Menu

Mode Gelap
Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

Berita

Komnas Perempuan Akan Bedah Concluding Observations PMI

badge-check


					Sondang Komnas Perempuan Perbesar

Sondang Komnas Perempuan

Jakarta – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) akan menggelar forum konsultasi strategis.  Kegiatan ini akan mengundang 26 organisasi masyarakat sipil (CSO) secara daring, pada Jumat (13/3/2026).

Fokus pertemuan ini membedah Concluding Observations (CO) atau catatan kesimpulan dari Komite PBB untuk Perlindungan Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya.

Ketua Subkomisi Advokasi Internasional Komnas Perempuan, Sondang Frishka Simanjuntak menyampaikan hal tersebut melalui keterangan tertulis pada Seini, 09 Maret 2026.

Menurutnya, langkah ini menyikapi terbitnya rekomendasi resmi dari Komite CMW atas Laporan Periodik ke-II oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 2025.

“Sebagai Lembaga Nasional Hak Asasi Manusia (LNHAM), Komnas Perempuan memandang perlu adanya sinergi kuat untuk memastikan rekomendasi internasional tersebut dapat terimplementasi secara nasional,” ujarnya.

Memetakan Isu Strategis dan Prioritas Nasional

Dalam forum ini, Komnas Perempuan bersama para aktivis dan pendamping Pekerja Migran Indonesia mengkaji poin-poin krusial dalam dokumen CO. Tujuannya adalah memetakan isu-isu prioritas, terutama yang berdampak langsung pada kerentanan: kekerasan dan diskriminasi perempuan Pekerja Migran Indonesia.

Sondang Frishka Simanjuntak, menegaskan bahwa dokumen CO tersebut merupakan instrumen penting untuk menilai capaian sekaligus mengidentifikasi tantangan struktural yang terjadi.

“Dokumen CO ini bukan sekadar catatan teknis, melainkan kompas bagi kita untuk melihat sejauh mana pemenuhan dan perlindungan hak-hak perempuan pekerja migran telah berjalan. Kita perlu menelaah secara mendalam guna memetakan isu strategis yang memerlukan tindak lanjut segera. Terutama yang relevan dengan mandat perlindungan hak asasi perempuan,” jelasnya.

Sinergi untuk Advokasi Kebijakan

Selain melakukan pemetaan, konsultasi ini bertujuan melahirkan rekomendasi kolaboratif yang akan disodorkan kepada pemerintah. Keterlibatan organisasi masyarakat sipil, koalisi pekerja migran, dan kelompok perempuan penyintas menjadi kunci agar langkah tindak lanjut yang diambil berbasis pada bukti lapangan dan pengalaman nyata.

Sondang menambahkan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk memastikan proses tindak lanjut berjalan secara partisipatif.

“Sinergi antara Komnas Perempuan dan masyarakat sipil sangat krusial dalam merumuskan analisis bersama. Kami ingin memastikan bahwa usulan rekomendasi lanjutan kepada Pemerintah benar-benar selaras dengan kewajiban negara dalam pelaksanaan konvensi internasional,” pungkasnya.

Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi penguatan perlindungan hukum bagi perempuan pekerja migran, penyelarasan kebijakan nasional, serta peningkatan efektivitas pengawasan terhadap pemenuhan hak-hak pekerja dan anggota keluarganya.

Baca Lainnya

Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang

22 September 2026 - 09:48 WIB

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Trending di Berita