Dilansir dari gemasuryafm.com pada Jumat, 28 November 2025. Kesedihan mendalam dirasakan Bakin, warga Desa Tajug Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Jawa Timur.
Sejak tragedi kebakaran hebat yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, Hong Kong, pada Rabu (26/11/2025), ia tak lagi bisa berkomunikasi dengan istrinya, Dina Martiana.
Nomor telepon dan WhatsApp Dina tidak aktif sejak peristiwa itu. Keluarga sudah berusaha menghubungi teman-teman sesama pekerja migran di Hong Kong, namun hingga kini belum ada kepastian apakah Dina Martiana termasuk korban kebakaran tersebut.
“Yang bisa kami lakukan hanya berdoa, semoga dia selamat,” ungkap Bakin dengan nada pasrah.
Dina Martiana diketahui telah bekerja di Tai Po selama empat tahun sebagai perawat lansia. Selama masa kerjanya, ia sudah dua kali pulang kampung.
Terakhir ia kembali ke Ponorogo sekitar satu tahun lalu. Komunikasi terakhir dengan keluarga terjadi sehari sebelum kebakaran, ketika Dina sempat melakukan video call dengan putranya yang kini duduk di kelas 3 SMP.
Sejak kabar kebakaran yang meluluhlantakkan sejumlah blok apartemen itu beredar, Bakin terus mencoba menghubungi istrinya, namun tak ada jawaban.
Hingga kini, ia hanya bisa memantau perkembangan melalui media sosial, berharap ada kabar baik tentang keselamatan sang istri.








