Menu

Mode Gelap
Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

Berita

Muhammad Anak PMI Yordania Pikat Warga Cikampek, Gantengnya Jadi Selebritas Dadakan

badge-check


					Foto Muhammad Bakry bersama Ibunya Lina dan Anwar Ma'arif Ketua Persatuan Buruh Migran Perbesar

Foto Muhammad Bakry bersama Ibunya Lina dan Anwar Ma'arif Ketua Persatuan Buruh Migran

KARAWANG – Baru beberapa hari menginjakkan kaki di tanah kelahiran sang ibu, Muhammad (7), anak dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Karawang, mendadak viral dan menjadi “selebritas” di lingkungannya. Bocah tampan ini baru saja tiba dari Yordania bersama ibunya, Lina, pada Sabtu (10/1/2026).

Kini, setiap kali Muhammad melangkah keluar rumah di Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, warga sekitar seolah tak ingin melewatkan momen untuk berinteraksi atau sekadar mengabadikan foto bersama.

Jadi Pusat Perhatian di Lapangan Bola

Daya tarik Muhammad terlihat jelas saat ia diajak sang paman, Asep, melihat pertandingan sepak bola antarkampung (tarkam) baru-baru ini. Bukannya fokus ke arah bola, perhatian penonton justru teralihkan oleh kehadiran Muhammad.

“Waktu dibawa ke lapangan nonton bola, banyak penonton yang malah minta foto bareng. Katanya ganteng banget, wajahnya khas orang Arab,” ujar Asep saat pada Selasa (14/1/2026).

Tak hanya di lapangan, sepanjang perjalanan pulang pun Muhammad terus menjadi buah bibir. Banyak warga yang penasaran dan melontarkan pujian. “Banyak yang bilang, ‘Ganteng banget, anaknya siapa sih?’ gitu,” tambah Asep sembari tertawa.

Malu-Malu dan Kendala Bahasa

Meski menjadi pusat perhatian, Muhammad rupanya masih merasa canggung. Karena lahir dan besar di Yordania, ia belum bisa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda.

“Muhammad sepertinya malu-malu, tapi dia tidak bisa menolak kalau diajak foto bareng. Dia hanya bisa senyum-senyum saja karena memang belum mengerti bahasanya,” tambah bibinya Leni.

Rumah Mendadak “Inggris”

Menurut Leni, kehadiran Muhammad tidak hanya mengubah suasana desa, tapi juga kebiasaan di dalam rumah. Demi berkomunikasi dengan sang keponakan, keluarga besar Lina kini harus menyesuaikan dan menggunakan bahasa Inggris.

Leni menceritakan bahwa suasana rumah kini jadi penuh dengan celotehan bahasa asing. “Semenjak ada Muhammad, seisi rumah mendadak jadi ‘Inggris’.

“Kalau mau ajak main atau jalan, kami bilangnya, ‘Muhammad, come on! Let’s go!’,” tuturnya.

Meski masih dalam proses adaptasi, kehadiran Muhammad memberikan warna baru dan keceriaan bagi warga Desa Dawuan Tengah yang terpikat oleh keramahan dan paras menawan bocah cilik dari Yordania tersebut.

Baca Lainnya

Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang

22 September 2026 - 09:48 WIB

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Trending di Berita