Menu

Mode Gelap
Anggota DPRD Karawang Saefudin Zuhri, Perjuangkan Pemulangan PMI Icih Yunengsih dari Dubai KDEI Taipei Perkuat Rantai Pasok Industri, Dorong Peningkatan Ekspor Manufaktur Indonesia Miris! Ratusan PMI Ditangkap di Jeddah, Terjerat Kasus Prostitusi, Miras dan Narkoba Viral, Koidah PMI Indramayu di Irak, Setahun Tak Digaji, Ibunya Lumpuh Terpaksa Mengemis untuk Makan Risiko Berlapis PMI Non-Prosedural Hamil di Luar Negeri: Minim Medis dan Dokumen Rumit Sempat Tertunda, Yuswati, PMI Sakit Asal Sukabumi Berhasil Dipulangkan dari Abu Dhabi

Berita

Yusri Al Bima Luruskan Skenario Evakuasi PMI di Timur Tengah

badge-check


					Yusri Albima Ketum Angkatan Muda Bima Indonesia Perbesar

Yusri Albima Ketum Angkatan Muda Bima Indonesia

Jakarta – Ketua Umum Angkatan Muda Bima Indonesia (AMBI), Yusri Al Bima, meluruskan pernyataan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengenai skenario evakuasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam situasi perangTimur Tengah.

Menanggapi berita salah satu media nasional pada 3 Maret 2026 tersebut, Yusri mengapresiasi niat baik Menteri sebagai bentuk tanggung jawab nyata terhadap pelindungan PMI. Namun, ia menekankan pentingnya akurasi pembagian wewenang antar kementerian/lembaga.

Akurasi Istilah: Evakuasi, Repatriasi, Rehabilitasi dan Reintegrasi

Yusri menyarankan agar Menteri P2MI lebih cermat dalam menyampaikan pernyataan publik guna menghindari tumpang tindih kewenangan. Ia menjelaskan bahwa skenario evakuasi hingga repatriasi (pemulangan) merupakan domain utama Perwakilan RI, seperti KBRI dan KJRI.

“KBRI dan KJRI sudah memiliki rencana kontinjensi yang matang. Mereka memetakan risiko mulai dari Siaga 3 hingga Siaga 1, termasuk proses pemulangan ke tanah air,” ujar Yusri pada 8 Maret 2026.

Menurutnya, peran Kementerian P2MI seharusnya lebih fokus pada penanganan PMI setelah sampai bandara hingga sampai ke kampung halaman masing-masing.

Dorong Sinergi Data Melalui Koordinasi Lintas Wamen

Sebagai solusi strategis, Yusri mengusulkan penguatan kerja sama antara Kementerian P2MI dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), terutama dalam sinkronisasi data.

“Langkah terbaik adalah menugaskan Wakil Menteri P2MI untuk berkoordinasi intensif dengan Kemlu. Pemerintah perlu menyatukan data Sistem Komputerisasi Penempatan dan Pelindungan PMI dengan data Lapor Diri pada sistem Peduli WNI,” lanjutnya.

Ia meyakini penyatuan ini akan menciptakan basis data komprehensif yang krusial dalam merespons krisis secara cepat dan tepat.

Fokus Utama: Rehabilitasi dan Reintegrasi di Tanah Air

Yusri mengingatkan bahwa tugas pokok Kementerian P2MI adalah menyiapkan infrastruktur penyambutan saat PMI tiba sampai kepulangan ke kampung halaman. Fokus utamanya mencakup tiga poin penting:

  • Rehabilitasi: Menyediakan fasilitas perawatan bagi PMI yang mengalami gangguan kesehatan fisik maupun psikologis akibat trauma perang.
  • Reintegrasi & Hak Pekerja: Mengawal dan memastikan seluruh hak PMI, termasuk gaji yang belum terbayar, terdata dengan baik saat mereka tiba.
  • Sarana Prasarana: Mengoptimalkan BP3MI atau fasilitas bandara untuk menampung PMI yang pulang bersama anak dan keluarga.

Ajak Kolaborasi Aktivis dan Relawan

Menutup pernyataannya, Yusri mengusulkan kepada Menteri P2MI untuk mengonsolidasikan organisasi masyarakat dan aktivis sebagai relawan. Ia menegaskan kesiapan AMBI untuk bersinergi demi keselamatan para pahlawan devisa.

“Kami siap menjadi relawan bersama organisasi lainnya. Mari duduk bersama dan pastikan setiap langkah antisipasi ini berjalan sesuai jalur hukum serta prosedur yang berlaku,” pungkas Yusri Al Bima.

Baca Lainnya

Anggota DPRD Karawang Saefudin Zuhri, Perjuangkan Pemulangan PMI Icih Yunengsih dari Dubai

11 Juli 2026 - 17:09 WIB

KDEI Taipei Perkuat Rantai Pasok Industri, Dorong Peningkatan Ekspor Manufaktur Indonesia

9 Juli 2026 - 14:08 WIB

Miris! Ratusan PMI Ditangkap di Jeddah, Terjerat Kasus Prostitusi, Miras dan Narkoba

9 Juli 2026 - 12:01 WIB

Viral, Koidah PMI Indramayu di Irak, Setahun Tak Digaji, Ibunya Lumpuh Terpaksa Mengemis untuk Makan

8 Juli 2026 - 20:38 WIB

Risiko Berlapis PMI Non-Prosedural Hamil di Luar Negeri: Minim Medis dan Dokumen Rumit

8 Juli 2026 - 09:08 WIB

Trending di Arab Saudi