Menu

Mode Gelap
Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

Berita

KJRI Johor Bahru Malaysia Gercep Lindungi PMI yang Disiksa 4 Majikan

badge-check


					Layanan KJRI Johor Bahru Malaysia Perbesar

Layanan KJRI Johor Bahru Malaysia

Johor BahruKonsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru mengambil langkah cepat dengan memberikan pelindungan dan pendampingan kepada dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban pemukulan majikannya di wilayah Johor, Malaysia.

Dua korban berinisial YY dan SH kini telah berada di Tempat Tinggal Sementara (TTS) milik KJRI Johor Bahru demi menjamin keamanan mereka, sementara upaya pencarian dan penjemputan terhadap korban ketiga yang berada di Kuala Lumpur sedang dijalankan.

Menurut KJRI Johor Bahru, kasus ini bermula pada 13 Juni 2026, ketika layanan pengaduan Ksatria KJRI Johor Bahru menerima laporan dari YY.

YY dan SH Kerap Mengalami Perlakuan Kasar Sejak Akhir 2025

Dalam pengaduannya, YY mengungkapkan bahwa dirinya beserta dua temannya berinisial YA dan SH yang bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga, kerap mengalami perlakuan kasar dan kekerasan fisik selama bekerja.

Salah satu peristiwa pemukulan berat diketahui terjadi pada rentang waktu akhir 2025 hingga awal 2026. Pasca peristiwa itu, ketiga korban justru ditinggalkan begitu saja oleh majikan di kawasan Kampung Melayu Majidee, Johor.

Karena masih ingin bekerja di Malaysia, ketiganya kemudian berpisah mencari pekerjaan lagi. YA ke Kuala Lumpur, sedangkan YY dan SH tetap mencari pekerjaan di wilayah Johor.

Korban Ditempatkan Secara Non Prosedural

Kondisi mereka cukup rentan, ketiganya bekerja secara non-prosedural tanpa izin kerja sah, dan paspor pribadi mereka masih ditahan oleh pihak majikan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, KJRI Johor Bahru langsung bergerak dengan berkoordinasi bersama kepolisian setempat. Hasilnya, pada hari yang sama, Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Johor Bahru Utara berhasil menangkap empat orang pelakunya.

KJRI Johor Bahru Selamatkan Korban Lainnya

Saat ini, fokus utama KJRI Johor Bahru adalah memastikan keselamatan dan pemenuhan hak korban. Selain merawat YY dan SH, tim perwakilan RI juga berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur untuk menjemput YA agar mendapatkan perlindungan yang sama.

KJRI juga akan memfasilitasi proses pelaporan resmi ke kepolisian serta mendampingi korban melalui bantuan hukum selama proses hukum berjalan.

Dari peristiwa ini, KJRI Johor Bahru kembali mengingatkan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berniat bekerja ke luar negeri agar selalu menggunakan jalur resmi dan prosedural sesuai ketentuan yang berlaku.

Hal ini penting agar hak-hak, perlindungan hukum, dan jaminan keselamatan dapat terpenuhi secara maksimal.

Layanan Pengaduan Whatsapp +60 1052 88040

Bagi WNI/PMI yang mengalami masalah di wilayah KJRI Johor Bahru disarankan segera melapor melalui layanan WA Hotline Ksatria di nomor +60 1052 88040.

Penanganan kasus ini dikoordinasikan secara terpadu bersama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), dan KBRI Kuala Lumpur untuk memastikan segala aspek perlindungan berjalan optimal.

Baca Lainnya

Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang

22 September 2026 - 09:48 WIB

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Trending di Berita