Menu ✖

Mode Gelap
PBM Tangerang Berhasil Pulangkan Aisah, PMI Tangerang yang Alami Pendarahan di Abu Dhabi KBRI Amman Yordania, Resmi Tunjuk Pengacara untuk Pemenuhan Gaji Susi Selama 13 Tahun Mbok Cikrak: PMI Taiwan Harus Tau, Aturan Baru EVA Air, Kelebihan Bagasi 1 Kg Bisa Kena Denda NT$ 4.000! Cegah Penipuan Online, MCH Gelar Pelatihan Pencegahan Penipuan Online untuk Pekerja Migran di Hong Kong Tergiur Iming-Iming, Remaja Bogor Dijual Ke Mafia Judi Online Di Kamboja DPP SAKTI Desak Menteri P2MI Terbitkan Permen Transisi Perizinan dari SIUKAK ke SIP3MI

Abu Dhabi UEA

PBM Tangerang Berhasil Pulangkan Aisah, PMI Tangerang yang Alami Pendarahan di Abu Dhabi

badge-check


					Bandara Soetta Sumber Ekonomi Bisnis Perbesar

Bandara Soetta Sumber Ekonomi Bisnis

Tangerang — Persatuan Buruh Migran (PBM)Tangerang berhasil memulangkan Aisah (38), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tangerang yang sempat mengalami pendarahan hebat akibat beban kerja terlampau berat saat bekerja di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Hal ini disampaikan oleh salah seorang pengurus PBM Tangerang, Yatna melalui keterangan tertulis.

Menurut Yatna, Aisah dipulangkan oleh Agennya pada 29 September 2026, dan sampai di Bandara Soetta pada tanggal 30 September 2026.

“Alhamdulah, pewawat yang membawa Aisah berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB,” ujarnya (01/10/2026)

Menariknya, ada cerita unik di balik momen kepulangannya. Saking semangat dan bahagianya bisa kembali ke Tanah Air, Aisah sengaja tidak memberi tahu sang suami untuk menjemputnya di bandara. Tanpa menunggu lama, begitu keluar dari terminal kedatangan, ia langsung memilih naik bus jurusan Tangerang dan pulang secara mandiri.

“Ya gapapa sih, Terminal 3 Bandara Soetta kan di Tangerang juga, jadi lokasinya memang dekat,” kata Yatna.

Aksi spontan tersebut membuat sang suami, Samsuri, terkejut sekaligus lega luar biasa saat mendapati istrinya tiba-tiba sudah berada di rumah.

Samsuri, yang selama hampir satu bulan tanpa lelah terus berjuang untuk memulangkan istrinya, mengaku sangat bersyukur perjuangan panjangnya akhirnya membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, rasa bersyukur dan lega luar biasa akhirnya istri saya bisa kembali ke rumah dengan selamat. Perjuangan dan proses koordinasi selama satu bulan terakhir tidak sia-sia,” ujar Samsuri.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi calon PMI yang memiliki riwayat medis tertentu, khususnya operasi caesar.

Menurut Vio, salah seorang aktivis buruh migran asal Hong Kong, calon pekerja yang pernah menjalani operasi caesar diimbau untuk memberikan jeda pemulihan yang cukup, minimal empat tahun setelah operasi, sebelum memutuskan untuk kembali bekerja di luar negeri guna menghindari risiko medis fatal akibat beban kerja fisik yang berat.

Baca Lainnya

KBRI Amman Yordania, Resmi Tunjuk Pengacara untuk Pemenuhan Gaji Susi Selama 13 Tahun

30 September 2026 - 20:54 WIB

Mbok Cikrak: PMI Taiwan Harus Tau, Aturan Baru EVA Air, Kelebihan Bagasi 1 Kg Bisa Kena Denda NT$ 4.000!

30 September 2026 - 17:31 WIB

Cegah Penipuan Online, MCH Gelar Pelatihan Pencegahan Penipuan Online untuk Pekerja Migran di Hong Kong

30 September 2026 - 16:46 WIB

Tergiur Iming-Iming, Remaja Bogor Dijual Ke Mafia Judi Online Di Kamboja

29 September 2026 - 22:52 WIB

DPP SAKTI Desak Menteri P2MI Terbitkan Permen Transisi Perizinan dari SIUKAK ke SIP3MI

28 September 2026 - 17:36 WIB

Trending di Berita