Menu ✖

Mode Gelap
Kejar Target 530 P3MI, Direktur Kelembagaan Penempatan, Brigjen Jefri Yanus Sebut 318 Perusahaan Lolos Akreditasi Sarah Riway: Bongkar Alasan Mengapa Kontrak Kerja Agensi Lebih Berkuasa Dibanding Standar Negara Transshipment di Laut Lepas: Bisnis Untung, Awak Kapal Buntung Perkuat Daya Saing Global, Indonesia dan Portugal Resmi Sepakati Pengakuan Sertifikat Awak Kapal Perikanan Judy Houyai, Kegiatan Pasti Ada Solusi Bersama 8 Kementerian di Hong Kong Dinilai Edan dan Gila Antara Kerakusan Agensi, Panggung Sandiwara Sosial, dan Realitas Pahlawan Devisa

Berita

Jangan Nunggu Boncos! KP2MI Ungkap 6 Modus Kejahatan Finansial di Hong Kong

badge-check


					Liburan Pekerja Migran Indonesia di Victoria Park Hong Kong Perbesar

Liburan Pekerja Migran Indonesia di Victoria Park Hong Kong

Melalui laman Facebooknya hari ini (5/11/2025), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) merilis 6 modus kejahatan finansial yang mengincar Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong.

Oleh kerenanya, KP2MI mengimbau agar para PMI mengenali modus-modus kejahatan tersebut.

Menurut KP2MI, ada 6 modus yang dilakukan oleh pelaku kejahatan keuangan yang bisa menguras rekening para PMI sampai boncos, yaitu:

  1. Modus Rekening titipan. Praktiknya PMI diminta membuka atau meminjamkan rekening pribadi untuk menampung dana. Pemiliknya dapat ikut terseret hukum, karena penampungan dana tersebut bisa dikategorikan sebagai rekening hasil kejahatan.
  2. Modus Investasi Cepat Untung. Praktiknya pelaku menawarkan investasi daring (online) tanpa izin resmi. Jika PMI tergiur dengan modus ini, maka dana PMI dapat digunakan untuk mencuci uang lintas negara. Waspadai iklan seperti ini, “Gabung trading emas/crypto dijamin untung besar!”
  3. Modus Pekerjaan Sampingan dengan Bayaran Tinggi. Praktiknya PMI disuruh mentransfer uang ke rekening tertentu atau menarik dana untuk dikirim ulang. Melalui modus ini, PMI bisa dikategorikan sebagai pelaku money mule atau kurir uang ilegal. Aturan di Hong Kong sangat berat dalam tindak pidana money mule.
  4. Modus Permintaan Data Pribadi. Praktiknya pelaku mengaku dari lembaga keuangan, padahal itu semua hanyalah fiktif. Risikonya, data pribadi tersebut digunakan untuk membuka rekening ilegal atas nama PMI tanpa disadarinya.
  5. Modus Aplikasi Kirim Uang Tidak Resmi. Praktiknya beberapa aplikasi tak berizin di Hong Kong menawarkan biaya transfer dengan harga rendah. Padahal jalur tersebut bisa dipakai untuk menyamarkan hasil kejahatan.
  6. Modus Jual Rekening dan Data Diri. Sebagian PMI tergiur imbalan lalu menjual rekening atau data pribadinya. Modus ini berisiko, karena rekening itu digunakan untuk menampung dana hasil kejahatan seperti penipuan, pemerasa, atau narkotika. Uang cepat bisa berubah jadi masalah hukum panjang!

Ingat-ingat ya, kalau kamu sedang ada dalam situasi modus seperti diatas, segera sadari sebelum mengalami kerugian yang lebih banyak.

Baca Lainnya

Kejar Target 530 P3MI, Direktur Kelembagaan Penempatan, Brigjen Jefri Yanus Sebut 318 Perusahaan Lolos Akreditasi

24 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Sarah Riway: Bongkar Alasan Mengapa Kontrak Kerja Agensi Lebih Berkuasa Dibanding Standar Negara

24 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Transshipment di Laut Lepas: Bisnis Untung, Awak Kapal Buntung

23 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Perkuat Daya Saing Global, Indonesia dan Portugal Resmi Sepakati Pengakuan Sertifikat Awak Kapal Perikanan

23 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Judy Houyai, Kegiatan Pasti Ada Solusi Bersama 8 Kementerian di Hong Kong Dinilai Edan dan Gila

22 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Trending di Berita