Menu ✖

Mode Gelap
Kasus Gibran, Hukum Indonesia Hanya Tegas Bagi Rakyat Kecil PMI Tangerang, Sakit Parah di Riyadh Usai Nekat Kerja Jalur Umrah, Asiyah Mohon Anaknya Dipulangkan Aksi Di Depan Mahkamah Agung, Jati Tuntut Delapan Kebijakan Anti Hukuman Mati SAKTI, Awak Kapal Dilupakan UU Pelindungan Ketenagakerjaan PMI Cirebon Dituduh Mencuri Duit Majikan Sebesar RM10.200 atau setara dengan Rp44,6 juta Aturan Baru: PMI yang Berangkat Lewat P3MI, Kini Bisa Lanjut Kerja Secara Mandiri

Uncategorized

Tempatkan PRT ke Arab Saudi, Kementerian P2MI Jatuhkan Sanksi PT Setia Mulia Kridatama

badge-check


					Tempatkan PRT ke Arab Saudi, Kementerian P2MI Jatuhkan Sanksi PT Setia Mulia Kridatama Perbesar

Depok – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI) menjatuhkan sanksi penghentian sebagian kegiatan usaha kepada sebuah Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

P3MI tersebut adalah PT Setia Mulia Kridatama, yang terbukti melanggar aturan dengan tetap memberangkatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik atau PRT ke kawasan Timur Tengah. Padahal, sejak tahun 2015 pemerintah telah menetapkan moratorium penempatan PRT ke 19 Negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.

“Perusahaan ini tetap mengirim PRT ke Arab Saudi, sehingga jelas melanggar ketentuan moratorium,” tegas Direktur Jenderal Pelindungan KemenP2MI, Rinardi, pada Selasa (3/2/2026).

Selain melanggar moratorium, PT Setia Mulia Kridatama juga melakukan pelanggaran lain, antara lain:

  • Merekrut Calon PMI meski izin perekrutan telah dicabut;
  • Tidak melakukan seleksi melalui Dinas Ketenagakerjaan setempat;
  • Tidak melaporkan hasil seleksi Calon PMI;
  • Tidak mendaftarkan dan mengikutsertakan calon PMI dalam orientasi pra-pemberangkatan.

Atas berbagai pelanggaran tersebut, Kemen P2MI menjatuhkan sanksi administratif berupa penghentian sementara sebagian kegiatan usaha.

“Sanksi ini merupakan bagian dari pembinaan. Kami tidak langsung mencabut izin, tetapi memberikan waktu sekitar tiga bulan bagi perusahaan untuk memenuhi kewajibannya,” jelas Rinardi.

Ia menegaskan, jika perusahaan tidak memenuhi kewajiban hingga batas waktu yang ditentukan, maka sanksi lanjutan akan diberlakukan.

“Pada 28 April 2026 seluruh kewajiban harus sudah dipenuhi. Jika tidak, maka akan masuk ke tahapan sanksi berikutnya, mulai dari pencairan deposito hingga pencabutan Surat Izin Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (SIP3MI),” pungkasnya.

Baca Lainnya

Arnon Hiborang: KILO 188 Diadopsi, Awak Kapal Ikan Lebih Terlindungi di Dalam dan Luar Negeri

3 Mei 2026 - 11:16 WIB

Peringatan Hari Kartini di Jeddah, Kuatkan Peran Perempuan Pekerja Migran Indonesia

15 April 2026 - 16:33 WIB

Jenazah PMI Asal Purwadadi Lebakwangi Serang Siti Muijah Dipulangkan dari Arab Saudi

2 April 2026 - 12:55 WIB

Tragedi Kebakaran di Tai Po Hong Kong: 9 WNI Meninggal, 42 Masih Belum Ditemukan

1 Desember 2025 - 21:34 WIB

Kabar Duka: Desi Widiana PMI Asal Kediri, Meninggal Dunia dalam Kebakaran Hong Kong

29 November 2025 - 14:48 WIB

Trending di Uncategorized