Menu

Mode Gelap
Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

Arab Saudi

Jenazah PMI Siti Muijah Ditemukan di RS Al Khobar Arab Saudi

badge-check


					Sulaeman berbaju merah dan Pengurus Persatuan Buruh Migran Perbesar

Sulaeman berbaju merah dan Pengurus Persatuan Buruh Migran

Jakarta – Kabar mengenai Siti Muijah (39), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lebakwangi, Kabupaten Serang, mulai menemui titik terang. Setelah sempat menjadi tanda tanya, jenazah almarhumah kini dipastikan berada di Rumah Sakit Sulaiman, Al Khobar, Arab Saudi.

Kepastian ini disampaikan oleh Ketua Exco Persatuan Buruh Migran Banten, Haji Maftuhi Salim, usai mendatangi Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri pada Jumat (13/3/2026). Informasi tersebut diperoleh dari Aan, staf KBRI di Arab Saudi, melalui pesan singkat.

“Alhamdulillah, satu per satu misteri yang menyelimuti kematian Siti Muijah mulai terungkap,” ujar Maftuhi. Meski lokasi jenazah sudah diketahui, pihak KBRI belum dapat mengirimkan foto almarhumah karena alasan teknis.

Penolakan Pemakaman di Arab Saudi

Di balik penemuan jenazah ini, muncul fakta baru terkait upaya pemakaman sepihak. Pada Senin (9/3/2026), perwakilan pihak tertentu bernama Nasrudin sempat mendatangi suami almarhumah, Sulaeman, untuk meminta persetujuan agar Siti Muijah dimakamkan di Arab Saudi.

Namun, Sulaeman dengan tegas menolak. Ia bersikeras agar sang istri dipulangkan ke kampung halaman di Desa Purwadadi, Serang. Sayangnya, keinginan pihak keluarga tersebut kabarnya tidak dikabulkan oleh pimpinan PT Alfa Perdana Nusantara.

Riwayat Sakit dan Dugaan Intimidasi

Sulaeman mengungkapkan bahwa perjuangannya untuk memulangkan sang istri sebenarnya sudah dilakukan sejak November 2025, saat Siti Muijah masih menjalani perawatan akibat komplikasi lambung dan pendarahan di Riyadh.

Bukannya dipulangkan untuk berobat, Sulaeman menyebut istrinya justru mengalami perlakuan tidak manusiawi. Usai keluar dari rumah sakit, Siti Muijah diduga dikurung di penampungan Syarikah Emdad, Dammam.

“Melalui WhatsApp, istri saya bercerita bahwa ia dipaksa bekerja oleh staf agensi bernama Enden dan Iswati. Jika menolak, ia diancam akan dihukum, dikurung sendirian, hingga tidak diberi makan. Itulah mengapa istri saya terpaksa bekerja kembali meski kondisinya sedang sakit,” ungkap Sulaeman dengan pedih.

Kini, pihak keluarga dan Persatuan Buruh Migran Banten terus mendesak perekrut lapangan, sponsor dan yang perusahaan serta agensi yang terlibat segera memproses kepulangan jenazah Siti Muijah ke tanah air.

Baca Lainnya

Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang

22 September 2026 - 09:48 WIB

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Trending di Berita