Menu ✖

Mode Gelap
PMI Asal Karawang, Sunarti, Sakit Parah di Riyadh hingga Keluar Darah dari Hidung, Minta Bantuan Dipulangkan Ketua Umum SPMI, Sujarwo, Desak PT KSI Tanggung Jawab atas Santunan Kecelakaan Kerja ABK Tedy Hermanto Uang Puluhan Juta Raib, Pegiat PMI Japri Menteri Mukhtarudin Bantu Korban LPK Kitaro Insan Cendikia SPMI Laporkan PT Keluarga Samudera Indonesia ke Bareskrim Polri Terkait Tunggakan Hak Pelaut Migran Jejak Hitam Tentara Bayaran di Rusia: SBPI Sediakan Layanan Loker Resmi ke Rusia Blak-blakan, Menteri Mukhtarudin Bagikan Nomor HP Pribadi: Laporkan P3MI Nakal Langsung ke Saya!

Berita

ABK Migran Indonesia Hilang di Laut Taiwan: Pemerintah dan Manning Agen Harus Bergerak!

badge-check


					Moored blue and white boat with lowered bridge, made of metal near the shore of the Aegean sea, Stavros, Greece Perbesar

Moored blue and white boat with lowered bridge, made of metal near the shore of the Aegean sea, Stavros, Greece

Taipei—Seorang Anak Buah Kapal (ABK) Migran asal Indonesia dilaporkan hilang di perairan barat laut Taiwan setelah kapal tempatnya bekerja mengalami kecelakaan laut. Bersama dua awak lainnya asal Taiwan dan Tiongkok, korban masih belum ditemukan hingga Kamis siang, sementara pencarian terus dilakukan oleh Korps Layanan Udara Nasional (NASC) dan Direktorat Jenderal Penjaga Pantai Taiwan (CGA).

Kecelakaan terjadi sekitar 35 mil laut dari Pelabuhan Perikanan Keelung, saat kapal perikanan Li Fa No. 168 mengalami insiden yang menyebabkan enam orang tercebur ke laut. Tiga berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan sekitar, namun tiga lainnya masih dinyatakan hilang. Ini dilansir fokustaiwan.tw pada Jumat, 7/11/2025.

“Satu korban ditemukan terjerat jaring ikan di buritan kapal, satu lagi berpegangan pada kabin yang terbalik, dan satu lainnya belum ditemukan,” ungkap CGA.

Dua Kecelakaan Laut dalam 24 Jam: Di Mana Sistem Pelindungan?

Ironisnya, insiden ini terjadi hanya sehari setelah kecelakaan serupa menimpa kapal Yu Shan No. 26 yang membawa sembilan awak. Kapal tersebut terbalik di perairan barat laut Tanjung Fugui. Enam orang berhasil diselamatkan dan dibawa ke Pelabuhan Perikanan Fuji, sementara tiga lainnya sempat dinyatakan hilang.

Kondisi cuaca buruk menghambat evakuasi udara, namun tim penyelamat CGA tetap berupaya menyelamatkan korban dari atas kapal.

Korban Selamat Dirawat, Tapi ABK Migran Masih Terlupakan

Enam korban dari dua kapal telah dibawa ke Rumah Sakit Memorial MacKay Tamsui dan Rumah Sakit Chang Gung Keelung untuk mendapatkan perawatan. Namun, nasib ABK Migran Indonesia yang hilang masih menggantung.

Pemerintah dan Manning Agen harus bertanggung jawab atas pelindungan dan pemulangannya.

Seruan untuk KP2MI dan KDEI: Jangan Diam!

Kecelakaan ini menegaskan kembali lemahnya sistem pelindungan bagi ABK Migran Indonesia di luar negeri. pemerintah atas nama negara harus segera:

  • Menuntut informasi dan transparansi dari otoritas Taiwan;
  • Menidentifikasi identitas ABK Migran yang hilang, serta menyediakan bantuan hukum dan psikososial bagi keluarga korban;

“Jangan tunggu jasad ditemukan baru negara bicara pelindungan. ABK migran bukan angka statistik. Mereka manusia yang bekerja demi keluarga,” sindir Zainuddin aktivis ABK Migran.

Baca Lainnya

PMI Asal Karawang, Sunarti, Sakit Parah di Riyadh hingga Keluar Darah dari Hidung, Minta Bantuan Dipulangkan

7 November 2026 - 18:04 WIB

Ketua Umum SPMI, Sujarwo, Desak PT KSI Tanggung Jawab atas Santunan Kecelakaan Kerja ABK Tedy Hermanto

7 November 2026 - 17:32 WIB

Uang Puluhan Juta Raib, Pegiat PMI Japri Menteri Mukhtarudin Bantu Korban LPK Kitaro Insan Cendikia

6 November 2026 - 20:18 WIB

SPMI Laporkan PT Keluarga Samudera Indonesia ke Bareskrim Polri Terkait Tunggakan Hak Pelaut Migran

4 November 2026 - 13:20 WIB

Jejak Hitam Tentara Bayaran di Rusia: SBPI Sediakan Layanan Loker Resmi ke Rusia

4 November 2026 - 11:14 WIB

Trending di Berita