Menu

Mode Gelap
Semarak HUT RI ke 81 di Laut Merah: WNI dan PMI di Jeddah Kibarkan Merah Putih di Atas Kapal Yacht Klaim Pemkab Purwakarta Soal Pemulangan PMI Disentil: Paryanto, Dunia Maya Ini Juga Panggung Sandiwara Pesan Mengharukan dari Malaysia: “Cukup Mbak yang Susah, Kamu Fokus Kuliah dan Bawa Toga ke Rumah” Moratorium Dinilai Gagal, Ketum Perpemindo Desak Pemerintah Segera Buka Penempatan PMI ke Arab Saudi AP2I Kawal Santunan Asuransi Rp1,5 Miliar untuk Ahli Waris Pelaut Tegal yang Hilang di Perairan Korea Selatan Imam Syafi’i: Terkait Pengesahan Perjanjian Kerja Laut, Permen P2MI 3/2026 Menyimpang dari PP 22/2022

Arab Saudi

Jenazah PMI Siti Muijah Ditemukan di RS Al Khobar Arab Saudi

badge-check


					Sulaeman berbaju merah dan Pengurus Persatuan Buruh Migran Perbesar

Sulaeman berbaju merah dan Pengurus Persatuan Buruh Migran

Jakarta – Kabar mengenai Siti Muijah (39), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lebakwangi, Kabupaten Serang, mulai menemui titik terang. Setelah sempat menjadi tanda tanya, jenazah almarhumah kini dipastikan berada di Rumah Sakit Sulaiman, Al Khobar, Arab Saudi.

Kepastian ini disampaikan oleh Ketua Exco Persatuan Buruh Migran Banten, Haji Maftuhi Salim, usai mendatangi Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri pada Jumat (13/3/2026). Informasi tersebut diperoleh dari Aan, staf KBRI di Arab Saudi, melalui pesan singkat.

“Alhamdulillah, satu per satu misteri yang menyelimuti kematian Siti Muijah mulai terungkap,” ujar Maftuhi. Meski lokasi jenazah sudah diketahui, pihak KBRI belum dapat mengirimkan foto almarhumah karena alasan teknis.

Penolakan Pemakaman di Arab Saudi

Di balik penemuan jenazah ini, muncul fakta baru terkait upaya pemakaman sepihak. Pada Senin (9/3/2026), perwakilan pihak tertentu bernama Nasrudin sempat mendatangi suami almarhumah, Sulaeman, untuk meminta persetujuan agar Siti Muijah dimakamkan di Arab Saudi.

Namun, Sulaeman dengan tegas menolak. Ia bersikeras agar sang istri dipulangkan ke kampung halaman di Desa Purwadadi, Serang. Sayangnya, keinginan pihak keluarga tersebut kabarnya tidak dikabulkan oleh pimpinan PT Alfa Perdana Nusantara.

Riwayat Sakit dan Dugaan Intimidasi

Sulaeman mengungkapkan bahwa perjuangannya untuk memulangkan sang istri sebenarnya sudah dilakukan sejak November 2025, saat Siti Muijah masih menjalani perawatan akibat komplikasi lambung dan pendarahan di Riyadh.

Bukannya dipulangkan untuk berobat, Sulaeman menyebut istrinya justru mengalami perlakuan tidak manusiawi. Usai keluar dari rumah sakit, Siti Muijah diduga dikurung di penampungan Syarikah Emdad, Dammam.

“Melalui WhatsApp, istri saya bercerita bahwa ia dipaksa bekerja oleh staf agensi bernama Enden dan Iswati. Jika menolak, ia diancam akan dihukum, dikurung sendirian, hingga tidak diberi makan. Itulah mengapa istri saya terpaksa bekerja kembali meski kondisinya sedang sakit,” ungkap Sulaeman dengan pedih.

Kini, pihak keluarga dan Persatuan Buruh Migran Banten terus mendesak perekrut lapangan, sponsor dan yang perusahaan serta agensi yang terlibat segera memproses kepulangan jenazah Siti Muijah ke tanah air.

Baca Lainnya

Semarak HUT RI ke 81 di Laut Merah: WNI dan PMI di Jeddah Kibarkan Merah Putih di Atas Kapal Yacht

16 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Klaim Pemkab Purwakarta Soal Pemulangan PMI Disentil: Paryanto, Dunia Maya Ini Juga Panggung Sandiwara

15 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Pesan Mengharukan dari Malaysia: “Cukup Mbak yang Susah, Kamu Fokus Kuliah dan Bawa Toga ke Rumah”

15 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Moratorium Dinilai Gagal, Ketum Perpemindo Desak Pemerintah Segera Buka Penempatan PMI ke Arab Saudi

14 Agustus 2026 - 18:41 WIB

AP2I Kawal Santunan Asuransi Rp1,5 Miliar untuk Ahli Waris Pelaut Tegal yang Hilang di Perairan Korea Selatan

14 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Trending di Berita