Menu

Mode Gelap
PSP Indonesia dan IOJI Kembangkan Aplikasi IKAN untuk Perlindungan Pelaut Awak Kapal Migran Takjub, Mantan Pekerja Migran Indonesia, Nining Djohar, Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum di Unisba PBM Apresiasi Imigrasi Depok. Batalkan Penerbitan Paspor Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan Darurat, Terlantar 3 Minggu di Fiji, 7 Awak Kapal Migran Indonesia Kehabisan Makanan dan Air Bersih Roland Kamal: Menangkap Peluang Emas Saudi Vision 2030 Tanpa Menomorduakan Pelindungan PMI Dua Dekade Mengabdi, Indonesian Family Network Terima Penghargaan Pekerja Migran Teladan 2026

Entertainment

Kang Didi Ajak Para Mahasiswa Geofisika ITB Cirebon Terlibat Program Sociopreneur

badge-check


					Kang Didi dan Mahasiswa Geofisika ITB Cirebon | Dokumen Pribadi Perbesar

Kang Didi dan Mahasiswa Geofisika ITB Cirebon | Dokumen Pribadi

Cirebon, 28 November 2025 – Kunjungan akademik mahasiswa Teknik Geofisika ITB Kampus Cirebon ke Yayasan Mawar Bina Insani (YMBI) hari ini membuka peluang kolaborasi baru. Dalam sesi wawancara, Ketua YMBI sekaligus aktivis pemberdayaan purna migran, Kang Didi Kusnadi, mengajak para mahasiswa untuk terlibat langsung dalam Program Sociopreneur yang tengah dijalankan. Yaitu menjalankan bisnis dengan tujuan utama menciptakan dampak sosial yang positif, bukan sekadar mengejar keuntungan semata.

Saat ini, YMBI bersama Koperasi Mawar Berkah Grup (MBG) tengah melaksanakan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Chef MBG Batch 4. Program ini menargetkan 20–25 peserta dari kalangan ekonomi bawah untuk mendapatkan pelatihan dapur profesional, keamanan pangan, serta sertifikasi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Inisiatif ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan keterampilan masyarakat di sektor kuliner.

Mahasiswa yang hadir antara lain Putri Cahya Marshinta, Muhammad Arry Nugroho, Fauzan Alifio Fathan, Helen Huda Huwaida, Adelia Vindi Cahyanti, dan Azharudin Sahil. Mereka menggali informasi seputar mekanisme pelatihan, proses sertifikasi, hingga strategi pemberdayaan masyarakat yang selama ini diterapkan MBG.

Kang Didi, yang juga aktif di Asosiasi Pemberdayaan Purna Migran Indonesia Korea (APPIK), menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam gerakan sosial.

“Mahasiswa adalah energi masa depan. Kami ingin mereka melihat langsung bagaimana pemberdayaan berjalan, termasuk kebutuhan Chef untuk Dapur MBG,” ujarnya.

Seperti gayung bersambut, ajakan tersebut disambut antusias oleh para mahasiswa.

“Kami sangat antusias dalam kegiatan proyek ini. Pastinya akan menjadi portofolio kami di masa depan,” kata Putri Cahya, akrab disapa Puca.

Sebagai aktivis APPIK, Kang Didi juga menyoroti pentingnya jejaring lintas generasi. Ia menilai dinamika sosial dan ekonomi di masyarakat bisa menjadi potensi besar bila diiringi pembekalan keterampilan dan sertifikasi. Hal ini sejalan dengan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG) yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Kami yakin SPPG akan menyerap tenaga relawan, termasuk purna migran yang memiliki etos kerja tinggi berbekal pengalaman kerja luar negeri,” tegasnya.

Menutup pertemuan, Kang Didi mengajak mahasiswa dan masyarakat luas untuk ikut serta dalam kegiatan berikutnya. Program pelatihan dan sertifikasi Chef MBG akan kembali digelar pada 6–7 Desember 2025 di Majalengka.

Baca Lainnya

Halo Gaes! Ada 5 Tips dari Mbak Titi di Singapura, Kunci Tahan Lama Kerja di Luar Negeri

18 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Klaim Pemkab Purwakarta Soal Pemulangan PMI Disentil: Paryanto, Dunia Maya Ini Juga Panggung Sandiwara

15 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Pesan Mengharukan dari Malaysia: “Cukup Mbak yang Susah, Kamu Fokus Kuliah dan Bawa Toga ke Rumah”

15 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Moratorium Dinilai Gagal, Ketum Perpemindo Desak Pemerintah Segera Buka Penempatan PMI ke Arab Saudi

14 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kepada KSPPB: SAKTI Usulkan 7 Norma Minimum Pekerja Maritim Masuk dalam UU Ketenagakerjaan Baru

13 Agustus 2026 - 15:24 WIB

Trending di Berita