Menu

Mode Gelap
Tanpa UU Reforma Agraria, Warga Desa Kian Terdesak Jadi Pekerja Migran di Luar Negeri Perkuat Pelindungan PMI di Malaysia, BPJS Ketenagakerjaan dan PERKESO Perbarui Kerja Sama Strategis Mengubah Sampah Jadi Senyum: Kiprah Universal Volunteer Harumkan Nama Bangsa di Taiwan Menteri P2MI, Mukhtarudin, Cabut Izin PT Alfa Nusantara Perdana Akibat Penempatan Non-Prosedural Dua Tahun Putus Kontak, Warga Karawang Cari Keberadaan Diah Fitria di Taichung Taiwan APJATI dan PUSMA Gelar Program Pencocokan Peluang Kerja Malaysia – Indonesia 2026

Berita

Kementerian P2MI Cabut Izin Tiga Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Bekasi

badge-check


					Kementerian P2MI Cabut Izin Tiga Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Bekasi Perbesar

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mengambil langkah tegas dengan mencabut izin tiga Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang beroperasi di Bekasi. Tindakan ini dilakukan karena perusahaan-perusahaan tersebut dinilai lalai dalam memenuhi tanggung jawab terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Ketiga perusahaan tersebut yaitu:

  • PT Multi Intan Amanah Internasional beralamat di Jl. Lingkar Luar Utara Gang Nias No.7, Bekasi Utara. Perusahaan ini tidak menyetorkan kembali uang deposito yang seharusnya digunakan untuk penyelesaian masalah calon PMI.
  • PT Putri Samawa Mandiri berlokasi di Jl. R.H. Umar, Jakamulya, Bekasi Selatan. Perusahaan ini tidak menyelesaikan kewajiban terkait hak-hak PMI yang telah ditempatkan.
  • PT Ramzy Cahaya Karya di Jl. Haji Gamun No. 88, Jatimakmur, Pondok Gede. Perusahaan ini tidak memenuhi kewajiban penyelesaian hak PMI, tidak menambah deposito untuk kebutuhan perselisihan, serta tidak memenuhi syarat izin resmi SIP3MI.

KP2MI menegaskan bahwa pencabutan izin ini merupakan bentuk komitmen negara dalam melindungi Pekerja Migran Indonesia. Pemerintah tidak akan memberi ruang bagi praktik penempatan yang mengabaikan hak, keadilan, dan keselamatan PMI. Setiap lembaga penempatan diwajibkan patuh pada aturan, menyelesaikan hak pekerja, dan menjalankan mandat perlindungan secara penuh.

Langkah ini menjadi pesan jelas bahwa negara berpihak pada Pekerja Migran Indonesia dan akan terus mengawal kualitas lembaga penempatan demi terciptanya penempatan yang aman, bermartabat, dan berkeadilan.

Bagi pekerja migran yang mengalami kendala atau ingin melaporkan permasalahan, KP2MI menyediakan kanal pengaduan melalui WhatsApp di nomor 0811 8080 141.

Baca Lainnya

Tanpa UU Reforma Agraria, Warga Desa Kian Terdesak Jadi Pekerja Migran di Luar Negeri

15 September 2026 - 18:58 WIB

Perkuat Pelindungan PMI di Malaysia, BPJS Ketenagakerjaan dan PERKESO Perbarui Kerja Sama Strategis

15 September 2026 - 17:36 WIB

Mengubah Sampah Jadi Senyum: Kiprah Universal Volunteer Harumkan Nama Bangsa di Taiwan

14 September 2026 - 19:20 WIB

Menteri P2MI, Mukhtarudin, Cabut Izin PT Alfa Nusantara Perdana Akibat Penempatan Non-Prosedural

14 September 2026 - 17:45 WIB

Dua Tahun Putus Kontak, Warga Karawang Cari Keberadaan Diah Fitria di Taichung Taiwan

12 September 2026 - 17:45 WIB

Trending di Berita