Menu

Mode Gelap
Bongkar Mafia Perdagangan Orang, FBuminu Seret Pelaku Penempatan Ilegal 11 PMI ke Polda Jabar Horor Di Riyadh! Kaki Membusuk Penuh Nanah, PMI Asal Bekasi Malah Diintimidasi Agensi Neneng Wijayanti. Di Hong Kong, Pekerja Migran Indonesia Panen Angpao di Hari Raya Imlek Respon Cepat: KP2MI dan KEMLU Selamatkan 11 Calon Pekerja Migran dari Penempatan Non Prosedur Yayasan Sakura Akan Gelar Pertemuan Validasi Panduan Pencegahan dan Penanganan TPPO Inklusi Disabilitas ILO Jakarta: 7 Jenis Biaya Penempatan Yang Harus Ditanggung Oleh Pemberi Kerja

Berita

Abdurahman, Anak PMI Sukabumi Mencari Ibunya yang Hilang Kontak di Qatar

badge-check


					Foto Ai Yanti Hilang Kontak di Qatar Perbesar

Foto Ai Yanti Hilang Kontak di Qatar

Sukabumi – Rasa rindu seorang anak terhadap ibunya menjadi kisah pilu yang kini menyentuh hati warga Sukabumi. Abdurahman, seorang remaja dari Kampung Cikiray Kaler RT 02/RW 08 Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, tengah berjuang mencari keberadaan sang ibu, Ai Yanti (40), yang hilang kontak selama dua tahun setelah bekerja di Qatar.

Abdurahman mengaku tidak mengetahui kapan ibunya berangkat ke luar negeri. Sejak kecil ia tinggal bersama kakek dan neneknya, sementara sang ibu hidup bersama suami barunya.

“Saya tinggal sama nenek kakek saya, ibu saya tinggal bareng ayah tiri saya. Jadi berangkat pun saya gak tau, dan ayah tiri saya gak kasih nomor ibu saya. Sekarang ayah tiri saya juga gak tau pergi ke mana,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Diteruskan, ia juga mendapatkan potongan informasi jika pada saat proses keberangkatan ibunya itu dari Karawang.

Kehilangan kontak dengan sang ibu membuat Abdurahman merasa hampa. Dua tahun tanpa kabar, tanpa suara, tanpa keberadaan seorang ibu, menjadi beban berat yang ia pikul di usia yant masih belia itu. Kini, ia berharap para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Qatar dapat membantu menemukan jejak ibunya.

“Saya hanya ingin tahu kabar ibu saya, apakah sehat, apakah baik-baik saja,” katanya lirih.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum Persatuan Buruh Migran Agus Gia menyarankan agar Abdurahman menelusuri siapa perekrut dan sponsornya.

“Saya menduga, Ai Yanti ditempatkan secara non prosedural, sehingga pemerintah tidak memiliki datanya. Oleh karena itu sebaiknya menanyakan dulu kepada perekrut dan sponsor yang memberangkatkan,” katanya pada Rabu, 31 Desember 2025.

Di tengah gelapnya informasi itu, satu hal yang pasti: kerinduan seorang anak terhadap ibunya adalah suara yang tak boleh diabaikan. Kisah ini menjadi pengingat betapa beratnya perjuangan keluarga pekerja migran, yang sering kali harus menanggung rindu dan kehilangan demi mencari penghidupan di negeri orang.

Baca Lainnya

Bongkar Mafia Perdagangan Orang, FBuminu Seret Pelaku Penempatan Ilegal 11 PMI ke Polda Jabar

17 Februari 2026 - 15:00 WIB

Horor Di Riyadh! Kaki Membusuk Penuh Nanah, PMI Asal Bekasi Malah Diintimidasi Agensi

16 Februari 2026 - 19:18 WIB

Neneng Wijayanti. Di Hong Kong, Pekerja Migran Indonesia Panen Angpao di Hari Raya Imlek

15 Februari 2026 - 13:02 WIB

Respon Cepat: KP2MI dan KEMLU Selamatkan 11 Calon Pekerja Migran dari Penempatan Non Prosedur

14 Februari 2026 - 15:50 WIB

Yayasan Sakura Akan Gelar Pertemuan Validasi Panduan Pencegahan dan Penanganan TPPO Inklusi Disabilitas

13 Februari 2026 - 16:02 WIB

Trending di Berita