Taipei – Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei terus memperkuat perannya dalam mendukung daya saing industri manufaktur Indonesia melalui upaya memastikan ketersediaan bahan baku industri yang berkualitas dan berkelanjutan.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja ke Lian Shin Resource Co., Ltd., perusahaan pengolah scrap aluminium di Taiwan yang berpotensi menjadi mitra pemasok bagi industri pengolahan di Indonesia.
Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, beserta jajaran melakukan kunjungan dan diterima langsung oleh pimpinan perusahaan, Tim Yang, yang memperkenalkan proses pengolahan scrap aluminium sebelum diekspor ke berbagai negara.
Dalam kesempatan tersebut, Arif Sulistiyo menegaskan bahwa scrap aluminium merupakan salah satu bahan baku strategis bagi industri peleburan aluminium di Indonesia.
Ketersediaan pasokan yang memadai akan mendukung peningkatan kapasitas produksi industri nasional, menciptakan nilai tambah di dalam negeri, serta memperkuat daya saing ekspor produk manufaktur Indonesia di pasar global.
“Kecukupan pasokan bahan baku merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan industri manufaktur. Semakin kuat rantai pasok industri, semakin besar peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk bernilai tambah dan memperluas daya saing di pasar internasional,” ujar Arif Sulistiyo pada 8 Juli 2026.
Selain memastikan kecukupan pasokan, KDEI Taipei juga menekankan pentingnya aspek keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi. Scrap aluminium yang diekspor ke Indonesia harus memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk terbebas dari kandungan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), sehingga dapat mendukung industri yang aman, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen KDEI Taipei dalam memperkuat pasokan bahan baku dan penguatan daya saing bagi industri manufaktur di dalam negeri melalui peningkatan kerja sama perdagangan sektor industri.
Sinergi antara pelaku usaha Taiwan dan industri pengolahan Indonesia diharapkan mampu memperkuat rantai pasok nasional, meningkatkan investasi, menciptakan nilai tambah di dalam negeri, serta mendorong pertumbuhan ekspor manufaktur Indonesia secara berkelanjutan









