Menu

Mode Gelap
PSP Indonesia dan IOJI Kembangkan Aplikasi IKAN untuk Perlindungan Pelaut Awak Kapal Migran Takjub, Mantan Pekerja Migran Indonesia, Nining Djohar, Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum di Unisba PBM Apresiasi Imigrasi Depok. Batalkan Penerbitan Paspor Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan Darurat, Terlantar 3 Minggu di Fiji, 7 Awak Kapal Migran Indonesia Kehabisan Makanan dan Air Bersih Roland Kamal: Menangkap Peluang Emas Saudi Vision 2030 Tanpa Menomorduakan Pelindungan PMI Dua Dekade Mengabdi, Indonesian Family Network Terima Penghargaan Pekerja Migran Teladan 2026

Berita

Jangan Nunggu Boncos! KP2MI Ungkap 6 Modus Kejahatan Finansial di Hong Kong

badge-check


					Liburan Pekerja Migran Indonesia di Victoria Park Hong Kong Perbesar

Liburan Pekerja Migran Indonesia di Victoria Park Hong Kong

Melalui laman Facebooknya hari ini (5/11/2025), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) merilis 6 modus kejahatan finansial yang mengincar Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong.

Oleh kerenanya, KP2MI mengimbau agar para PMI mengenali modus-modus kejahatan tersebut.

Menurut KP2MI, ada 6 modus yang dilakukan oleh pelaku kejahatan keuangan yang bisa menguras rekening para PMI sampai boncos, yaitu:

  1. Modus Rekening titipan. Praktiknya PMI diminta membuka atau meminjamkan rekening pribadi untuk menampung dana. Pemiliknya dapat ikut terseret hukum, karena penampungan dana tersebut bisa dikategorikan sebagai rekening hasil kejahatan.
  2. Modus Investasi Cepat Untung. Praktiknya pelaku menawarkan investasi daring (online) tanpa izin resmi. Jika PMI tergiur dengan modus ini, maka dana PMI dapat digunakan untuk mencuci uang lintas negara. Waspadai iklan seperti ini, “Gabung trading emas/crypto dijamin untung besar!”
  3. Modus Pekerjaan Sampingan dengan Bayaran Tinggi. Praktiknya PMI disuruh mentransfer uang ke rekening tertentu atau menarik dana untuk dikirim ulang. Melalui modus ini, PMI bisa dikategorikan sebagai pelaku money mule atau kurir uang ilegal. Aturan di Hong Kong sangat berat dalam tindak pidana money mule.
  4. Modus Permintaan Data Pribadi. Praktiknya pelaku mengaku dari lembaga keuangan, padahal itu semua hanyalah fiktif. Risikonya, data pribadi tersebut digunakan untuk membuka rekening ilegal atas nama PMI tanpa disadarinya.
  5. Modus Aplikasi Kirim Uang Tidak Resmi. Praktiknya beberapa aplikasi tak berizin di Hong Kong menawarkan biaya transfer dengan harga rendah. Padahal jalur tersebut bisa dipakai untuk menyamarkan hasil kejahatan.
  6. Modus Jual Rekening dan Data Diri. Sebagian PMI tergiur imbalan lalu menjual rekening atau data pribadinya. Modus ini berisiko, karena rekening itu digunakan untuk menampung dana hasil kejahatan seperti penipuan, pemerasa, atau narkotika. Uang cepat bisa berubah jadi masalah hukum panjang!

Ingat-ingat ya, kalau kamu sedang ada dalam situasi modus seperti diatas, segera sadari sebelum mengalami kerugian yang lebih banyak.

Baca Lainnya

PSP Indonesia dan IOJI Kembangkan Aplikasi IKAN untuk Perlindungan Pelaut Awak Kapal Migran

26 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Takjub, Mantan Pekerja Migran Indonesia, Nining Djohar, Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum di Unisba

26 Agustus 2026 - 11:47 WIB

PBM Apresiasi Imigrasi Depok. Batalkan Penerbitan Paspor Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan

26 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Darurat, Terlantar 3 Minggu di Fiji, 7 Awak Kapal Migran Indonesia Kehabisan Makanan dan Air Bersih

25 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Roland Kamal: Menangkap Peluang Emas Saudi Vision 2030 Tanpa Menomorduakan Pelindungan PMI

24 Agustus 2026 - 16:54 WIB

Trending di Arab Saudi