Menu

Mode Gelap
Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

Berita

Riswan Abadi, Sampaikan Persoalan Pekerja Migran Asal Bulukumba Kepada Bupati Muchtar Ali Yusuf

badge-check


					Riswan Abadi nomor dua dari kiri berbaju hitam Perbesar

Riswan Abadi nomor dua dari kiri berbaju hitam

Dalam kegiatan Ngopi Bareng dengan Bupati Bulukumba Andi Mukhtar Ali Yusuf, yang diselenggarakan oleh Media Publikasi Indonesia di Warkop Nagoya, Bulukumba pada Senin, 29 Desember 2025, Ketua Sahabat Migran Indonesia Riswan Abadi menyoroti sejumlah masalah yang dialami Buruh Migran Indonesia dari Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan.

Menurutnya, salah satu persoalan utama adalah gaji yang tidak dibayar sesuai kontrak kerja, serta penangkapan oleh pihak imigrasi akibat banyaknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berangkat secara ilegal.

“Deportasi terakhir pada 12 Desember 2025, sebagian besar menimpa PMI asal Bulukumba,” ujar Riswan kepada Bupati.

Riswan juga mengungkapkan fakta, banyaknya PMI yang enggan kembali ke kampung halaman meski sudah dideportasi. Alasannya, mereka masih memiliki tanggungan keluarga, terutama untuk biaya pendidikan anak.

“Kalau pulang ke Bulukumba hanya mengandalkan hasil tani, mereka merasa tidak mampu membiayai anak kuliah,” jelasnya.

Oleh karena itu Ia mengusulkan solusi melalui usaha tani di Desa Lamanda yang sudah baik, namun ironisnya hanya dimanfaatkan untuk mengangkut rumput dan bukan hasil pertanian yang bernilai ekonomi. Riswan menekankan perlunya solusi agar masyarakat tidak terus-menerus mencari kerja ke luar negeri dengan risiko besar melalui jalur ilegal.

Sebagai alternatif, Riswan menawarkan gagasan pengembangan perkebunan sawit di Bulukumba. Ia menuturkan, sejak 2021 sudah ada bukti bahwa sawit cocok dibudidayakan di wilayah tersebut. Bahkan, dengan modal terbatas pada 2022, ia memulai pembibitan sawit secara mandiri. Kini, di Desa Langkenter dan sekitarnya sudah ada sekitar 20 hektare lahan sawit yang mulai berbuah.

“Ini membuktikan bahwa sawit bisa tumbuh di Bulukumba. Saya berharap Bupati Bulukumba mendukung program ini sebagai solusi agar masyarakat tidak lagi berangkat ke Malaysia secara ilegal hanya untuk bekerja di perkebunan sawit,” tegas Riswan.

Sementara itu Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf mengapresiasi terselenggaranya ngopi bareng, sehingga informasi terkait pembangunan dan suara dari dan kontrol sosial yang konstruktif dapat terakomodasi.

“Ngopi bareng seperti ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi ruang refleksi bersama, mengevaluasi perjalanan Bulukumba sepanjang 2025 dan menyusun harapan untuk tahun yang akan datang,” ujar Bupati.

Baca Lainnya

Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang

22 September 2026 - 09:48 WIB

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Trending di Berita