Menu ✖

Mode Gelap
KBRI Amman Yordania, Resmi Tunjuk Pengacara untuk Pemenuhan Gaji Susi Selama 13 Tahun Mbok Cikrak: PMI Taiwan Harus Tau, Aturan Baru EVA Air, Kelebihan Bagasi 1 Kg Bisa Kena Denda NT$ 4.000! Cegah Penipuan Online, MCH Gelar Pelatihan Pencegahan Penipuan Online untuk Pekerja Migran di Hong Kong Tergiur Iming-Iming, Remaja Bogor Dijual Ke Mafia Judi Online Di Kamboja DPP SAKTI Desak Menteri P2MI Terbitkan Permen Transisi Perizinan dari SIUKAK ke SIP3MI Selamat Pulang, Mary Jane

Berita

Atasi Pengangguran, Pemkot Sukabumi Dorong Peluang Kerja Migran dengan Penekanan pada Keterampilan

badge-check


					Ayep Zaki & Agus Gia Perbesar

Ayep Zaki & Agus Gia

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menetapkan penanganan pengangguran sebagai agenda superprioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Mengingat keterbatasan industri besar di wilayah lokal, Pemkot menggandeng Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) untuk memfasilitasi warga bekerja di tingkat regional maupun internasional.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengungkapkan bahwa dengan angka pengangguran yang mencapai 15.400 orang, kota ini perlu mencari solusi di luar sektor ritel dan jasa keuangan yang selama ini mendominasi.

“Kita harus realistis, di Sukabumi tidak ada pabrik besar atau pertambangan. Maka, peluang kerja di luar negeri adalah jalur strategis yang harus dimaksimalkan,” ujar Ayep Zaki, Senin (19/1). Ia juga menjamin bahwa perlindungan hukum bagi PMI saat ini sudah sangat kuat, asalkan warga menempuh jalur resmi dan legal.

Kebijakan strategis ini mendapatkan apresiasi dari Sekretaris Umum Persatuan Buruh Migran, Agus Gia. Meski mendukung langkah Pemkot, Agus memberikan catatan penting terkait kesiapan infrastruktur pendukung bagi para calon pekerja.

Agus mengusulkan agar Pemkot Sukabumi segera membangun ekosistem penempatan yang kokoh, salah satunya melalui pengadaan Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) milik pemerintah daerah.

“Kami mengapresiasi kebijakan ini, namun sangat penting bagi Pemkot untuk membangun infrastruktur ekosistemnya. Keberadaan BLKLN diperlukan agar calon PMI asal Sukabumi berangkat dengan bekal keterampilan yang mumpuni,” tegas Agus Gia.

Keterampilan Sebagai Kunci Kesuksesan

Bagi Agus, mengirim tenaga kerja ke luar negeri bukan sekadar soal jumlah, melainkan soal kualitas. Ia menekankan bahwa keterampilan (skill) adalah faktor penentu keselamatan dan kesuksesan para migran di negara tujuan.

“Keterampilan adalah kunci utama kesuksesan Pekerja Migran Indonesia. Dengan tenaga kerja yang terampil, daya saing mereka lebih tinggi dan risiko masalah di tempat kerja bisa diminimalisir,” tambahnya.

Target dan Harapan Pemkot

Saat ini, Pemkot Sukabumi mencatat sudah ada 650 orang yang mendaftar program kerja migran, dengan target mencapai 3.500 pendaftar hingga akhir tahun. Melalui kombinasi dukungan regulasi dari Pemkot dan usulan peningkatan skill dari serikat buruh, diharapkan taraf ekonomi warga Sukabumi dapat meningkat secara signifikan tanpa harus bergantung pada lapangan kerja dalam kota yang terbatas.

Baca Lainnya

KBRI Amman Yordania, Resmi Tunjuk Pengacara untuk Pemenuhan Gaji Susi Selama 13 Tahun

30 September 2026 - 20:54 WIB

Mbok Cikrak: PMI Taiwan Harus Tau, Aturan Baru EVA Air, Kelebihan Bagasi 1 Kg Bisa Kena Denda NT$ 4.000!

30 September 2026 - 17:31 WIB

Cegah Penipuan Online, MCH Gelar Pelatihan Pencegahan Penipuan Online untuk Pekerja Migran di Hong Kong

30 September 2026 - 16:46 WIB

Tergiur Iming-Iming, Remaja Bogor Dijual Ke Mafia Judi Online Di Kamboja

29 September 2026 - 22:52 WIB

DPP SAKTI Desak Menteri P2MI Terbitkan Permen Transisi Perizinan dari SIUKAK ke SIP3MI

28 September 2026 - 17:36 WIB

Trending di Berita