Menu

Mode Gelap
Nur Watirih PMI Indramayu Tewas Oleh Majikan Arab Saudi Ibu Ijah Menduga Anaknya Hanif Diperas Seniornya di Kamboja Siti Hotima PMI Asal Jember Terjebak Eksploitasi di Irak Komnas Perempuan Akan Bedah Concluding Observations PMI Yusri Al Bima Luruskan Skenario Evakuasi PMI di Timur Tengah Suara Marsinah, Suarakan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Berita

Janjikan Kerja di Arab Saudi, Hj Umroh Diduga Tipu 41 Calon Pekerja Migran Asal Tangerang

badge-check


					Janjikan Kerja di Arab Saudi, Hj Umroh Diduga Tipu 41 Calon Pekerja Migran Asal Tangerang Perbesar

Hj Umroh warga Desa Susukan Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang Provinsi Banten, diduga telah menipu 41 Calon Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Tangerang. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Excecutive Committee Persatuan Buruh Migran Provinsi Banten H, Maftuhi, usai menerima pengaduan dari para korban (19/10/2025).

Berdasarkan cerita dari para korban, sebelumnya Hj Umroh telah menjanjikan bisa mempekerjakan Calon Pekerja Migran Indonesia ke Arab Saudi untuk bekerja di perusahaan catering. Caranya dengan jalan Umroh. Setelah sampai di Arab Saudi lalu disalurkan ke perusahaan catering.   

Lalu pada saat berproses, Hj Umroh memungut biaya penempatan dari calon Pekerja Migran asal Tangerang. Para Calon Pekerja Migran Intdonesia itu telah membayar dengan jumlah yang beragam mulai dari sebesar Rp 5 sampai Rp19 juta. Total uang yang telah dipungut sebanyak Rp 470 juta.

Namun setelah satu tahun berproses, para Calon Pekerja Migran asal Tangerang tersebut merasa tidak ada kepastian keberangkatan. Sejak saat itu para Calon Pekerja Migran asal Tangerang mulai tidak percaya.

“Kami pernah memaksa Hj Umroh untuk membuat surat pernyataan pengembalian uang di kantor Desa Tamiang Kecamatan Gunung Kaler Tangerang. Hj Umroh pda saat itu berjanji akan mengembalikan,” kata Ahmad Halimi salah satu dari 41 korban.

Dalam surat pernyataan tersebut, Hj Umroh berjanji akan mencicil dalam dua kali pembayaran. Cicilan pertama akan dibayar sebesar 50%.  Tempo pembayarannya dua minggu. Sementara sisanya akan dibuat kesepakatan lagi.

Diteruskan, sebelumnya para korban juga pernah ingin menyita rumahnya untuk kemudian dijual. Tetapi berdasarkan keterangan masyarakat, rumah tersebut masih rumah warisan yang belum dibagi kepada para ahli warisnya.

“Ditaksir harga rumahnya sekitar Rp 160 juta, meskipun masih ada kekurangan sekitar Rp 310 juta, lumayan ada pengembalian,” jelasnya.

Keberadaan Hj Umroh saat ini tidak jelas, beberapa dari korban pernah mendatangai rumahnya. Namun rumahnya selalu terkunci. Diduga Hj Umroh sudah kabur entah kemana. Sebagian informasi mengatakan Hj Umroh kadang-kadang masih pulang secara sembunyi-sembunyi.

Menyikapi hal tersebut, Persatuan Buruh Migran Banten akan melayangkan surat teguran atau somasi kepada Hj, Umroh. Tujuannya untuk memberi kesempatan untuk memehi tuntutan para korban.

Berdasarkan peristiwa tersebut, Ketua Persatuan Buruh Migran Banten H. Maftuhi menyimpulkan jika masyarakat Provinsi Banten masih banyak yang belum mengerti bagaimana tata cara bekerja ke luar negeru sebagai Pekerja Migran. Sehingga Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Banten harus menyosialisasikan penempatan posedural ke masyarakat.

Baca Lainnya

Nur Watirih PMI Indramayu Tewas Oleh Majikan Arab Saudi

11 Maret 2026 - 21:06 WIB

Ibu Ijah Menduga Anaknya Hanif Diperas Seniornya di Kamboja

11 Maret 2026 - 20:13 WIB

Ibu Ijah Nurjanah menunjukkan foto anaknya yang terjebak di Kamboja.

Siti Hotima PMI Asal Jember Terjebak Eksploitasi di Irak

10 Maret 2026 - 19:02 WIB

Komnas Perempuan Akan Bedah Concluding Observations PMI

9 Maret 2026 - 15:26 WIB

Yusri Al Bima Luruskan Skenario Evakuasi PMI di Timur Tengah

8 Maret 2026 - 12:20 WIB

Trending di Berita