Menu

Mode Gelap
Menukar Kebebasan Semu dengan Air Mata: Sisi Gelap Fenomena Paperan PMI Hong Kong Pasca Pengesahan Perpres No. 25/2026, SAKTI dan EJF Gelar Sosialisasi Nasional Konvensi ILO 188 16 Tahun Hilang dan Tak Digaji di Tabuk Arab Saudi, Hayanah Akhirnya Pulang ke Serang Anggota DPRD Karawang Saefudin Zuhri, Perjuangkan Pemulangan PMI Icih Yunengsih dari Dubai KDEI Taipei Perkuat Rantai Pasok Industri, Dorong Peningkatan Ekspor Manufaktur Indonesia Miris! Ratusan PMI Ditangkap di Jeddah, Terjerat Kasus Prostitusi, Miras dan Narkoba

Berita

Dzulfikar Ahmad Tegaskan: Kompetensi Jadi Kunci Masa Depan Pelindungan PMI di Arab Saudi

badge-check


					Dzulfikar Ahmad Tawalla Bersama Duta Besar RI untuk Arab Saudi, HE Abdul Aziz Ahmad Perbesar

Dzulfikar Ahmad Tawalla Bersama Duta Besar RI untuk Arab Saudi, HE Abdul Aziz Ahmad

Kunjungan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, ke Riyadh menegaskan kembali komitmen pemerintah terhadap isu strategis penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Arab Saudi, HE Abdul Aziz Ahmad, sejumlah agenda penting dibahas, mulai dari pemahaman aturan ketenagakerjaan setempat, kesiapan kompetensi, hingga penguasaan bahasa sebagai kunci keberhasilan.

Arah Perubahan Bursa Kerja
Meski mayoritas PMI masih bekerja di sektor informal, tren perubahan mulai terlihat. Berdasarkan data KBRI Riyadh, penempatan di sektor formal kini meningkat hingga 38%, dengan kebutuhan pasar kerja yang besar di bidang kesehatan. Tercatat, Arab Saudi membutuhkan 2.500 perawat di wilayah timur. Ini membuka peluang bagi PMI terampil untuk bekerja di sektor yang lebih aman, profesional, dan bermartabat.

Penguatan dari Dalam Negeri
Pembahasan mengerucut pada pentingnya penguatan sejak dalam negeri melalui pelatihan Prometric dan bahasa Arab. Hal ini sejalan dengan program prioritas Presiden 2026 yang menargetkan 500.000 PMI profesional di bidang kesehatan, las, perawatan, dan hospitality. PMI yang lulus sertifikasi akan memiliki peluang bekerja tidak hanya di Arab Saudi, tetapi juga di seluruh negara Teluk.

Kerja Sama Strategis
Kerja sama dengan Sulaiman Al Habib Group, salah satu lembaga kesehatan terbesar di Arab Saudi, turut dijajaki. Pemerintah mendorong agar pelaksanaan ujian Prometric dapat dilakukan langsung di Indonesia, sehingga akses sertifikasi lebih mudah bagi calon PMI.

Isu Perlindungan Krusial
Selain peluang kerja, perhatian serius juga diberikan pada isu-isu perlindungan, seperti status hukum pernikahan PMI, ketiadaan penghulu Indonesia di Arab Saudi, hingga tingginya biaya bantuan hukum. Semua ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh untuk memastikan hak-hak PMI terlindungi.

“Peluang besar ini harus dimanfaatkan. Kami memastikan proses sertifikasi kompetensi dapat diakses dengan mudah oleh Pekerja Migran Indonesia,” tegas Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla di Riyadh pada Jumat, 19 Desember 2025.

Masa Depan PMI

Menurut Dzulfikar, langkah ke depan akan semakin jelas: bahwa perlindungan menyeluruh dan penempatan berkualitas ditempuh melalui peningkatan kapasitas atau pelatihan  keterampilan Calon PMI, dengan dukungan kebijakan dan anggaran yang tepat. Dengan demikian masa depan PMI ditentukan bukan hanya oleh sistem, tetapi juga oleh kualitas dan kesiapan mereka sejak berangkat.

Baca Lainnya

Pasca Pengesahan Perpres No. 25/2026, SAKTI dan EJF Gelar Sosialisasi Nasional Konvensi ILO 188

13 Juli 2026 - 15:09 WIB

16 Tahun Hilang dan Tak Digaji di Tabuk Arab Saudi, Hayanah Akhirnya Pulang ke Serang

12 Juli 2026 - 17:52 WIB

Anggota DPRD Karawang Saefudin Zuhri, Perjuangkan Pemulangan PMI Icih Yunengsih dari Dubai

11 Juli 2026 - 17:09 WIB

KDEI Taipei Perkuat Rantai Pasok Industri, Dorong Peningkatan Ekspor Manufaktur Indonesia

9 Juli 2026 - 14:08 WIB

Miris! Ratusan PMI Ditangkap di Jeddah, Terjerat Kasus Prostitusi, Miras dan Narkoba

9 Juli 2026 - 12:01 WIB

Trending di Arab Saudi