Menu

Mode Gelap
Terjebak di Kamboja: Kisah Pilu Elinda, PMI Bogor Kelaparan dan Ingin Bunuh Diri Hari Pelaut Sedunia 2026: Menjalankan Perdagangan Dunia, Menanggung Risiko, Menunggu Kepastian Hukum Agus Gia Apresiasi Konsuler KBRI Amman Pantau Kondisi PMI Sukabumi Korban Trafficking Beban Biaya Perawatan Rp1,3 Miliar, Nurlani Akhirnya Diselamatkan Solidaritas Buruh Lintas Negara Anggota DPR Cellica Nurrachadiana Desak Disnaker Karawang Cegah Penempatan Non Prosedural Indonesia-Jerman Teken LoI Peningkatan Kapasitas CPMI Sektor Kesehatan dan Teknologi Tinggi

Berita

Abdurahman, Anak PMI Sukabumi Mencari Ibunya yang Hilang Kontak di Qatar

badge-check


					Foto Ai Yanti Hilang Kontak di Qatar Perbesar

Foto Ai Yanti Hilang Kontak di Qatar

Sukabumi – Rasa rindu seorang anak terhadap ibunya menjadi kisah pilu yang kini menyentuh hati warga Sukabumi. Abdurahman, seorang remaja dari Kampung Cikiray Kaler RT 02/RW 08 Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, tengah berjuang mencari keberadaan sang ibu, Ai Yanti (40), yang hilang kontak selama dua tahun setelah bekerja di Qatar.

Abdurahman mengaku tidak mengetahui kapan ibunya berangkat ke luar negeri. Sejak kecil ia tinggal bersama kakek dan neneknya, sementara sang ibu hidup bersama suami barunya.

“Saya tinggal sama nenek kakek saya, ibu saya tinggal bareng ayah tiri saya. Jadi berangkat pun saya gak tau, dan ayah tiri saya gak kasih nomor ibu saya. Sekarang ayah tiri saya juga gak tau pergi ke mana,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Diteruskan, ia juga mendapatkan potongan informasi jika pada saat proses keberangkatan ibunya itu dari Karawang.

Kehilangan kontak dengan sang ibu membuat Abdurahman merasa hampa. Dua tahun tanpa kabar, tanpa suara, tanpa keberadaan seorang ibu, menjadi beban berat yang ia pikul di usia yant masih belia itu. Kini, ia berharap para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Qatar dapat membantu menemukan jejak ibunya.

“Saya hanya ingin tahu kabar ibu saya, apakah sehat, apakah baik-baik saja,” katanya lirih.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum Persatuan Buruh Migran Agus Gia menyarankan agar Abdurahman menelusuri siapa perekrut dan sponsornya.

“Saya menduga, Ai Yanti ditempatkan secara non prosedural, sehingga pemerintah tidak memiliki datanya. Oleh karena itu sebaiknya menanyakan dulu kepada perekrut dan sponsor yang memberangkatkan,” katanya pada Rabu, 31 Desember 2025.

Di tengah gelapnya informasi itu, satu hal yang pasti: kerinduan seorang anak terhadap ibunya adalah suara yang tak boleh diabaikan. Kisah ini menjadi pengingat betapa beratnya perjuangan keluarga pekerja migran, yang sering kali harus menanggung rindu dan kehilangan demi mencari penghidupan di negeri orang.

Baca Lainnya

Terjebak di Kamboja: Kisah Pilu Elinda, PMI Bogor Kelaparan dan Ingin Bunuh Diri

23 Juni 2026 - 15:46 WIB

Hari Pelaut Sedunia 2026: Menjalankan Perdagangan Dunia, Menanggung Risiko, Menunggu Kepastian Hukum

23 Juni 2026 - 10:20 WIB

Agus Gia Apresiasi Konsuler KBRI Amman Pantau Kondisi PMI Sukabumi Korban Trafficking

22 Juni 2026 - 10:18 WIB

Beban Biaya Perawatan Rp1,3 Miliar, Nurlani Akhirnya Diselamatkan Solidaritas Buruh Lintas Negara

20 Juni 2026 - 17:38 WIB

Anggota DPR Cellica Nurrachadiana Desak Disnaker Karawang Cegah Penempatan Non Prosedural

19 Juni 2026 - 09:50 WIB

Trending di Berita