Tangerang – Persatuan Buruh Migran Tangerang mendesak sponsor dan perekrut serta Agensi Tadbeer Al Dhanhani untuk segera memulangkan Aisah, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Tangerang, Banten, yang kini terbaring menjalani masa pemulihan setelah dirawat di salah satu rumah sakit di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Desakan itu disampaikan salah seorang pengurus Persatuan Buruh Migran Tangerang, Yatna, kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).
Menurut Yatna, Aisah harus segera dipulangkan karena mengalami pendarahan akibat jahitan bekas operasi caesar yang pernah dijalaninya jebol. Akibatnya, Aisah harus dirawat di rumah sakit di Abu Dhabi selama hampir satu minggu.
“Saat ini kondisinya masih lemah. Pendarahan terjadi karena beban kerja yang terlalu berat,” ujar Yatna.
Ia menjelaskan, Aisah baru 4 bulan bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Uni Emirat Arab. Namun dalam waktu singkat itu, beban kerja yang sangat berat membuat kesehatannya drop hingga harus dirawat.
Yatna menduga penempatan Aisah dilakukan tanpa prosedur resmi atau non prosedural. Karena berdasarkan hasil pengecekan nomor paspornya di SISKOP2MI, hasilnya tidak ditemukan. Ini mengindikasikan jika penempatannya itu non prosedural alias ilegal.
“Ini jelas dugaan penempatan non prosedural. Negara harus hadir melindungi, dan mendesak sponsor agar tidak lepas tangan,” kata Yatna.
Untuk itu, pihaknya sudah melayangkan somasi kepada sponsor dan perekrut Aisah. Somasi berisi tuntutan agar Aisah segera dipulangkan ke Indonesia dan mendapatkan hak-haknya.
Yatna berharap sponsor dan perekrut memiliki itikad baik untuk memulangkan Aisah dalam waktu dekat.
“Kalau tidak ada itikad baik, kami akan buat rilis media. Kami juga akan sampaikan praktik penempatan non prosedural ini ke semua instansi, mulai dari tingkat desa, daerah, sampai ke pemerintah pusat. Baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif,” tegasnya.
Sementara itu menurut suaminya, Samsuri, mengatakan bahwa rumah sakit telah melakukan transfusi darah hingga tiga koli kantong, karena sebelumnya istrinya mengalami pendarahan hebat. Oleh karena itu dia memohon kepada sponsor dan perekrut untuk segera memulangkan istrinya.
Samsuri juga menginformasikan jika dia telah membayar uang jutaan rupiah kepada dua orang sponsor yang telah merekrut istrinya.
“Saya sudah bayar kepada kepada perekrut H. Samlawi dan juga kepada sponsor H. Mukri, namun hingga saat ini sudah belum dipulangkan juga, oleh karena itu saya berharap agar keduanya bertanggung jawab atas pemulangan istri saya,” harapnya.









