Jakarta — Rasa haru mewarnai Gedung Karya Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, pada Selasa (11/8/2026). Setelah menempuh proses panjang dan administratif yang ketat, keluarga mendiang Iwan Darmawan, pelaut asal Tegal yang gugur dalam tugas di perairan Korea Selatan, akhirnya menerima hak santunan asuransi kematian senilai USD 86.157,41 atau setara Rp1,54 miliar (Rp1.542.425.363,10).
Penyerahan hak santunan asuransi ini dikawal langsung oleh Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pekerja Perikanan Indonesia (DPP AP2I) dan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.
Proses Transparan dan Akuntabel
Menurut Ketua Umum Asosiasi Pekerja Perikanan Indonesia (AP2I), Imam Syafi’i, proses serah terima santunan tersebut berjalan secara transparan karena disaksikan oleh Serikat Buruh dan Pejabat dari Instansi Pemerintah dalam hal ini Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub, Ir. Samsuddin, M.T., M.Mar.E., IPM., ASEAN Eng.
“Alhamduliah prosesnya berjalan lancar, waris almarhum, Sutirah dan Indah M, menerima hak tersebut dan masing-masing telah menandatanganani Berita Acara Penyerahan Asuransi bersama Direktur PT Inkor Dunia Samudera, Sulaiman Al Bugis,” jelas Imam Syafi’i.
Kilas Balik Tragedi di Perairan Busan
Lebih lanjut Imam Syafi’i menjelaskan bahwa Mendiang Iwan Darmawan merupakan anggota AP2I yang diberangkatkan melalui Perusahaan Keagenan Awak Kapal PT Inkor Dunia Samudera. Almarhum bertugas di atas kapal penangkap kepiting Shin Ban Jung Ho 2022 yang dioperasikan oleh perusahaan asal Korea Selatan, Dong Oh Trading Co., Ltd.
Nahas, pada 13 Februari 2025, kapal tempat kerjanya mengalami musibah kebakaran hebat di perairan Busan, Korea Selatan. Setelah upaya pencarian intensif dilakukan, jenazah Iwan tidak berhasil ditemukan, dan almarhum secara resmi dinyatakan meninggal dunia dalam tugas.
Wujud Nyata Perlindungan Pelaut Migran
Kehadiran AP2I bersama Kemenhub dalam mengawal hak-hak almarhum Iwan Darmawan menjadi bukti nyata hadirnya negara dan organisasi pekerja dalam melindungi para pelaut Indonesia yang mengadu nasib di mancanegara.
Keberhasilan penyerahan asuransi ini menegaskan komitmen bersama untuk memastikan bahwa setiap keringat dan pengorbanan ABK Indonesia mendapatkan jaminan perlindungan hukum serta finansial yang layak, bahkan di tengah musibah terberat sekalipun.









