Menu

Mode Gelap
PSP Indonesia dan IOJI Kembangkan Aplikasi IKAN untuk Perlindungan Pelaut Awak Kapal Migran Takjub, Mantan Pekerja Migran Indonesia, Nining Djohar, Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum di Unisba PBM Apresiasi Imigrasi Depok. Batalkan Penerbitan Paspor Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan Darurat, Terlantar 3 Minggu di Fiji, 7 Awak Kapal Migran Indonesia Kehabisan Makanan dan Air Bersih Roland Kamal: Menangkap Peluang Emas Saudi Vision 2030 Tanpa Menomorduakan Pelindungan PMI Dua Dekade Mengabdi, Indonesian Family Network Terima Penghargaan Pekerja Migran Teladan 2026

Berita

Suryanti Gani Protes KP2MI, Kenapa Sektor Rumah Tangga Tidak Dapat Alokasi Anggaran 8 Triliun

badge-check


					Ketua Persatuan Buruh Migran Sulsel Suryanti Gani Perbesar

Ketua Persatuan Buruh Migran Sulsel Suryanti Gani

Pada 23 Oktober 2025 lalu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menyatakan akan memimpin program pelatihan untuk 500 ribu calon tenaga kerja migran di bidang tukang las (welder), pramusaji (hospitality), perawat dan sektor-sektor pekerja terampil (skills worker) lainnya dengan anggaran sebesar Rp 8 triliun.

Menaggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Buruh Migran Provinsi Sulawesi Selatan Suryanti Gani mengapresiasi pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang sangat besar bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Anggaran Rp8 triliun mungkin anggaran terbesar sepanjang sejarah Pekerja Migran Indonesia, namun kenapa sektor rumah tangga tidak diberikan, padahal sektor ini paling besar hingga saat ini,” ujarnya pada 31 Oktober 2025.

Menurut mantan PMI Yordania ini, jasa PMI sektor rumah tangga kepada negara ini sangat besar. Sebagai pendulang devisa (alat pembayaran luar negeri) terbesar kedua setelah migas, tapi kenapa pemerintah memberikan anggarannya untuk melatih sektor yang lain.

Seharusnya cara berpikir pemerintah itu, mendahulukan yang sudah berjasa, dan membantu yang masih wacana. Menurutnya cara berpikir tersebut tidak adil dan diskriminatif.

“Sektor yang sudah jelas jangan diganggu, yang masih wacana boleh dibantu,” terangnya.

Lebih lanjut dia berargumen jika pemerintah malu karena sektor rumah tangga banyak masalah, maka tingkatkan pelindungannya dengan cara ditingkatkan keterampilannya sebelum bekerja.

“Saya yakin jika sektor dumah tangga dididik dilatih sehingga menjadi calon pekerja migran yang terampil, di luar negeri tidak akan mengalami masalah,” tegasnya

Sebelumnya Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Muhktarudin mengatakan akan berperan sebagai leading sektor dalam program penyiapan tenaga kerja terampil ke luar negeri, bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, lembaga vokasi milik pemerintah (pusat dan daerah),  perguruan tinggi dan lembaga vokasi swasta, untuk menyiapkan tenaga kerja yang dilatih, dengan pendekatan terintegrasi yaitu, pelatihan, sertifikasi/kompetensi dan penempatan.

Dengan program tersebut, dia berkomitmen untuk menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas dan siap bersaing di kancah internasional.

 

Baca Lainnya

PSP Indonesia dan IOJI Kembangkan Aplikasi IKAN untuk Perlindungan Pelaut Awak Kapal Migran

26 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Takjub, Mantan Pekerja Migran Indonesia, Nining Djohar, Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum di Unisba

26 Agustus 2026 - 11:47 WIB

PBM Apresiasi Imigrasi Depok. Batalkan Penerbitan Paspor Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan

26 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Darurat, Terlantar 3 Minggu di Fiji, 7 Awak Kapal Migran Indonesia Kehabisan Makanan dan Air Bersih

25 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Roland Kamal: Menangkap Peluang Emas Saudi Vision 2030 Tanpa Menomorduakan Pelindungan PMI

24 Agustus 2026 - 16:54 WIB

Trending di Arab Saudi