Menu

Mode Gelap
Terjebak di Kamboja: Kisah Pilu Elinda, PMI Bogor Kelaparan dan Ingin Bunuh Diri Hari Pelaut Sedunia 2026: Menjalankan Perdagangan Dunia, Menanggung Risiko, Menunggu Kepastian Hukum Agus Gia Apresiasi Konsuler KBRI Amman Pantau Kondisi PMI Sukabumi Korban Trafficking Beban Biaya Perawatan Rp1,3 Miliar, Nurlani Akhirnya Diselamatkan Solidaritas Buruh Lintas Negara Anggota DPR Cellica Nurrachadiana Desak Disnaker Karawang Cegah Penempatan Non Prosedural Indonesia-Jerman Teken LoI Peningkatan Kapasitas CPMI Sektor Kesehatan dan Teknologi Tinggi

Berita

Tim Nusantara Raih Runner Up di Turnamen Bola Voli Super Dome Jeddah Arab Saudi

badge-check


					Tim Nusantara Raih Runner Up Turnamen Super Dome Jeddah Arab Saudi Perbesar

Tim Nusantara Raih Runner Up Turnamen Super Dome Jeddah Arab Saudi

Tim Nusantara menorehkan prestasi membanggakan di tanah rantau. Dalam Turnamen Bola Voli Super Dome Jeddah yang digelar Era Experience pada 28–31 Januari 2026, tim yang beranggotakan para Pekerja Migran Indonesia ini berhasil meraih posisi runner up.

Kabar tersebut disampaikan oleh manajer tim, Kang Iyad, pada 3 Februari 2026.

Menurut Kang Iyad, turnamen bergengsi ini diikuti delapan akademi voli ternama di Jeddah.

Perjalanan Tim Nusantara menuju final penuh cerita heroik. Di babak penyisihan, mereka menumbangkan tuan rumah Era Experience dan tim Sharnob.

Lalu di semifinal, mereka mengalahkan Falcon, tim gabungan pemain asal Filipina dan Mesir.

Di babak final, Tim Nusantara harus mengakui keunggulan Leopard-Akademi voli yang diperkuat pemain asal Turki, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab—dengan skor 3–0.

“Meski kalah, Tim Nusantara pulang dengan medali perak dan hadiah uang sebesar SR 2000 atau sekitar Rp 8,8 juta, ujarnya.

Pelatih Ikin menambahkan, jika nama “Tim Nusantara” dipilih karena para pemainnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia: dua dari Bima, dua dari Cianjur, dua dari Sukabumi, satu dari Lombok dan satu lagi dari Karawang.

“Mereka adalah Yuyun, Lulu, Sarah, Susi, Eka, Riri, Syifa, dan Nenah Novi. Semuanya pekerja migran yang sehari-hari bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga atau di sektor domestik,” terangnya.

Pelatih Ari menambahkan, untuk bisa bertanding, mereka harus berjuang meminta izin dari majikan masing-masing.

“Sehingga latihan dilakukan dengan penuh keterbatasan: setiap Jumat pagi pukul 07.00–10.00, saat para majikan masih terlelap, mereka memanfaatkan waktu itu untuk berlatih,” katanya.

Bagi Yuyun, salah satu pemain, pencapaian ini lebih dari sekadar medali. “Kami bangga, meski hanya juara kedua. Kami sudah berhasil mengalahkan banyak tim besar di Jeddah,” ujarnya dengan mata berbinar.

Kisah Tim Nusantara membawa pesan moral tentang semangat, pengorbanan, dan kebanggaan menjadi bagian dari Pekerja Migran Indonesia di tanah rantau.

Mereka membuktikan bahwa kerja keras dan tekad bisa melampaui batas, bahkan di tengah keterbatasan.

Baca Lainnya

Terjebak di Kamboja: Kisah Pilu Elinda, PMI Bogor Kelaparan dan Ingin Bunuh Diri

23 Juni 2026 - 15:46 WIB

Hari Pelaut Sedunia 2026: Menjalankan Perdagangan Dunia, Menanggung Risiko, Menunggu Kepastian Hukum

23 Juni 2026 - 10:20 WIB

Agus Gia Apresiasi Konsuler KBRI Amman Pantau Kondisi PMI Sukabumi Korban Trafficking

22 Juni 2026 - 10:18 WIB

Beban Biaya Perawatan Rp1,3 Miliar, Nurlani Akhirnya Diselamatkan Solidaritas Buruh Lintas Negara

20 Juni 2026 - 17:38 WIB

Anggota DPR Cellica Nurrachadiana Desak Disnaker Karawang Cegah Penempatan Non Prosedural

19 Juni 2026 - 09:50 WIB

Trending di Berita