Jakarta– Kabar akan dimasukkannya tokoh buruh Said Iqbal ke jajaran kabinet pemerintahan memicu respons positif dari berbagai elemen perburuan.
Ketua Umum Persatuan Buruh Migran, Anwar Ma’arif, menilai langkah tersebut sebagai keputusan tepat mengingat rekam jejak Said Iqbal yang dinilai telah memenuhi kriteria sebagai “manusia politik” sejati.
“Kami menyambut baik informasi tersebut. Sebagai manusia politik, Said Iqbal telah memenuhi syarat-syarat penting yang dibutuhkan untuk memegang jabatan publik,” ujar Anwar Ma’arif dalam pernyataan resminya, Minggu (7/6/2026).
Anwar membeberkan empat kriteria utama yang melekat pada sosok Said Iqbal, yang membuatnya layak menduduki kursi kekuasaan:
- Visi dan Kemampuan Mengembangkan Ide
Menurut Anwar, seorang pemimpin harus memiliki kecintaan pada gagasan besar yang lahir dari proses literasi, diskusi, dan kontemplasi.
“Ide dan gagasan merupakan cita-cita yang ingin diwujudkan. Said Iqbal dikenal kaya akan gagasan yang lahir dari proses panjang tersebut,” jelasnya.
- Kedekatan yang Kuat dengan Kelas Buruh
Politik, bagi Anwar, sejatinya adalah instrumen perjuangan untuk mendengar keluh kesah dan membedah persoalan masyarakat bawah.
“Said Iqbal lahir dari buruh, itu adalah modal utama. Jadi kita tahu persis apa yang dirasakan dan dibutuhkan buruh itulah yang dipikirkan Said Iqbal. Rekam jejak Said Iqbal telah membuktikan konsistensi itu,” tambah Anwar.
- Matang dalam Pengalaman Berorganisasi
Pengalaman memimpin gerakan massa menjadi poin krusial berikutnya. Anwar menekankan bahwa kepemimpinan Said Iqbal dalam menggerakkan kekuatan kolektif buruh dan mengoordinasikan organisasi besar menjadi modal penting dalam mengelola birokrasi pemerintahan.
- Kehendak Berkuasa untuk Kesejahteraan Publik
Kriteria terakhir dan paling menentukan adalah tujuan akhir dari manusia politik adalah kekuasaan. Anwar menegaskan, masuknya Said Iqbal dalam kekuasaan, seharusnya akan memudahkan kemaslahatan bersama dapat terjadi, bukan kepentingan pribadi.
“Dengan berkuasa nanti, Said Iqbal akan memiliki sarana yang lebih kuat dan luas untuk mewujudkan visi dan gagasan besarnya. Kami berharap kehadirannya di kabinet membawa perubahan nyata, terutama dalam memperjuangkan hak-hak dan kepentingan buruh serta masyarakat miskin lainnya, seperti buruh migran, petani gurem dan buruh nelayan,” pungkas Anwar.









