Menu

Mode Gelap
IOM Indonesia Akan Gelar Pelatihan Perekrutan Adil dan Etis untuk Organisasi Masyarakat Sipil Waketum Apjati Maria Ginting: Kritik Keras Lambannya Birokrasi Penempatan PMI Ketum Aspataki Saiful Mashud: Dorong Pemerintah Maksimalkan Skema Penempatan Perseorangan Tempatkan PRT ke Arab Saudi, Kementerian P2MI Jatuhkan Sanksi PT Setia Mulia Kridatama Tim Nusantara Raih Runner Up di Turnamen Bola Voli Super Dome Jeddah Arab Saudi Kementerian P2MI Cabut Izin Tiga Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Bekasi

Berita

Muhammad Anak PMI Yordania Pikat Warga Cikampek, Gantengnya Jadi Selebritas Dadakan

badge-check


					Foto Muhammad Bakry bersama Ibunya Lina dan Anwar Ma'arif Ketua Persatuan Buruh Migran Perbesar

Foto Muhammad Bakry bersama Ibunya Lina dan Anwar Ma'arif Ketua Persatuan Buruh Migran

KARAWANG – Baru beberapa hari menginjakkan kaki di tanah kelahiran sang ibu, Muhammad (7), anak dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Karawang, mendadak viral dan menjadi “selebritas” di lingkungannya. Bocah tampan ini baru saja tiba dari Yordania bersama ibunya, Lina, pada Sabtu (10/1/2026).

Kini, setiap kali Muhammad melangkah keluar rumah di Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, warga sekitar seolah tak ingin melewatkan momen untuk berinteraksi atau sekadar mengabadikan foto bersama.

Jadi Pusat Perhatian di Lapangan Bola

Daya tarik Muhammad terlihat jelas saat ia diajak sang paman, Asep, melihat pertandingan sepak bola antarkampung (tarkam) baru-baru ini. Bukannya fokus ke arah bola, perhatian penonton justru teralihkan oleh kehadiran Muhammad.

“Waktu dibawa ke lapangan nonton bola, banyak penonton yang malah minta foto bareng. Katanya ganteng banget, wajahnya khas orang Arab,” ujar Asep saat pada Selasa (14/1/2026).

Tak hanya di lapangan, sepanjang perjalanan pulang pun Muhammad terus menjadi buah bibir. Banyak warga yang penasaran dan melontarkan pujian. “Banyak yang bilang, ‘Ganteng banget, anaknya siapa sih?’ gitu,” tambah Asep sembari tertawa.

Malu-Malu dan Kendala Bahasa

Meski menjadi pusat perhatian, Muhammad rupanya masih merasa canggung. Karena lahir dan besar di Yordania, ia belum bisa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda.

“Muhammad sepertinya malu-malu, tapi dia tidak bisa menolak kalau diajak foto bareng. Dia hanya bisa senyum-senyum saja karena memang belum mengerti bahasanya,” tambah bibinya Leni.

Rumah Mendadak “Inggris”

Menurut Leni, kehadiran Muhammad tidak hanya mengubah suasana desa, tapi juga kebiasaan di dalam rumah. Demi berkomunikasi dengan sang keponakan, keluarga besar Lina kini harus menyesuaikan dan menggunakan bahasa Inggris.

Leni menceritakan bahwa suasana rumah kini jadi penuh dengan celotehan bahasa asing. “Semenjak ada Muhammad, seisi rumah mendadak jadi ‘Inggris’.

“Kalau mau ajak main atau jalan, kami bilangnya, ‘Muhammad, come on! Let’s go!’,” tuturnya.

Meski masih dalam proses adaptasi, kehadiran Muhammad memberikan warna baru dan keceriaan bagi warga Desa Dawuan Tengah yang terpikat oleh keramahan dan paras menawan bocah cilik dari Yordania tersebut.

Baca Lainnya

IOM Indonesia Akan Gelar Pelatihan Perekrutan Adil dan Etis untuk Organisasi Masyarakat Sipil

6 Februari 2026 - 21:37 WIB

Waketum Apjati Maria Ginting: Kritik Keras Lambannya Birokrasi Penempatan PMI

5 Februari 2026 - 10:03 WIB

Ketum Aspataki Saiful Mashud: Dorong Pemerintah Maksimalkan Skema Penempatan Perseorangan

4 Februari 2026 - 17:37 WIB

Tim Nusantara Raih Runner Up di Turnamen Bola Voli Super Dome Jeddah Arab Saudi

3 Februari 2026 - 14:29 WIB

Kementerian P2MI Cabut Izin Tiga Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Bekasi

2 Februari 2026 - 17:54 WIB

Trending di Berita