Menu

Mode Gelap
Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

Berita

Masuk Kabinet, Persatuan Buruh Migran Sebut Said Iqbal Penuhi 4 Syarat ‘Manusia Politik’

badge-check


					Said Iqbal dan Presiden Prabowo Subianto Perbesar

Said Iqbal dan Presiden Prabowo Subianto

Jakarta– Kabar akan dimasukkannya tokoh buruh Said Iqbal ke jajaran kabinet pemerintahan memicu respons positif dari berbagai elemen perburuan.

Ketua Umum Persatuan Buruh Migran, Anwar Ma’arif, menilai langkah tersebut sebagai keputusan tepat mengingat rekam jejak Said Iqbal yang dinilai telah memenuhi kriteria sebagai “manusia politik” sejati.

“Kami menyambut baik informasi tersebut. Sebagai manusia politik, Said Iqbal telah memenuhi syarat-syarat penting yang dibutuhkan untuk memegang jabatan publik,” ujar Anwar Ma’arif dalam pernyataan resminya, Minggu (7/6/2026).

Anwar membeberkan empat kriteria utama yang melekat pada sosok Said Iqbal, yang membuatnya layak menduduki kursi kekuasaan:

  1. Visi dan Kemampuan Mengembangkan Ide

Menurut Anwar, seorang pemimpin harus memiliki kecintaan pada gagasan besar yang lahir dari proses literasi, diskusi, dan kontemplasi.

“Ide dan gagasan merupakan cita-cita yang ingin diwujudkan. Said Iqbal dikenal kaya akan gagasan yang lahir dari proses panjang tersebut,” jelasnya.

  1. Kedekatan yang Kuat dengan Kelas Buruh

Politik, bagi Anwar, sejatinya adalah instrumen perjuangan untuk mendengar keluh kesah dan membedah persoalan masyarakat bawah.

“Said Iqbal lahir dari buruh, itu adalah modal utama. Jadi kita tahu persis apa yang dirasakan dan dibutuhkan buruh itulah yang dipikirkan Said Iqbal. Rekam jejak Said Iqbal telah membuktikan konsistensi itu,” tambah Anwar.

  1. Matang dalam Pengalaman Berorganisasi

Pengalaman memimpin gerakan massa menjadi poin krusial berikutnya. Anwar menekankan bahwa kepemimpinan Said Iqbal dalam menggerakkan kekuatan kolektif buruh dan mengoordinasikan organisasi besar menjadi modal penting dalam mengelola birokrasi pemerintahan.

  1. Kehendak Berkuasa untuk Kesejahteraan Publik

Kriteria terakhir dan paling menentukan adalah tujuan akhir dari manusia politik adalah kekuasaan. Anwar menegaskan, masuknya Said Iqbal dalam kekuasaan, seharusnya akan memudahkan kemaslahatan bersama dapat terjadi, bukan kepentingan pribadi.

“Dengan berkuasa nanti, Said Iqbal akan memiliki sarana yang lebih kuat dan luas untuk mewujudkan visi dan gagasan besarnya. Kami berharap kehadirannya di kabinet membawa perubahan nyata, terutama dalam memperjuangkan hak-hak dan kepentingan buruh serta masyarakat miskin lainnya, seperti buruh migran, petani gurem dan buruh nelayan,” pungkas Anwar.

Baca Lainnya

Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang

22 September 2026 - 09:48 WIB

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Trending di Berita