Menu

Mode Gelap
Masuk Kabinet, Persatuan Buruh Migran Sebut Said Iqbal Penuhi 4 Syarat ‘Manusia Politik’ SPKP, Disnaker Tegal dan KP2MI Akan Gelar Sosialisasi Penempatan Awak Kapal Migran Berkat Gotong Royong, Nunung, Pekerja Migran Karawang yang Stroke di Taiwan Akhirnya Bisa Pulang 4 Usulan Perpemindo untuk Perbaikian Permen P2MI Tentang Tata Cara Pelakanaan Penempatan PMI Tiga Asosiasi P3MI Desak Revisi Dua Permen P2MI: Pelaksanaan Penempatan dan Persyaratannya Marak Penipuan Loker Luar Negeri, Aktivis Tuntut Pemerintah Tegas Bubarkan LPK

Berita

Tim Nusantara Raih Runner Up di Turnamen Bola Voli Super Dome Jeddah Arab Saudi

badge-check


					Tim Nusantara Raih Runner Up Turnamen Super Dome Jeddah Arab Saudi Perbesar

Tim Nusantara Raih Runner Up Turnamen Super Dome Jeddah Arab Saudi

Tim Nusantara menorehkan prestasi membanggakan di tanah rantau. Dalam Turnamen Bola Voli Super Dome Jeddah yang digelar Era Experience pada 28–31 Januari 2026, tim yang beranggotakan para Pekerja Migran Indonesia ini berhasil meraih posisi runner up.

Kabar tersebut disampaikan oleh manajer tim, Kang Iyad, pada 3 Februari 2026.

Menurut Kang Iyad, turnamen bergengsi ini diikuti delapan akademi voli ternama di Jeddah.

Perjalanan Tim Nusantara menuju final penuh cerita heroik. Di babak penyisihan, mereka menumbangkan tuan rumah Era Experience dan tim Sharnob.

Lalu di semifinal, mereka mengalahkan Falcon, tim gabungan pemain asal Filipina dan Mesir.

Di babak final, Tim Nusantara harus mengakui keunggulan Leopard-Akademi voli yang diperkuat pemain asal Turki, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab—dengan skor 3–0.

“Meski kalah, Tim Nusantara pulang dengan medali perak dan hadiah uang sebesar SR 2000 atau sekitar Rp 8,8 juta, ujarnya.

Pelatih Ikin menambahkan, jika nama “Tim Nusantara” dipilih karena para pemainnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia: dua dari Bima, dua dari Cianjur, dua dari Sukabumi, satu dari Lombok dan satu lagi dari Karawang.

“Mereka adalah Yuyun, Lulu, Sarah, Susi, Eka, Riri, Syifa, dan Nenah Novi. Semuanya pekerja migran yang sehari-hari bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga atau di sektor domestik,” terangnya.

Pelatih Ari menambahkan, untuk bisa bertanding, mereka harus berjuang meminta izin dari majikan masing-masing.

“Sehingga latihan dilakukan dengan penuh keterbatasan: setiap Jumat pagi pukul 07.00–10.00, saat para majikan masih terlelap, mereka memanfaatkan waktu itu untuk berlatih,” katanya.

Bagi Yuyun, salah satu pemain, pencapaian ini lebih dari sekadar medali. “Kami bangga, meski hanya juara kedua. Kami sudah berhasil mengalahkan banyak tim besar di Jeddah,” ujarnya dengan mata berbinar.

Kisah Tim Nusantara membawa pesan moral tentang semangat, pengorbanan, dan kebanggaan menjadi bagian dari Pekerja Migran Indonesia di tanah rantau.

Mereka membuktikan bahwa kerja keras dan tekad bisa melampaui batas, bahkan di tengah keterbatasan.

Baca Lainnya

Masuk Kabinet, Persatuan Buruh Migran Sebut Said Iqbal Penuhi 4 Syarat ‘Manusia Politik’

7 Juni 2026 - 17:54 WIB

SPKP, Disnaker Tegal dan KP2MI Akan Gelar Sosialisasi Penempatan Awak Kapal Migran

6 Juni 2026 - 11:13 WIB

Berkat Gotong Royong, Nunung, Pekerja Migran Karawang yang Stroke di Taiwan Akhirnya Bisa Pulang

5 Juni 2026 - 10:24 WIB

4 Usulan Perpemindo untuk Perbaikian Permen P2MI Tentang Tata Cara Pelakanaan Penempatan PMI

4 Juni 2026 - 10:09 WIB

Pengurus Perpemindo mengusulkan perbaikan Permen P2MI No. 2 Tahun 2026 Tentang Tata Cata Penempatan oleh Pelaksana Penempatan

Tiga Asosiasi P3MI Desak Revisi Dua Permen P2MI: Pelaksanaan Penempatan dan Persyaratannya

3 Juni 2026 - 22:12 WIB

Trending di Berita