Menu

Mode Gelap
Sempat Tertunda, Yuswati, PMI Sakit Asal Sukabumi Berhasil Dipulangkan dari Abu Dhabi Ketum Sakti, Syofyan El Comandante: UU Pelayaran Tidak Melindungi Pelaut Awak Kapal Ironi Indonesia: Punya Pelaut Terbesar Dunia, tapi Belum Punya Standar Upah Sektoral Jabis Karawang Tolak Permintaan Sponsor Syarif Pulangkan Icih dari Dubai Sebulan Lagi 17 Bulan Diberi Janji Palsu ke Italia, Dua Calon Awak Kapal Laporkan Direktur Manning Agen ke Bareskrim Hamil 8 Bulan di Dubai, Kepulangan Icih Bayur Lor Terkatung-katung; Sponsor H. Syarif Dituntut Segera Bertindak

Abu Dhabi UEA

Sempat Tertunda, Yuswati, PMI Sakit Asal Sukabumi Berhasil Dipulangkan dari Abu Dhabi

badge-check


					Yuswati Darjat Acu didampingi petugas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Perbesar

Yuswati Darjat Acu didampingi petugas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

JakartaYuswati (41), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, akhirnya berhasil pulang ke tanah air.

Pemulangan ini terlaksana setelah Yuswati menjalani perawatan intensif selama 60 hari di Rumah Sakit Sheikh Shakhbout Medical City (SSMC), Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Didampingi tim medis RS SSMC dan KBRI Abu Dhabi, Yuswati melakukan proses check-in pada Minggu, 5 Juli 2026 pukul 07.50 waktu setempat. Pesawat Emirates EK358 yang membawanya kemudian lepas landas pukul 10.50 dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pukul 22.25 WIB setelah menempuh perjalanan udara selama lebih dari 8 jam.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Buruh Migran (PBM), Agus, menyambut gembira kepulangan ini. Ia menjelaskan bahwa koordinasi cepat langsung dilakukan begitu menerima kabar dari pihak perwakilan RI.

“Sehari sebelumnya, Konsuler KBRI Abu Dhabi, Ibu Nurul Dewi, menginformasikan kabar ini kepada kami. Kami langsung menindaklanjutinya dengan berkoordinasi bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta pihak keluarga,” ujar Agus, Selasa (7/7/2026).

Sempat Gagal Terbang Akibat Kondisi Kritis

Pemulangan Yuswati sebenarnya sempat dijadwalkan pada 10 Juni 2026 lalu. Namun, rencana tersebut batal karena kondisi kesehatannya mendadak menurun drastis menjelang keberangkatan, sehingga tim medis menyatakannya tidak layak terbang (unfit to travel).

“Waktu penerbangan yang gagal, keluarga sudah dalam perjalanan dari Sukabumi dan sampai di Bogor. Karena kondisi Yuswati kambuh, mereka terpaksa balik kanan,” kenang Agus.

Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha, membenarkan penundaan tersebut. Pihak KBRI harus menunggu hingga tim medis SSMC memberikan lampu hijau bahwa kondisi Yuswati benar-benar stabil untuk perjalanan jauh.

“Saat kondisi Yuswati dinyatakan memenuhi syarat (fit to travel), tim medis SSMC segera mempersiapkan kepulangannya dengan pendampingan medis penuh menggunakan jasa Bluedot Charters & Air Ambulance Services,” jelas Judha.

Judha juga meminta instansi terkait di Indonesia untuk memfasilitasi penjemputan, pelindungan, serta kelanjutan perawatan medis Yuswati setibanya di tanah air.

Berdasarkan laporan medis, Yuswati didiagnosis mengalami stroke hemoragik akibat pecahnya aneurisma pada arteri karotis interna kanan, yang memicu perdarahan luas di otak dan sempat mengancam nyawanya.

Apresiasi untuk Majikan dan Penerimaan Keluarga

Pihak Persatuan Buruh Migran juga mengapresiasi kebaikan hati majikan Yuswati yang menanggung seluruh biaya kepulangan.

Tidak hanya membelikan tiket pesawat, sang majikan juga membiayai sewa Royal Ambulance lengkap dengan fasilitas paramedis untuk membawa Yuswati dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur.

Di sisi lain, putri Yuswati, Siti Yulianingsih (24), mengaku awalnya berharap sang ibu bisa langsung dirawat di Sukabumi agar lebih dekat dengan rumah dan menghemat biaya hidup.

“Kalau di Jakarta kan biaya hidupnya mahal. Namun, karena ada ketentuan prosedur yang mengharuskan rujuk ke RS Polri, dan pihak majikan juga sudah berbaik hati membiayai ambulans beserta perawat pendampingnya, kami pihak keluarga menerima dengan lapang dada,” tutur Siti.

Baca Lainnya

Ketum Sakti, Syofyan El Comandante: UU Pelayaran Tidak Melindungi Pelaut Awak Kapal

7 Juli 2026 - 11:25 WIB

Ironi Indonesia: Punya Pelaut Terbesar Dunia, tapi Belum Punya Standar Upah Sektoral

4 Juli 2026 - 14:12 WIB

Jabis Karawang Tolak Permintaan Sponsor Syarif Pulangkan Icih dari Dubai Sebulan Lagi

2 Juli 2026 - 15:44 WIB

17 Bulan Diberi Janji Palsu ke Italia, Dua Calon Awak Kapal Laporkan Direktur Manning Agen ke Bareskrim

1 Juli 2026 - 17:09 WIB

Hamil 8 Bulan di Dubai, Kepulangan Icih Bayur Lor Terkatung-katung; Sponsor H. Syarif Dituntut Segera Bertindak

1 Juli 2026 - 12:15 WIB

Trending di Abu Dhabi UEA