Menu ✖

Mode Gelap
Uang Puluhan Juta Raib, Pegiat PMI Japri Menteri Mukhtarudin Bantu Korban LPK Kitaro Insan Cendikia SPMI Laporkan PT Keluarga Samudera Indonesia ke Bareskrim Polri Terkait Tunggakan Hak Pelaut Migran Jejak Hitam Tentara Bayaran di Rusia: SBPI Sediakan Layanan Loker Resmi ke Rusia Blak-blakan, Menteri Mukhtarudin Bagikan Nomor HP Pribadi: Laporkan P3MI Nakal Langsung ke Saya! Kepada Menteri P2MI Mukhtarudin, Yosa Ketua IMWU Macau Tuntut Pemerintah Akui 8789 PMI di Macau Memanas: Dialog Pasti Ada Solusi di Hong Kong, Diwarnai Ketegangan Antara Ketua IMWU dan Menteri Hukum

Berita

Menteri P2MI Sebut Pekerja Migran Indonesia Sebagai Pejuang Devisa, Bukan Pahlawan

badge-check


					Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Drs Mukhtarudin Perbesar

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Drs Mukhtarudin

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Drs Mukhtarudin menjuluki Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan ‘Pejuang Devisa’ bukan ‘Pahlawan Devisa’.

“Pekerja migran ini saya sebut sebagai ‘Pejuang Devisa’, karena dia masih berjuang,” ujarnya pada saat lounching Buku Saku Literasi Keuangan untuk Pekerja Migran Indonesia di Jakarta, Senin 10/11/2025.

Menurut Mukhtarudin, dirinya tidak menyebut PMI sebagai pahlawan karena istilah pahlawan identik dengan sosok yang telah wafat.

Oleh karenanya ia menjulukinya sebagai “Pejuang Devisa”. Perjuangannya tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga bagi negara. Sehingga berkontribusi pada kemajuan ekonomi nasional.

“Kontribusi PMI sebagai Pejuang Devisa akan menjadi pilar utama kemajuan bangsa, termasuk dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” katanya.

Dijelaskan, berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), sejak 2024 hingga November 2025, jumlah penempatan PMI telah mencapai 534 ribu, menghasilkan remitansi sebesar Rp253,9 triliun.

Sementara, untuk tahun 2025, jumlah penempatan PMI mencapai 233 ribu dan menghasilkan remitansi sebesar Rp136 triliun.

Diteruskan, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), remitansi PMI berkontribusi sekitar 1% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, menjadikannya salah satu sumber devisa nonmigas yang paling stabil.

Mukhtaridin, ingin mengejar remitansi Pekerja Migran Filipina, yang mencapai Rp600 triliun di tahun 2024. Angka ini berkontribusi 30% dari total PDB nasional Filipina.

Untuk itu pemerintah tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp8 triliun – Rp15 triliun pada tahun 2026 dialokasikan untuk membiayai pelatihan bagi 500 ribu calon Pekerja Migran Indonesia.

Program tersebut akan diintegrasikan dengan pendidikan vokasi nasional dan kelas migran di berbagai lembaga pendidikan tinggi seperti Unhas dan Pasim Bandung, guna mencetak Pekerja Migran Indonesia yang unggul, profesional, dan berdaya saing global.

Baca Lainnya

Uang Puluhan Juta Raib, Pegiat PMI Japri Menteri Mukhtarudin Bantu Korban LPK Kitaro Insan Cendikia

6 November 2026 - 20:18 WIB

SPMI Laporkan PT Keluarga Samudera Indonesia ke Bareskrim Polri Terkait Tunggakan Hak Pelaut Migran

4 November 2026 - 13:20 WIB

Jejak Hitam Tentara Bayaran di Rusia: SBPI Sediakan Layanan Loker Resmi ke Rusia

4 November 2026 - 11:14 WIB

Blak-blakan, Menteri Mukhtarudin Bagikan Nomor HP Pribadi: Laporkan P3MI Nakal Langsung ke Saya!

3 November 2026 - 17:15 WIB

Memanas: Dialog Pasti Ada Solusi di Hong Kong, Diwarnai Ketegangan Antara Ketua IMWU dan Menteri Hukum

3 November 2026 - 14:17 WIB

Trending di Berita