Menu

Mode Gelap
IOM Indonesia Akan Gelar Pelatihan Perekrutan Adil dan Etis untuk Organisasi Masyarakat Sipil Waketum Apjati Maria Ginting: Kritik Keras Lambannya Birokrasi Penempatan PMI Ketum Aspataki Saiful Mashud: Dorong Pemerintah Maksimalkan Skema Penempatan Perseorangan Tempatkan PRT ke Arab Saudi, Kementerian P2MI Jatuhkan Sanksi PT Setia Mulia Kridatama Tim Nusantara Raih Runner Up di Turnamen Bola Voli Super Dome Jeddah Arab Saudi Kementerian P2MI Cabut Izin Tiga Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Bekasi

Berita

Dzulfikar Ahmad Tegaskan: Kompetensi Jadi Kunci Masa Depan Pelindungan PMI di Arab Saudi

badge-check


					Dzulfikar Ahmad Tawalla Bersama Duta Besar RI untuk Arab Saudi, HE Abdul Aziz Ahmad Perbesar

Dzulfikar Ahmad Tawalla Bersama Duta Besar RI untuk Arab Saudi, HE Abdul Aziz Ahmad

Kunjungan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, ke Riyadh menegaskan kembali komitmen pemerintah terhadap isu strategis penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Arab Saudi, HE Abdul Aziz Ahmad, sejumlah agenda penting dibahas, mulai dari pemahaman aturan ketenagakerjaan setempat, kesiapan kompetensi, hingga penguasaan bahasa sebagai kunci keberhasilan.

Arah Perubahan Bursa Kerja
Meski mayoritas PMI masih bekerja di sektor informal, tren perubahan mulai terlihat. Berdasarkan data KBRI Riyadh, penempatan di sektor formal kini meningkat hingga 38%, dengan kebutuhan pasar kerja yang besar di bidang kesehatan. Tercatat, Arab Saudi membutuhkan 2.500 perawat di wilayah timur. Ini membuka peluang bagi PMI terampil untuk bekerja di sektor yang lebih aman, profesional, dan bermartabat.

Penguatan dari Dalam Negeri
Pembahasan mengerucut pada pentingnya penguatan sejak dalam negeri melalui pelatihan Prometric dan bahasa Arab. Hal ini sejalan dengan program prioritas Presiden 2026 yang menargetkan 500.000 PMI profesional di bidang kesehatan, las, perawatan, dan hospitality. PMI yang lulus sertifikasi akan memiliki peluang bekerja tidak hanya di Arab Saudi, tetapi juga di seluruh negara Teluk.

Kerja Sama Strategis
Kerja sama dengan Sulaiman Al Habib Group, salah satu lembaga kesehatan terbesar di Arab Saudi, turut dijajaki. Pemerintah mendorong agar pelaksanaan ujian Prometric dapat dilakukan langsung di Indonesia, sehingga akses sertifikasi lebih mudah bagi calon PMI.

Isu Perlindungan Krusial
Selain peluang kerja, perhatian serius juga diberikan pada isu-isu perlindungan, seperti status hukum pernikahan PMI, ketiadaan penghulu Indonesia di Arab Saudi, hingga tingginya biaya bantuan hukum. Semua ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh untuk memastikan hak-hak PMI terlindungi.

“Peluang besar ini harus dimanfaatkan. Kami memastikan proses sertifikasi kompetensi dapat diakses dengan mudah oleh Pekerja Migran Indonesia,” tegas Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla di Riyadh pada Jumat, 19 Desember 2025.

Masa Depan PMI

Menurut Dzulfikar, langkah ke depan akan semakin jelas: bahwa perlindungan menyeluruh dan penempatan berkualitas ditempuh melalui peningkatan kapasitas atau pelatihan  keterampilan Calon PMI, dengan dukungan kebijakan dan anggaran yang tepat. Dengan demikian masa depan PMI ditentukan bukan hanya oleh sistem, tetapi juga oleh kualitas dan kesiapan mereka sejak berangkat.

Baca Lainnya

IOM Indonesia Akan Gelar Pelatihan Perekrutan Adil dan Etis untuk Organisasi Masyarakat Sipil

6 Februari 2026 - 21:37 WIB

Waketum Apjati Maria Ginting: Kritik Keras Lambannya Birokrasi Penempatan PMI

5 Februari 2026 - 10:03 WIB

Ketum Aspataki Saiful Mashud: Dorong Pemerintah Maksimalkan Skema Penempatan Perseorangan

4 Februari 2026 - 17:37 WIB

Tim Nusantara Raih Runner Up di Turnamen Bola Voli Super Dome Jeddah Arab Saudi

3 Februari 2026 - 14:29 WIB

Kementerian P2MI Cabut Izin Tiga Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Bekasi

2 Februari 2026 - 17:54 WIB

Trending di Berita