Menu

Mode Gelap
Lita: Usai Surpres Terbit, DPR Ngegas Bahas RUU Pelindungan PRT Prabowo Terbitkan Surat Presiden untuk Tindaklanjuti RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Relawan Jabis Karawang Pulangkan PMI Lansia Indramayu dari Penang Malaysia 2 Tersangka Bos LPK Azumy Gakuin Centre, Resmi Ditahan Kejari Purwakarta Transformasi Banten: Wamen Dzulfikar Ahmad Tawalla Dorong SMK Go Global Tembus Pasar Dunia Wamen Christina Aryani Bidik Peluang Kerja Profesional Sektor Hospitality di Fiji

Berita

Siti Hotima Bongkar Foto dan Video Perekrut Abu Khaled

badge-check


					Umam dan Abu Khaled (Foto Istimewa) Perbesar

Umam dan Abu Khaled (Foto Istimewa)

Siti Hotima, korban penempatan ilegal dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) mengungkap dalang perekrutan ke Oman dan Irak. Hal ini disampaikannya melalui pesan tertulis Whatsapp pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Menurut Siti, pelaku penempatan ilagal itu adalah Abu Khaled yang merupakan bos dari Umam, Samhariyadi dan Yulia Rohman.

“Video ini penyerahan saya dan teman saya ke pak Abu Khaled. Saya di antar oleh sopir, pak Umam, sopir PT Timurraya Jaya Lestari. Saya diserahkan oleh sponsor Samhariyadi di rumah Abu Khaled di Bogor. Mereka merima transfer uang dari Abu Khaled,” ujarnya

Diteruskan, Setelah mereka pulang (Umam dan Samhariyadi), lalu Abu Khaled menunjukkan tanda buktinya kepada saya

“Transfernya Rp10 juta kepada pak Umam,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Siti mengungkapkan bahwa pak Umam tidak jujur mendapatkan transfer uang sebesar Rp10 juta dari Abbu Khaled.

“Dia bilangnya cuma satu juta, tapi Abu Khaled ngasih tahu kepada saya mentransfer Rp10 juta.  Setelah itu pak Umam memberikan uang tersebut kepada Samhariyadi,” jelasnya.

Handphone di Banting

Selain itu Siti juga menjelaskan jika, sebenarnya dia banyak menyimpan foto dan video pada saat ditampaung di rumah Abu Khaled. Tetapi banyak dihapus dan bahkan ponselnya di banting oleh agensi Omar Rashid.

“Pada saat kerja di Oman saya minta pulang ke KBRI tetapi majikan tidak mau. Akhirnya saya dibawa ke agensi. Sampai di agensi handpone saya langsung diambil lalu dibanting. Dokumen saya disobek. Bukti-bukti dirampas. Saya di marahi habis habisan di depan majikan,” katanya

Ditambahkan, semua isi handpone saya dicek satu-satu, dirampas sampai 30 hari. Begitu juga dengan buku telephone. Kemudian agensi menyembunyikannya di gedung paling tinggi sendirian. Kemudian memindahkan lagi ke rumah staf agensi lain yang bernama Muhammad. Dia di sembunyikan lagi di gedung paling tinggi sendirian tanpa akses tidak ada teman .

“Setelah itu saya di paksa bekerja di Irak . Saya tidak mau . Tapi tetap dipaksa . Saya bilang saya mau pulang.Kata agensi Oman tidak boleh. Kamu harus bekerja 2 tahun di Irak,” katanya menirukan ucapan staf agensi.

Siti mengaku bersyukur karena setelah staf agensi membanting ponsel dan merampasnya, lalu memberikan lagi kepadanya, handphone masih hidup dan sebgaian datanya terselematkan.

“Ternyata handpone saya masih hidup . Saya sujud syukur karena bukti ada di handpone meskipiun sebagian data pentingnya hilang,” pungkas Siti Hotima.

Baca Lainnya

Lita: Usai Surpres Terbit, DPR Ngegas Bahas RUU Pelindungan PRT

19 April 2026 - 11:50 WIB

Prabowo Terbitkan Surat Presiden untuk Tindaklanjuti RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

18 April 2026 - 18:04 WIB

Relawan Jabis Karawang Pulangkan PMI Lansia Indramayu dari Penang Malaysia

17 April 2026 - 16:17 WIB

2 Tersangka Bos LPK Azumy Gakuin Centre, Resmi Ditahan Kejari Purwakarta

17 April 2026 - 13:25 WIB

Transformasi Banten: Wamen Dzulfikar Ahmad Tawalla Dorong SMK Go Global Tembus Pasar Dunia

16 April 2026 - 17:50 WIB

Trending di Berita