Menu

Mode Gelap
Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

Collection

78 Calon Pekerja Migran Cianjur Ditipu Sponsor Dengan Modus Akan Dipekerjakan di Timteng

badge-check


					78 Calon Pekerja Migran Cianjur Ditipu Sponsor Dengan Modus Akan Dipekerjakan di Timteng Perbesar

Cianjur. Sebanyak 78 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi korban dugaan penipuan dengan modus penempatan ke Timur Tengah yang dilakukan oleh sponsor tidak bertanggung jawab.

‎Sebelumnya para korban dijanjikan akan dipekerjakan ke Arab Saudi atau Abu Dhabi dengan gaji besar dan proses cepat.

Para korban telah membayar biaya proses penempatan. Variasinya antara Rp 6 juta sampai Rp 11 juta sejak Januari 2025. Korban percaya karena sponsor mengatasnamakan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI)

‎Para korban meminta bantuan hukum kepada Asep di Desa Limbangansari Kecamatan Cianjur.

‎“Kami sudah kumpulkan bukti-bukti pembayaran dari para korban. Mereka dijanjikan diberangkatkan dalam waktu singkat, tetapi hingga kini tidak ada kejelasan,” ujar Asep, Rabu (22/10/2025).

‎Menurut Jamjam, salah satu korban mengatakan jika dirinya direkrut melalui media sosial, kemudian sponsor mendatangi rumah para korban dengan menjanjikan akan diberangkatkan cepat, satu sampai dua bulan setelah pembayaran. Tetapi sudah hampir satu tahun belum ada kejelasan. 

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Cianjur.

Menanggapi maraknya penipuan calon Pekerja Migran Indonesia, Menurut Ketua Umum Persatuan Buruh Migran Anwar Ma’arif mengatakan penyebabnya karena Pemerintah belum sanggup membuat aplikasi lowongan kerja yang enak dipakai oleh pengguna ponsel.

“Padahal pengguna ponsel di Indonesia mencapai 231 juta,” katanya.

Anwar Ma’arif menduga hal itu terjadi karena alokasi Anggaran Negara untuk pelindungan Pekerja Migran Indonesia, jumlahnya sangat kecil. Sejak rezim SBY sampai sekarang nilainya Rp 500 miliaran. Tidak sesuai dengan kontribusibusinya sebagai pendulang devisa.  

Baca Lainnya

Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang

22 September 2026 - 09:48 WIB

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Trending di Berita