Menu

Mode Gelap
Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata PMI Lampung Tengah, Eka Yuliana, Beberkan Pengalaman Proses Penempatan Kerja ke Taiwan

Berita

Kemen P2MI Perkuat Ekosistem Vokasi untuk Tingkatkan Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

badge-check


					Direktur Kelembagaan Vokasi KP2MI, Abri Danar Prabawa | Sumber Kemen P2MI Perbesar

Direktur Kelembagaan Vokasi KP2MI, Abri Danar Prabawa | Sumber Kemen P2MI

Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI) mendorong penguatan ekosistem vokasi sebagai strategi meningkatkan daya saing Pekerja Migran Indonesia (PMI) di pasar kerja global. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga pelatihan dan asosiasi.

Vokasi Jadi Kunci Persiapan Calon Pekerja Migran Indonesia

Direktur Kelembagaan Vokasi KP2MI, Abri Danar Prabawa, menegaskan bahwa sistem vokasi terarah dan terintegrasi menjadi kunci dalam menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar internasional.

“Forum ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah membangun vokasi yang responsif terhadap kebutuhan global,” ujarnya dalam Rapat Pengembangan E-Vokasi, dilansir dari laman Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Senin (13/4/2026).

Kolaborasi Lintas Lembaga

Forum tersebut dihadiri sejumlah asosiasi dan lembaga pelatihan, mulai dari P4MI, OP3I, P3VOKASI, API-IWS, FKP-KPI, ASLI, PELITA, HIPKI, hingga lembaga bahasa internasional seperti Japan Foundation Indonesia dan Goethe-Institut Indonesien. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia di tengah bonus demografi.

Permintaan Pekerja Global Meningkat

Abri menekankan bahwa kebutuhan tenaga kerja global di sektor caregiver, hospitality, manufaktur, dan jasa terus meningkat.

Namun, masih ada kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan standar pasar. Pemerintah menargetkan penyiapan dan penempatan 500 ribu pekerja migran terampil sebagai bagian dari strategi peningkatan kontribusi tenaga kerja Indonesia di tingkat global.

Fokus pada Sertifikasi dan Soft Skills

Dalam upaya tersebut, KP2MI menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan vokasi melalui peningkatan sertifikasi kompetensi, kemampuan bahasa asing, serta penguatan soft skills. Program yang dikembangkan antara lain Migrant Center, Kelas Migran, Sekolah Vokasi Berbasis Sektor Prioritas, serta platform digital e-Vokasi.

Standarisasi dan Pemetaan Nasional

Ke depan, pemerintah akan fokus pada pendataan lembaga vokasi secara nasional, standarisasi pelatihan, serta pemetaan kapasitas pelatihan di seluruh Indonesia.

“KP2MI mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk aktif membangun sistem penyiapan tenaga kerja yang terkoordinasi dan berkelanjutan,” tegas Abri.

Dengan kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis dapat mencetak Pekerja Migran Indonesia profesional, terlindungi, dan berdaya saing di pasar global.

Terkait dengan vokasi Calon Pekerja Migran Indonesia, pada tahun 2025 pemerintah pusat telah merencanakan anggaran Rp15 sampai dengan Rp45 Triliun untuk pendidikan keterampilan.

Baca Lainnya

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

18 September 2026 - 21:54 WIB

Trending di Berita