Menu ✖

Mode Gelap
Judy Houyai, Kegiatan Pasti Ada Solusi Bersama 8 Kementerian di Hong Kong Dinilai Edan dan Gila Antara Kerakusan Agensi, Panggung Sandiwara Sosial, dan Realitas Pahlawan Devisa Ditempatkan Secara Ilegal ke Dubai, Keluarga Almarhumah Dede Nuraeni Gagal Dapatkan Santunan Rp85 Juta Sakit Parah di Kuching Malaysia, Sumiyati, PMI Asal Karawang Dipulangkan ke Pontianak Kalbar Kementerian Tenaga Kerja Taiwan Guyur Rp1 Triliun Atasi Krisis Perawat Migran Kaburan Kisah Apri, Gagal Sebagai Awak Kapal Ikan Migran, Kini Sukses Bisnis Travel Pariwisata di Malang

Berita

Suryanti Gani Protes KP2MI, Kenapa Sektor Rumah Tangga Tidak Dapat Alokasi Anggaran 8 Triliun

badge-check


					Ketua Persatuan Buruh Migran Sulsel Suryanti Gani Perbesar

Ketua Persatuan Buruh Migran Sulsel Suryanti Gani

Pada 23 Oktober 2025 lalu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menyatakan akan memimpin program pelatihan untuk 500 ribu calon tenaga kerja migran di bidang tukang las (welder), pramusaji (hospitality), perawat dan sektor-sektor pekerja terampil (skills worker) lainnya dengan anggaran sebesar Rp 8 triliun.

Menaggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Buruh Migran Provinsi Sulawesi Selatan Suryanti Gani mengapresiasi pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang sangat besar bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Anggaran Rp8 triliun mungkin anggaran terbesar sepanjang sejarah Pekerja Migran Indonesia, namun kenapa sektor rumah tangga tidak diberikan, padahal sektor ini paling besar hingga saat ini,” ujarnya pada 31 Oktober 2025.

Menurut mantan PMI Yordania ini, jasa PMI sektor rumah tangga kepada negara ini sangat besar. Sebagai pendulang devisa (alat pembayaran luar negeri) terbesar kedua setelah migas, tapi kenapa pemerintah memberikan anggarannya untuk melatih sektor yang lain.

Seharusnya cara berpikir pemerintah itu, mendahulukan yang sudah berjasa, dan membantu yang masih wacana. Menurutnya cara berpikir tersebut tidak adil dan diskriminatif.

“Sektor yang sudah jelas jangan diganggu, yang masih wacana boleh dibantu,” terangnya.

Lebih lanjut dia berargumen jika pemerintah malu karena sektor rumah tangga banyak masalah, maka tingkatkan pelindungannya dengan cara ditingkatkan keterampilannya sebelum bekerja.

“Saya yakin jika sektor dumah tangga dididik dilatih sehingga menjadi calon pekerja migran yang terampil, di luar negeri tidak akan mengalami masalah,” tegasnya

Sebelumnya Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Muhktarudin mengatakan akan berperan sebagai leading sektor dalam program penyiapan tenaga kerja terampil ke luar negeri, bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, lembaga vokasi milik pemerintah (pusat dan daerah),  perguruan tinggi dan lembaga vokasi swasta, untuk menyiapkan tenaga kerja yang dilatih, dengan pendekatan terintegrasi yaitu, pelatihan, sertifikasi/kompetensi dan penempatan.

Dengan program tersebut, dia berkomitmen untuk menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas dan siap bersaing di kancah internasional.

 

Baca Lainnya

Judy Houyai, Kegiatan Pasti Ada Solusi Bersama 8 Kementerian di Hong Kong Dinilai Edan dan Gila

22 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Antara Kerakusan Agensi, Panggung Sandiwara Sosial, dan Realitas Pahlawan Devisa

22 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Ditempatkan Secara Ilegal ke Dubai, Keluarga Almarhumah Dede Nuraeni Gagal Dapatkan Santunan Rp85 Juta

21 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Sakit Parah di Kuching Malaysia, Sumiyati, PMI Asal Karawang Dipulangkan ke Pontianak Kalbar

21 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Kementerian Tenaga Kerja Taiwan Guyur Rp1 Triliun Atasi Krisis Perawat Migran Kaburan

20 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Trending di Berita