Menu ✖

Mode Gelap
Kasus Gibran, Hukum Indonesia Hanya Tegas Bagi Rakyat Kecil PMI Tangerang, Sakit Parah di Riyadh Usai Nekat Kerja Jalur Umrah, Asiyah Mohon Anaknya Dipulangkan Aksi Di Depan Mahkamah Agung, Jati Tuntut Delapan Kebijakan Anti Hukuman Mati SAKTI, Awak Kapal Dilupakan UU Pelindungan Ketenagakerjaan PMI Cirebon Dituduh Mencuri Duit Majikan Sebesar RM10.200 atau setara dengan Rp44,6 juta Aturan Baru: PMI yang Berangkat Lewat P3MI, Kini Bisa Lanjut Kerja Secara Mandiri

Berita

Mengubah Sampah Jadi Senyum: Kiprah Universal Volunteer Harumkan Nama Bangsa di Taiwan

badge-check


					Aktivis Volunteer Indonesia di Taiwan, memungut sampah secara sukarela di berbagai kegiatan sosial Perbesar

Aktivis Volunteer Indonesia di Taiwan, memungut sampah secara sukarela di berbagai kegiatan sosial

Taipei – Di balik riuk pikuk kegiatan Formosa Warrior Culture Festival III yang diselenggarakan oleh komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan, sekelompok buruh migran memilih jalan yang berbeda untuk mengisi waktu luang mereka.

Tergabung dalam komunitas Universal Volunteer, para pahlawan devisa ini mendedikasikan diri menyapu dan memunguti sampah di berbagai acara dari kecil hingga berskala besar, baik yang diselenggarakan oleh masyarakat Indonesia maupun warga lokal Taiwan.

Aksi sosial yang berfokus pada kebersihan lingkungan ini murni didasari atas rasa kepedulian. Ketua Universal Volunteer, Halim, menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang mereka jalankan dilakukan tanpa memungut biaya atau menerima imbalan apa pun.

“Kami tidak menerima bayaran sama sekali. Karena ketulusan ini, organisasi kami sering diundang oleh warga setempat maupun komunitas pendatang untuk membantu menjaga kebersihan acara mereka,” ujar Halim disela kegiatan Formosa Warrior Culture Festival III (13/09/2026) di Taman 228 depan Museum Nasional Taiwan, Taipei.

Menurut Halim, komunitas ini pertama kali digagas pada tahun 2019 dengan jumlah pendiri sebanyak 10 orang.

“Kini, setelah tujuh tahun bergerak, jumlah anggotanya telah melonjak hingga mencapai 70 orang,” jelasnya.

Mengingat status mereka sebagai pekerja migran yang memiliki jadwal padat di perusahaan tempat kerjanya, sistem operasional kegiatan diatur secara fleksibel. Para anggota berpartisipasi secara bergilir menyesuaikan dengan waktu libur kerja masing-masing.

Lebih lanjut, Halim, mengaku sangat bangga melihat perkembangan organisasinya. Menurutnya, kini semakin banyak PMI yang tergerak dan peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

“Tentu bangga sekali. Aksi sederhana ini bisa mengangkat citra positif bagi PMI sekaligus membawa nama baik Indonesia di mata warga lokal Taiwan,” kata PMI asal Indramayu yang sudah sembilan tahun bekerja di Taiwan.

Semangat tulus ikhlas atau altruisme ini juga dirasakan langsung oleh para anggota di lapangan. Gandy, salah satu sukarelawan yang tergerak aktif dalam berbagai kegiatan kebersihan, mengaku tertular oleh kegiatan kerelawanan sehingga dapat berkontribusi tanpa mengharapkan imbalan materi.

“Senang rasanya bisa ikut bergabung. Walaupun tidak ada yang membayar, saya melakukan semua ini atas dasar panggilan jiwa,” tutur Gandy.

Melalui aksi nyata ini, Voluntier Indonesia membuktikan bahwa kepedulian tidak mengenal batas negara, dan dedikasi tanpa pamrih mampu memancarkan wajah Indonesia yang cinta kebersihan, ramah, santun, serta peduli lingkungan di ranah global.

Baca Lainnya

PMI Tangerang, Sakit Parah di Riyadh Usai Nekat Kerja Jalur Umrah, Asiyah Mohon Anaknya Dipulangkan

9 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Aksi Di Depan Mahkamah Agung, Jati Tuntut Delapan Kebijakan Anti Hukuman Mati

8 Oktober 2026 - 18:42 WIB

SAKTI, Awak Kapal Dilupakan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

8 Oktober 2026 - 10:33 WIB

PMI Cirebon Dituduh Mencuri Duit Majikan Sebesar RM10.200 atau setara dengan Rp44,6 juta

7 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Aturan Baru: PMI yang Berangkat Lewat P3MI, Kini Bisa Lanjut Kerja Secara Mandiri

7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Trending di Berita