Bandung — Kisah inspiratif datang dari dunia akademik dan kemanusiaan. Nining Djohar, seorang mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pernah berjuang di sektor Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Malaysia, kini resmi akan meraih gelar akademik tertinggi.
Universitas Islam Bandung (Unisba) mengundang publik secara terbuka untuk menghadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Hukum yang menandai pencapaian luar biasa tersebut.
Dalam sidang terbuka ini, Nining Djohar akan mempertahankan disertasinya yang bertajuk “Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan TPPO di Indonesia Dihubungkan dengan Kepastian Hukum”.
Karya ilmiah ini diangkat dari kepedulian mendalam serta pengalaman panjangnya di lapangan dalam merespons isu Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang sering kali mengincar kelompok rentan, termasuk para pekerja migran.
Pelaksanaan sidang doktor ini dijadwalkan pada Kamis besok, tanggal 27 Agustus 2026, Pukul 10.00 WIB, bertempat di Auditorium Gedung Dekanat Lantai 8, Jl. Tamansari No. 24-26, Bandung.
Jalannya sidang akademik bergengsi ini akan dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Dey Ravena, S.H., M.H., bersama anggota tim promotor Prof. Dr. Dini Dewi Heniati, S.H., M.H.
Perjalanan Nining meraih gelar doktor bukanlah hal yang instan. Usai berjuang sebagai pahlawan devisa di negeri jiran, ia aktif mendedikasikan dirinya sebagai aktivis di organisasi perlindungan buruh migran, Migrant CARE.
Semangat belajarnya yang tak pernah padam membawanya menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum (S.H.) dan Magister Hukum (M.H.) di Universitas Pamulang, sebelum akhirnya melangkah hingga jenjang strata tiga di Unisba.
Panen Apresiasi
Keberhasilan Nining Djohar menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan masa lalu dan tantangan hidup sebagai Pekerja Migran Indonesia, bukanlah penghalang untuk mencapai puncak prestasi akademik serta berkontribusi nyata bagi penegakan hukum di Indonesia. Keberhasilannya juga mengundang banyak apresiasi dari kolega dan kalangan aktivis Pekerja Migran Indonesia serta Asosiasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia.









