Menu

Mode Gelap
Semarak HUT RI ke 81 di Laut Merah: WNI dan PMI di Jeddah Kibarkan Merah Putih di Atas Kapal Yacht Klaim Pemkab Purwakarta Soal Pemulangan PMI Disentil: Paryanto, Dunia Maya Ini Juga Panggung Sandiwara Pesan Mengharukan dari Malaysia: “Cukup Mbak yang Susah, Kamu Fokus Kuliah dan Bawa Toga ke Rumah” Moratorium Dinilai Gagal, Ketum Perpemindo Desak Pemerintah Segera Buka Penempatan PMI ke Arab Saudi AP2I Kawal Santunan Asuransi Rp1,5 Miliar untuk Ahli Waris Pelaut Tegal yang Hilang di Perairan Korea Selatan Imam Syafi’i: Terkait Pengesahan Perjanjian Kerja Laut, Permen P2MI 3/2026 Menyimpang dari PP 22/2022

Berita

Asih, Terpidana Mati Di Malaysia Dipulangkan ke Indonesia

badge-check


					Asih saat di bangku pesawat | Foto Istimewa Perbesar

Asih saat di bangku pesawat | Foto Istimewa

Kuala Lumpur – Kemarin malam, sekitar pukul 20.15 waktu Malaysia, sebuah perjalanan panjang penuh penderitaan berakhir dengan air mata bahagia. Asih (Ani Anggraeni), perempuan berusia 66 tahun yang sempat divonis hukuman mati, akhirnya terbang meninggalkan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) menuju Jakarta.

Hal ini disampaikan oleh Hayat Malaysia salah satu organisasi masyarakat sipil yang memperjuangkan keadilan di Malaysia, pada Kamis, 2 April 2026.

Menurut Hayat, kepulangan Asih bukan sekadar perjalanan biasa.

“Ini adalah kemenangan bagi kemanusiaan dan keadilan bagi seorang penyintas yang telah menghabiskan hampir 15 tahun di balik jeruji besi Malaysia,” ujar Hayat di laman x.

Perjuangan Melawan Ketidakadilan dan Penyakit

Asih dijatuhi hukuman mati pada tahun 2012 atas tuduhan perdagangan narkoba. Selama belasan tahun, ia tidak hanya berjuang melawan jerat hukum, tetapi juga cobaan fisik yang berat. Di dalam penjara, Asih berhasil bertahan dari Kanker Endometrium yang mengancam nyawa, prosedur medis histerektomi dan berbagai insiden pelecehan yang memilukan selama masa penahanan.

“Kisah Asih tentang bagaimana dirinya dijebak oleh sindikat narkoba sempat diabaikan oleh pihak berwenang, hingga akhirnya Hayat Malaysia bertemu dan mengadvokasinya sejak awal tahun 2024,” jelasnya.

Grasi Menjelang Hari Raya

Hayat menjelaskan, setelah Malaysia menghapus hukuman mati wajib, hukuman Asih sempat diubah menjadi 30 tahun penjara dengan jadwal bebas pada Juni 2031. Namun, secercah harapan muncul tepat sehari sebelum hari kemenangan.

“Pada 19 Maret 2026, sehari sebelum perayaan Hari Raya, Asih mendapatkan grasi dari Tuan Yang Terutama (TYT) Penang, Tun Dato’ Seri Utama Haji Ramli bin Ngah Thalib. Keputusan ini mempercepat kepulangannya untuk kembali berkumpul dengan keluarga di tanah air,” katanya.

Korban Sindikat Perdagangan Manusia dan Perdagangan Narkoba

Melalui kerja sama intensif antara Hayat Malaysia, LBH Masyarakat, dan berbagai mitra selama dua tahun terakhir, ditemukan fakta krusial bahwa paspor Asih telah dipalsukan sebelum penangkapannya.

“Kasus Asih mengungkap ciri khas sindikat perdagangan manusia yang mengeksploitasi individu rentan untuk perdagangan narkoba lintas negara,” ungkap perwakilan Hayat Malaysia.

Kasus ini menjadi bukti nyata kegagalan pendekatan domestik yang kaku, termasuk hukuman mati, dalam menangani masalah kejahatan internasional yang kompleks.

Apresiasi untuk Kemanusiaan

Kemarin malam, Hayat Malaysia merayakan Asih bukan sebagai mantan narapidana mati, melainkan sebagai seorang penyintas.

“Kami menyampaikan apresiasi tertinggi kepada TYT Penang atas grasi dan kebijakan kemanusiaannya. Kepada LBH Masyarakat dan seluruh mitra lintas negara. Serta semua pihak yang memastikan seorang nenek yang sempat tertipu ini bisa memeluk kembali keluarganya,” pungkasnya.

Kepulangan Asih menjadi pengingat penting bagi pemerintah di seluruh dunia untuk lebih jeli melihat korban perdagangan manusia yang terjebak dalam pusaran kriminalitas internasional.

Baca Lainnya

Semarak HUT RI ke 81 di Laut Merah: WNI dan PMI di Jeddah Kibarkan Merah Putih di Atas Kapal Yacht

16 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Klaim Pemkab Purwakarta Soal Pemulangan PMI Disentil: Paryanto, Dunia Maya Ini Juga Panggung Sandiwara

15 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Pesan Mengharukan dari Malaysia: “Cukup Mbak yang Susah, Kamu Fokus Kuliah dan Bawa Toga ke Rumah”

15 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Moratorium Dinilai Gagal, Ketum Perpemindo Desak Pemerintah Segera Buka Penempatan PMI ke Arab Saudi

14 Agustus 2026 - 18:41 WIB

AP2I Kawal Santunan Asuransi Rp1,5 Miliar untuk Ahli Waris Pelaut Tegal yang Hilang di Perairan Korea Selatan

14 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Trending di Berita