Menu

Mode Gelap
Pelaksanaan Amalan Sunnah Menghidupkan Suasana Idul Fitri Momen Kepulangan Muklas, Korban Perusahaan Penipuan Online Jarnas Anti TPPO dan PBM Akan Pulangkan PMI dari Kamboja Ketua Komisi 3 DPRD Karawang Akan Pulangkan PMI Dari Kamboja Pembangunan Masjid As-Sholihin Yokohama Jepang Capai 86% KUR Penempatan PMI: Solusi atau Kegagalan Kebijakan?

Berita

Waketum SPMI-PP Kritik Program Baznas Fasilitasi Penerima Zakat untuk Magang ke Jepang

badge-check


					Waketum SPMI-PP Kritik Program Baznas Fasilitasi Penerima Zakat untuk Magang ke Jepang Perbesar

Wakil Ketua Umum (Waketum) Serikat Peduli Pekerja Migran Perisai Pancasila (SPMIPP) Nursalim mengkritik program Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang memagangkan Penerima Zakat (Mustahik) ke Jepang.

Menurutnya pilihan program magang ke Jepang tersebut cenderung pada Program Pelatihan Magang Teknis (PPMT) atau Technical Intern Training Program (TITP). Program ini sudah lama dikritik oleh dunia internasional karena sarat penindasan atau eksplitasi terhadap para pekerja migran.

“Lebih baik dialihkan pada skema yang lebih menguntungkan yaitu Pekerja Terampil Tertentu (PTT) atau Specified Skilled Worker (SSW),” ujarnya kepada wartawan (24/10/2015).

Mantan aktivis Migrant Institute Dompet Dhuafa ini menjelaskan ada perbedaan krusial antara program PPMT dengan PTT yaitu:

Pertama. Upah PTT itu setara dengan standar upah minimum regional pekerja Jepang, bahkan ada yang lebih tinggi.

“Sementera upah PPMT, itu lebih rendah dari standar upah minimum regional di Jepang. Sehingga dianggap sebagai sumber tenaga kerja murah dengan kedok pelatihan, ini kan perbudakan. Salah satu tujuan zakat itu membebaskan perbudakan, bukan menjerumuskan ke dalam perbudakan,” tegasnya.

Kedua. Status Ketenagakerjaan PTT berdasarkan kontrak kerja, memiliki perlindungan hak yang sama dengan pekerja asal Jepang itu sendiri. Termasuk hak pindah perusahaan dalam sektor yang sama.

“Sementara PPMT lebih fokus kepada pelatihan teknis, sehingga hak dan pelindungannya tidak sekuat pekerja pada program PPMT,” tegasnya

Oleh karenanya Nursalim berharap agar BAZNAS mengkaji ulang programnya tersebut. Niat baik BAZNAS memfasilitasi pada Mustahik ke Jepang harus diapresiasi dan didukung. Tetapi jangan sampai niat baik itu justeru menjerumuskan ke dalam jurang perbudakan.

Melansir laman resminya, BAZNAS akan memfasilitasi Mustahik (Penerima Zakat) dalam pembiayaan dan pembinaan pada pelatihan tahap pertama Program Magang ke Jepang. Sementara itu, pelatihan tahap kedua serta keberangkatan ke Jepang difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan International Manpower Development Organization Japan (IM Japan).

Tujuan program ini adalah memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan Mustahik, sehingga diharapkan mereka dapat bertransformasi dari Mustahik menjadi Muzakki (Pemberi Zakat).

Persyaratannya yaitu:

  1. Seleksi Daerah: cek fisik, wawancara, kemampuan bahasa Jepang, kesehatan, dan matematika;
  2. Verifikasi berkas calon oleh Kemnaker;
  3. Verifikasi Baznas 4. Akad dan bimbingan teknis bagi yang lolos verifikasi Baznas;
  4. Pelatihan Tahap 1 (2 bulan 10 hari, dibiayai BAZNAS)
  5. Pelatihan Tahap 2 (2 bulan 10 hari, dibiayai Kemnaker dan IM Japan)
  6. Keberangkatan ke Jepang (dibiayai Kemnaker dan IM Japan)

Baca Lainnya

Pelaksanaan Amalan Sunnah Menghidupkan Suasana Idul Fitri

20 Maret 2026 - 22:21 WIB

Momen Kepulangan Muklas, Korban Perusahaan Penipuan Online

19 Maret 2026 - 22:24 WIB

Jarnas Anti TPPO dan PBM Akan Pulangkan PMI dari Kamboja

18 Maret 2026 - 22:07 WIB

Ketua Komisi 3 DPRD Karawang Akan Pulangkan PMI Dari Kamboja

17 Maret 2026 - 18:55 WIB

Pembangunan Masjid As-Sholihin Yokohama Jepang Capai 86%

16 Maret 2026 - 17:56 WIB

Trending di Berita