Simpenan Sukabumi Kritis di Abu Dhabi, Keluarga Mohon Bantuan Pemulangan

6 Mei 2026 - 14:55 WIB

Trending di Abu Dhabi UEA