Menu

Mode Gelap
Polisi Korsel, Tetapkan Pelaut Migran Indonesia yang Meninggal Sebagai Korban Trafficking Istilah “Perseorangan” Dalam UU PPMI Dinilai Membingungkan, Harus Direvisi Layanan Visa PMI ke Turki Capai RP6,5 Juta, Garda Prabowo Ancam Demo VFS Global PM Thailand Janji ke Prabowo Percepat Pemulangan 500 WNI Korban Online Scam Garda Prabowo Ancam Demo Kemen P2MI: Buka Layanan PMI ke Arab Saudi, Tutup Penempatan Ilegal Ketum Aspataki, Saiful Mashud: Penempatan PRT ke Arab Saudi Itu Boleh, Tidak Melanggar Hukum

Tokoh

Kang Dul: Sosok yang Menjadi Penggerak Solidaritas PMI di Riyadh

badge-check


					Abdul Aziz Rasman alias Kang Dul | Sumber dokumen pribadi Perbesar

Abdul Aziz Rasman alias Kang Dul | Sumber dokumen pribadi

Abdul Aziz Rasman, atau akrab disapa Kang Dul, lahir di Indramayu pada 8 Oktober. Sejak 13 tahun lalu ia merantau ke Riyadh, Arab Saudi, bekerja sebagai driver antar jemput pelajar Madrasah Enayah. Namun, di balik profesi yang sederhana itu, Kang Dul menjelma menjadi sosok penting bagi komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI). Ia kini dipercaya sebagai manajer Wiralodra Community Saudi Arabia, sebuah wadah yang menyatukan PMI lewat kegiatan sosial, olahraga, dan kebersamaan.

Jejak Pesantren, Prinsip Hidup

Sebelum merantau, Kang Dul pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Miftahul Mutaallimin Babakan Ciwaringin, Cirebon. Dari pesantren itulah ia membawa prinsip hidup yang terus ia pegang teguh: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Prinsip ini bukan sekadar kata-kata, melainkan napas yang menggerakkan setiap langkahnya di tanah rantau.

Tidak Pernah Diam

Kang Dul dikenal sebagai sosok yang “tidak bisa diam.” Ketika mendengar ada PMI yang sakit, ia segera mengajak teman-temannya untuk menjenguk. Selain bernilai ibadah, kehadirannya membuat pasien merasa tidak sendirian, seolah ada keluarga pengganti di negeri orang.

“Kita harus saling jaga, karena di sini kita jauh dari keluarga,” begitu ia selalu mengingatkan.

Menggerakkan Kebersamaan Lewat Olahraga

Selain kepedulian sosial, Kang Dul juga rajin menggerakkan kegiatan positif. Ia membentuk klub futsal PMI di Riyadh, mengorganisir pertandingan, dan menjadikan olahraga sebagai wadah mempererat persaudaraan.

Puncaknya, setiap perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, Kang Dul memastikan suasana tetap semarak. Lapangan bola menjadi arena tawa, sorak, dan rasa bangga yang meneguhkan identitas kebangsaan di tanah rantau.

Sosok Inspiratif di Tanah Rantau

Kang Dul bukan sekadar sopir antar jemput. Ia adalah penggerak solidaritas, penjaga semangat, dan pengikat kebersamaan. Dari Indramayu hingga Riyadh, dari pesantren hingga komunitas migran, ia membuktikan bahwa solidaritas bisa lahir dari hal-hal sederhana: menjenguk teman sakit, mengajak berolahraga, dan merayakan kemerdekaan bersama.

Kang Dul: Sedikit nama banyak cerita. Menebar manfaat bagi sesama!

Baca Lainnya

Istilah “Perseorangan” Dalam UU PPMI Dinilai Membingungkan, Harus Direvisi

6 Agustus 2026 - 15:39 WIB

PM Thailand Janji ke Prabowo Percepat Pemulangan 500 WNI Korban Online Scam

4 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Banyak LPK Nakal Umbar Janji Loker Luar Negeri, Pemkab Wonosobo Turun Tangan

1 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Tim Gabungan Polri Tangkap Leny Agustya Pelaku Penempatan Ilegal ke Kamboja

1 Agustus 2026 - 17:31 WIB

IOM Regional Luncurkan Sistem Peringatan Dini untuk Melindungi Wisatawan dari Perdagangan Manusia

1 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Trending di Berita