Menu

Mode Gelap
Polisi Korsel, Tetapkan Pelaut Migran Indonesia yang Meninggal Sebagai Korban Trafficking Istilah “Perseorangan” Dalam UU PPMI Dinilai Membingungkan, Harus Direvisi Layanan Visa PMI ke Turki Capai RP6,5 Juta, Garda Prabowo Ancam Demo VFS Global PM Thailand Janji ke Prabowo Percepat Pemulangan 500 WNI Korban Online Scam Garda Prabowo Ancam Demo Kemen P2MI: Buka Layanan PMI ke Arab Saudi, Tutup Penempatan Ilegal Ketum Aspataki, Saiful Mashud: Penempatan PRT ke Arab Saudi Itu Boleh, Tidak Melanggar Hukum

Collection

78 Calon Pekerja Migran Cianjur Ditipu Sponsor Dengan Modus Akan Dipekerjakan di Timteng

badge-check


					78 Calon Pekerja Migran Cianjur Ditipu Sponsor Dengan Modus Akan Dipekerjakan di Timteng Perbesar

Cianjur. Sebanyak 78 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi korban dugaan penipuan dengan modus penempatan ke Timur Tengah yang dilakukan oleh sponsor tidak bertanggung jawab.

‎Sebelumnya para korban dijanjikan akan dipekerjakan ke Arab Saudi atau Abu Dhabi dengan gaji besar dan proses cepat.

Para korban telah membayar biaya proses penempatan. Variasinya antara Rp 6 juta sampai Rp 11 juta sejak Januari 2025. Korban percaya karena sponsor mengatasnamakan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI)

‎Para korban meminta bantuan hukum kepada Asep di Desa Limbangansari Kecamatan Cianjur.

‎“Kami sudah kumpulkan bukti-bukti pembayaran dari para korban. Mereka dijanjikan diberangkatkan dalam waktu singkat, tetapi hingga kini tidak ada kejelasan,” ujar Asep, Rabu (22/10/2025).

‎Menurut Jamjam, salah satu korban mengatakan jika dirinya direkrut melalui media sosial, kemudian sponsor mendatangi rumah para korban dengan menjanjikan akan diberangkatkan cepat, satu sampai dua bulan setelah pembayaran. Tetapi sudah hampir satu tahun belum ada kejelasan. 

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Cianjur.

Menanggapi maraknya penipuan calon Pekerja Migran Indonesia, Menurut Ketua Umum Persatuan Buruh Migran Anwar Ma’arif mengatakan penyebabnya karena Pemerintah belum sanggup membuat aplikasi lowongan kerja yang enak dipakai oleh pengguna ponsel.

“Padahal pengguna ponsel di Indonesia mencapai 231 juta,” katanya.

Anwar Ma’arif menduga hal itu terjadi karena alokasi Anggaran Negara untuk pelindungan Pekerja Migran Indonesia, jumlahnya sangat kecil. Sejak rezim SBY sampai sekarang nilainya Rp 500 miliaran. Tidak sesuai dengan kontribusibusinya sebagai pendulang devisa.  

Baca Lainnya

Polisi Korsel, Tetapkan Pelaut Migran Indonesia yang Meninggal Sebagai Korban Trafficking

6 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Istilah “Perseorangan” Dalam UU PPMI Dinilai Membingungkan, Harus Direvisi

6 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Layanan Visa PMI ke Turki Capai RP6,5 Juta, Garda Prabowo Ancam Demo VFS Global

5 Agustus 2026 - 16:01 WIB

PM Thailand Janji ke Prabowo Percepat Pemulangan 500 WNI Korban Online Scam

4 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Garda Prabowo Ancam Demo Kemen P2MI: Buka Layanan PMI ke Arab Saudi, Tutup Penempatan Ilegal

4 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Trending di Berita