Menu

Mode Gelap
Geger! PMI Rawamerta Karawang Lompat dari Lantai 3 Perusahaan Scam Online Kamboja Polri Tangkap 320 WNA Sindikat Judi Online di Hayam Wuruk Plaza Tower Anwar Ma’arif: Jadikan GCM dan IMRF Sebagai Perisai Global untuk Pelindungan Buruh Migran Indonesia Rinardi, Tegaskan Komitmen Global Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Forum IMRF Mabes Polri dan Dirjen Imigrasi Tangkap 251 Warga Asing Penipu Online Kisah Vika, Caregiver Asal Ponorogo yang Jadi Penari Tradisional Populer di Taiwan

Berita

Abdurahman, Anak PMI Sukabumi Mencari Ibunya yang Hilang Kontak di Qatar

badge-check


					Foto Ai Yanti Hilang Kontak di Qatar Perbesar

Foto Ai Yanti Hilang Kontak di Qatar

Sukabumi – Rasa rindu seorang anak terhadap ibunya menjadi kisah pilu yang kini menyentuh hati warga Sukabumi. Abdurahman, seorang remaja dari Kampung Cikiray Kaler RT 02/RW 08 Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, tengah berjuang mencari keberadaan sang ibu, Ai Yanti (40), yang hilang kontak selama dua tahun setelah bekerja di Qatar.

Abdurahman mengaku tidak mengetahui kapan ibunya berangkat ke luar negeri. Sejak kecil ia tinggal bersama kakek dan neneknya, sementara sang ibu hidup bersama suami barunya.

“Saya tinggal sama nenek kakek saya, ibu saya tinggal bareng ayah tiri saya. Jadi berangkat pun saya gak tau, dan ayah tiri saya gak kasih nomor ibu saya. Sekarang ayah tiri saya juga gak tau pergi ke mana,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Diteruskan, ia juga mendapatkan potongan informasi jika pada saat proses keberangkatan ibunya itu dari Karawang.

Kehilangan kontak dengan sang ibu membuat Abdurahman merasa hampa. Dua tahun tanpa kabar, tanpa suara, tanpa keberadaan seorang ibu, menjadi beban berat yang ia pikul di usia yant masih belia itu. Kini, ia berharap para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Qatar dapat membantu menemukan jejak ibunya.

“Saya hanya ingin tahu kabar ibu saya, apakah sehat, apakah baik-baik saja,” katanya lirih.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum Persatuan Buruh Migran Agus Gia menyarankan agar Abdurahman menelusuri siapa perekrut dan sponsornya.

“Saya menduga, Ai Yanti ditempatkan secara non prosedural, sehingga pemerintah tidak memiliki datanya. Oleh karena itu sebaiknya menanyakan dulu kepada perekrut dan sponsor yang memberangkatkan,” katanya pada Rabu, 31 Desember 2025.

Di tengah gelapnya informasi itu, satu hal yang pasti: kerinduan seorang anak terhadap ibunya adalah suara yang tak boleh diabaikan. Kisah ini menjadi pengingat betapa beratnya perjuangan keluarga pekerja migran, yang sering kali harus menanggung rindu dan kehilangan demi mencari penghidupan di negeri orang.

Baca Lainnya

Geger! PMI Rawamerta Karawang Lompat dari Lantai 3 Perusahaan Scam Online Kamboja

12 Mei 2026 - 16:51 WIB

Polri Tangkap 320 WNA Sindikat Judi Online di Hayam Wuruk Plaza Tower

11 Mei 2026 - 22:12 WIB

Anwar Ma’arif: Jadikan GCM dan IMRF Sebagai Perisai Global untuk Pelindungan Buruh Migran Indonesia

10 Mei 2026 - 16:53 WIB

Rinardi, Tegaskan Komitmen Global Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Forum IMRF

10 Mei 2026 - 13:56 WIB

Mabes Polri dan Dirjen Imigrasi Tangkap 251 Warga Asing Penipu Online

9 Mei 2026 - 15:15 WIB

Trending di Berita