Menu

Mode Gelap
Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

Berita

Dukung Program MBG, Purna Pekerja Migran Cirebon Resmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

badge-check


					Sumber Didi Kusnadi Perbesar

Sumber Didi Kusnadi

Cirebon – Kelompok purna Pekerja Migran Indonesia (PMI)  yang tergabung dalam Asosiasi Pemberdayaan Purna Migran Indonesia Korea (APPIK) di Kabupaten Cirebon menunjukkan aksi nyata dalam mendukung program strategis nasional.

Melalui Yayasan Mawar Bina Insani, para purna migran meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Jumat, 6 Februari 2026 di Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala, yang diproyeksikan menjadi motor penggerak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) gagasan Presiden Prabowo Subianto.

Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan dan Reintegrasi Keluarga, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Hadi Wahyuningrum, S.H., M.H., atau yang akrab disapa Ibu Yayuk.

Inovasi Reintegrasi PMI

Dalam sambutannya, Ibu Yayuk memberikan apresiasi tinggi kepada Didi Kusnadi, Ketua Yayasan Mawar Bina Insani sekaligus purna PMI Korea Selatan, yang menjadi inisiator program ini. Menurutnya, langkah ini adalah terobosan dalam proses reintegrasi pekerja migran ke masyarakat.

“Apa yang dilakukan di Karangreja ini adalah best practice yang patut direplikasi. Kang Didi konsisten menghadirkan inovasi dalam pemberdayaan UMKM migran,” ujar Ibu Yayuk.

Model Pertama yang Terintegrasi UMKM

Keunikan SPPG Karangreja mendapat sorotan dari Kepala Dinas UMKM Kabupaten Cirebon, Dr. Alex Suheriyawan. Ia menegaskan bahwa SPPG ini merupakan pionir di Cirebon karena menggabungkan layanan gizi dengan penguatan ekonomi lokal.

“Ini adalah SPPG pertama yang terintegrasi langsung dengan UMKM, koperasi, dan melibatkan relawan purna PMI. Model kolaborasi seperti ini sangat relevan untuk memperkuat ekonomi berbasis komunitas,” tegas Alex.

Sinergi dan Kemandirian

Didi Kusnadi mengungkapkan bahwa berdirinya SPPG ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama dalam aspek permodalan dari tokoh seperti Bapak Risdiyanto dan Dr. Cahya Sutowo. Bagi Didi, dukungan ini adalah bukti kepercayaan publik terhadap kapasitas purna migran.

“Purna migran bukan hanya pulang membawa cerita, tetapi juga pengalaman dan semangat untuk berkontribusi bagi bangsa. Kami siap menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan gizi masyarakat,” ungkap Didi.

Momen Menarik:

Acara ditutup dengan jamuan prasmanan unik, di mana seluruh hidangan dimasak langsung oleh para relawan SPPG yang merupakan purna PMI dari berbagai negara. Sajian tersebut menjadi simbol transformasi mereka: dari pekerja di negeri orang menjadi penggerak kesejahteraan di kampung halaman sendiri.

Turut hadir dalam peresmian tersebut perangkat desa Karangreja, unsur Muspika Kecamatan Suranenggala, serta tokoh masyarakat setempat.

Baca Lainnya

Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang

22 September 2026 - 09:48 WIB

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Trending di Berita