Menu

Mode Gelap
Semarak HUT RI ke 81 di Laut Merah: WNI dan PMI di Jeddah Kibarkan Merah Putih di Atas Kapal Yacht Klaim Pemkab Purwakarta Soal Pemulangan PMI Disentil: Paryanto, Dunia Maya Ini Juga Panggung Sandiwara Pesan Mengharukan dari Malaysia: “Cukup Mbak yang Susah, Kamu Fokus Kuliah dan Bawa Toga ke Rumah” Moratorium Dinilai Gagal, Ketum Perpemindo Desak Pemerintah Segera Buka Penempatan PMI ke Arab Saudi AP2I Kawal Santunan Asuransi Rp1,5 Miliar untuk Ahli Waris Pelaut Tegal yang Hilang di Perairan Korea Selatan Imam Syafi’i: Terkait Pengesahan Perjanjian Kerja Laut, Permen P2MI 3/2026 Menyimpang dari PP 22/2022

Berita

Atasi Pengangguran, Pemkot Sukabumi Dorong Peluang Kerja Migran dengan Penekanan pada Keterampilan

badge-check


					Ayep Zaki & Agus Gia Perbesar

Ayep Zaki & Agus Gia

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menetapkan penanganan pengangguran sebagai agenda superprioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Mengingat keterbatasan industri besar di wilayah lokal, Pemkot menggandeng Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) untuk memfasilitasi warga bekerja di tingkat regional maupun internasional.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengungkapkan bahwa dengan angka pengangguran yang mencapai 15.400 orang, kota ini perlu mencari solusi di luar sektor ritel dan jasa keuangan yang selama ini mendominasi.

“Kita harus realistis, di Sukabumi tidak ada pabrik besar atau pertambangan. Maka, peluang kerja di luar negeri adalah jalur strategis yang harus dimaksimalkan,” ujar Ayep Zaki, Senin (19/1). Ia juga menjamin bahwa perlindungan hukum bagi PMI saat ini sudah sangat kuat, asalkan warga menempuh jalur resmi dan legal.

Kebijakan strategis ini mendapatkan apresiasi dari Sekretaris Umum Persatuan Buruh Migran, Agus Gia. Meski mendukung langkah Pemkot, Agus memberikan catatan penting terkait kesiapan infrastruktur pendukung bagi para calon pekerja.

Agus mengusulkan agar Pemkot Sukabumi segera membangun ekosistem penempatan yang kokoh, salah satunya melalui pengadaan Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) milik pemerintah daerah.

“Kami mengapresiasi kebijakan ini, namun sangat penting bagi Pemkot untuk membangun infrastruktur ekosistemnya. Keberadaan BLKLN diperlukan agar calon PMI asal Sukabumi berangkat dengan bekal keterampilan yang mumpuni,” tegas Agus Gia.

Keterampilan Sebagai Kunci Kesuksesan

Bagi Agus, mengirim tenaga kerja ke luar negeri bukan sekadar soal jumlah, melainkan soal kualitas. Ia menekankan bahwa keterampilan (skill) adalah faktor penentu keselamatan dan kesuksesan para migran di negara tujuan.

“Keterampilan adalah kunci utama kesuksesan Pekerja Migran Indonesia. Dengan tenaga kerja yang terampil, daya saing mereka lebih tinggi dan risiko masalah di tempat kerja bisa diminimalisir,” tambahnya.

Target dan Harapan Pemkot

Saat ini, Pemkot Sukabumi mencatat sudah ada 650 orang yang mendaftar program kerja migran, dengan target mencapai 3.500 pendaftar hingga akhir tahun. Melalui kombinasi dukungan regulasi dari Pemkot dan usulan peningkatan skill dari serikat buruh, diharapkan taraf ekonomi warga Sukabumi dapat meningkat secara signifikan tanpa harus bergantung pada lapangan kerja dalam kota yang terbatas.

Baca Lainnya

Semarak HUT RI ke 81 di Laut Merah: WNI dan PMI di Jeddah Kibarkan Merah Putih di Atas Kapal Yacht

16 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Klaim Pemkab Purwakarta Soal Pemulangan PMI Disentil: Paryanto, Dunia Maya Ini Juga Panggung Sandiwara

15 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Pesan Mengharukan dari Malaysia: “Cukup Mbak yang Susah, Kamu Fokus Kuliah dan Bawa Toga ke Rumah”

15 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Moratorium Dinilai Gagal, Ketum Perpemindo Desak Pemerintah Segera Buka Penempatan PMI ke Arab Saudi

14 Agustus 2026 - 18:41 WIB

AP2I Kawal Santunan Asuransi Rp1,5 Miliar untuk Ahli Waris Pelaut Tegal yang Hilang di Perairan Korea Selatan

14 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Trending di Berita