Menu

Mode Gelap
Nur Watirih PMI Indramayu Tewas Oleh Majikan Arab Saudi Ibu Ijah Menduga Anaknya Hanif Diperas Seniornya di Kamboja Siti Hotima PMI Asal Jember Terjebak Eksploitasi di Irak Komnas Perempuan Akan Bedah Concluding Observations PMI Yusri Al Bima Luruskan Skenario Evakuasi PMI di Timur Tengah Suara Marsinah, Suarakan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Berita

Syamsul Hadi, S.H. Anak Buruh Migran Kini Menjadi Pengacara

badge-check


					H. Syamsul Hadi, S.H Beserta Ibu dan Adiknya Perbesar

H. Syamsul Hadi, S.H Beserta Ibu dan Adiknya

Haji Syamsul Hadi, S.H., adalah seorang advokat yang lahir dan besar di Desa Jago, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada 8 Agustus 1990. Anak pertama dari dua bersaudara ini berasal dari keluarga sederhana berlatar belakang petani gurem. Keterbatasan lahan dan minimnya lapangan pekerjaan di desa, memaksa ayahnya menjadi seorang buruh migran di Malaysia.

Pada tahun 90an, ayahnya mulai merantau saat dia masih duduk di bangku SMA. Selama bertahun-tahun menjalani kehidupan sebagai buruh migran, bolak-balik antara Malaysia-Indonesia.

Pada tahun 2014, ayahnya kembali lagi berangkat secara resmi dan beberapa kali pulang cuti hingga tahun 2025. Namun, takdir berkata lain. Di akhir sisa hidupnya tidak sempat menghadiri pelantikannya sebagai pengacara, ayahnya telah wafat pada 25 Februari 2025 di negeri jiran.

Perjuangan ayahnya bukan hanya kenangan, tetapi juga pelajaran hidup yang turut membentuk karakternya. Teladan tentang arti tanggung jawab dan pengorbanan demi keluarga.

Like father like son, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Seperti ayahnya, Pengacara yang dilantik pada 18 Juni 2025 ini juga pernah menjadi buruh migran di Arab Saudi. Jadi dia merasakan sendiri bagaimana persoalan-persoalan sebelum bekerja, pada saat bekerja dan setelah bekerja.

Dari pengalaman itulah tumbuh kesadarannya betapa pentingnya mempelajari hukum. Karena sering kali buruh migran tidak berdaya ketika berhadapan dengan masalah hukum. Buta hukum mengakibatkan buruh migran mudah ditindas dan tidak tahu bagaimana cara membela diri.

Pengalaman ayahnya dan dirinya memotivasi menjadi praktisi hukum yang hadir untuk memperjuangkan masyarakat kecil, khususnya buruh migran dan keluarganya. Dia berkomitmen untuk memberikan bantuan hukum kepada buruh migran.

Sebagai advokat, dia ingin memastikan bahwa setiap Buruh Migran Indonesia memahami hak dan kewajibannya, memiliki akses terhadap keadilan, dan tidak lagi menjadi korban penipuan, kekerasan, kerja paksa dan perbudakan di negeri orang.

Komitmen itu dilaksanakannya dengan aktif membangun Persatuan Buruh Migran Nusa Tenggara Barat dan kantor pengacara untuk memperjuangkan perlindungan hukum bagi buruh migran Indonesia di berbagai negara tujuan.

Bagi H. Syamsul Hadi, S.H, membela buruh migran tidak semata membela pahlawan devisa, lebih dari itu membela dirinya dan ayahnya sendiri.

Baca Lainnya

Nur Watirih PMI Indramayu Tewas Oleh Majikan Arab Saudi

11 Maret 2026 - 21:06 WIB

Ibu Ijah Menduga Anaknya Hanif Diperas Seniornya di Kamboja

11 Maret 2026 - 20:13 WIB

Ibu Ijah Nurjanah menunjukkan foto anaknya yang terjebak di Kamboja.

Siti Hotima PMI Asal Jember Terjebak Eksploitasi di Irak

10 Maret 2026 - 19:02 WIB

Komnas Perempuan Akan Bedah Concluding Observations PMI

9 Maret 2026 - 15:26 WIB

Yusri Al Bima Luruskan Skenario Evakuasi PMI di Timur Tengah

8 Maret 2026 - 12:20 WIB

Trending di Berita