Menu ✖

Mode Gelap
KBRI Amman Yordania, Resmi Tunjuk Pengacara untuk Pemenuhan Gaji Susi Selama 13 Tahun Mbok Cikrak: PMI Taiwan Harus Tau, Aturan Baru EVA Air, Kelebihan Bagasi 1 Kg Bisa Kena Denda NT$ 4.000! Cegah Penipuan Online, MCH Gelar Pelatihan Pencegahan Penipuan Online untuk Pekerja Migran di Hong Kong Tergiur Iming-Iming, Remaja Bogor Dijual Ke Mafia Judi Online Di Kamboja DPP SAKTI Desak Menteri P2MI Terbitkan Permen Transisi Perizinan dari SIUKAK ke SIP3MI Selamat Pulang, Mary Jane

Berita

Abdurahman, Anak PMI Sukabumi Mencari Ibunya yang Hilang Kontak di Qatar

badge-check


					Foto Ai Yanti Hilang Kontak di Qatar Perbesar

Foto Ai Yanti Hilang Kontak di Qatar

Sukabumi – Rasa rindu seorang anak terhadap ibunya menjadi kisah pilu yang kini menyentuh hati warga Sukabumi. Abdurahman, seorang remaja dari Kampung Cikiray Kaler RT 02/RW 08 Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, tengah berjuang mencari keberadaan sang ibu, Ai Yanti (40), yang hilang kontak selama dua tahun setelah bekerja di Qatar.

Abdurahman mengaku tidak mengetahui kapan ibunya berangkat ke luar negeri. Sejak kecil ia tinggal bersama kakek dan neneknya, sementara sang ibu hidup bersama suami barunya.

“Saya tinggal sama nenek kakek saya, ibu saya tinggal bareng ayah tiri saya. Jadi berangkat pun saya gak tau, dan ayah tiri saya gak kasih nomor ibu saya. Sekarang ayah tiri saya juga gak tau pergi ke mana,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Diteruskan, ia juga mendapatkan potongan informasi jika pada saat proses keberangkatan ibunya itu dari Karawang.

Kehilangan kontak dengan sang ibu membuat Abdurahman merasa hampa. Dua tahun tanpa kabar, tanpa suara, tanpa keberadaan seorang ibu, menjadi beban berat yang ia pikul di usia yant masih belia itu. Kini, ia berharap para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Qatar dapat membantu menemukan jejak ibunya.

“Saya hanya ingin tahu kabar ibu saya, apakah sehat, apakah baik-baik saja,” katanya lirih.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum Persatuan Buruh Migran Agus Gia menyarankan agar Abdurahman menelusuri siapa perekrut dan sponsornya.

“Saya menduga, Ai Yanti ditempatkan secara non prosedural, sehingga pemerintah tidak memiliki datanya. Oleh karena itu sebaiknya menanyakan dulu kepada perekrut dan sponsor yang memberangkatkan,” katanya pada Rabu, 31 Desember 2025.

Di tengah gelapnya informasi itu, satu hal yang pasti: kerinduan seorang anak terhadap ibunya adalah suara yang tak boleh diabaikan. Kisah ini menjadi pengingat betapa beratnya perjuangan keluarga pekerja migran, yang sering kali harus menanggung rindu dan kehilangan demi mencari penghidupan di negeri orang.

Baca Lainnya

KBRI Amman Yordania, Resmi Tunjuk Pengacara untuk Pemenuhan Gaji Susi Selama 13 Tahun

30 September 2026 - 20:54 WIB

Mbok Cikrak: PMI Taiwan Harus Tau, Aturan Baru EVA Air, Kelebihan Bagasi 1 Kg Bisa Kena Denda NT$ 4.000!

30 September 2026 - 17:31 WIB

Cegah Penipuan Online, MCH Gelar Pelatihan Pencegahan Penipuan Online untuk Pekerja Migran di Hong Kong

30 September 2026 - 16:46 WIB

Tergiur Iming-Iming, Remaja Bogor Dijual Ke Mafia Judi Online Di Kamboja

29 September 2026 - 22:52 WIB

DPP SAKTI Desak Menteri P2MI Terbitkan Permen Transisi Perizinan dari SIUKAK ke SIP3MI

28 September 2026 - 17:36 WIB

Trending di Berita