Purwakarta – Sebuah peristiwa mengerikan dan menyayat hati mengguncang warga Kampung Cikawung, Desa Ciramagirang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Purwakarta.
Seorang remaja perempuan ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya pada Minggu siang, 24 Mei 2026.
Kejadian ini menjadi sorotan publik lantaran dugaan kuat kematian korban bukanlah peristiwa biasa, melainkan berawal dari tindakan kejahatan keji yang diduga dilakukan oleh orang terdekatnya sendiri, yakni ayah tirinya.
Korban Diduga Jadi Sasaran Nafsu Bejat Lalu Diracun
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban diduga menjadi sasaran nafsu bejat sekaligus kejahatan ayah tirinya yang bernama Oman.
Tidak hanya diduga diperkosa, remaja malang itu juga dikabarkan diracun hingga meninggal dunia oleh pelaku.
Kengerian kasus ini semakin bertambah seiring terungkapnya rangkaian latar belakang masalah yang memicu kejadian tersebut.
Sempat Ancam Lewat WA: ‘Kalau Minta Cerai, Anak Akan Dicelakai’
Diketahui, ibu korban saat ini berstatus sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sedang bekerja di Arab Saudi.
Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, pelaku diketahui sempat mengirimkan pesan ancaman melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp kepada istrinya itu.
Dalam pesan tersebut, Oman secara tegas mengancam akan mencelakai anaknya jika sang istri berkeras mengajukan permohonan cerai darinya.
Terlilit Hutang Besar Sejak Pulang dari Kamboja
Motif di balik tekanan yang diberikan pelaku pun terkuak. Menurut keterangan warga setempat, setelah pulang dari bekerja di Kamboja, Oman diketahui terlilit hutang dalam jumlah besar.
Ia pun mendesak istrinya yang bekerja di luar negeri untuk melunasi seluruh kewajiban keuangannya tersebut. Namun, permintaan itu tidak dapat dipenuhi oleh sang istri, sehingga memicu kemarahan dan ancaman beruntun dari pelaku.
Korban Tinggal Berdekatan, Ayah Kandung Sedang Bekerja di Jakarta
Fakta lain yang mengejutkan muncul dari keterangan tetangga sekitar. Sebenarnya, korban tidak tinggal serumah dengan ayah tirinya. Sehari-hari, korban tinggal bersama ayah kandungnya. Namun, ayah kandungnya itu sedang berada di Jakarta karena tuntutan pekerjaan.
Nasib sial menimpa korban karena rumah tempat tinggalnya letak berdekatan dengan kediaman Oman, sehingga memberikan peluang bagi pelaku untuk berbuat jahat saat kondisi sepi dan tidak ada pengawasan orang dewasa yang melindungi korban.
Pelaku Masih Buron, Bawa Kabur Ponsel Korban
Usai melakukan perbuatan keji tersebut, Oman dikabarkan melarikan diri dan hingga kini keberadaannya masih belum diketahui. Pelaku juga diketahui membawa kabur perangkat telepon genggam milik korban.
Pihak kepolisian dari wilayah hukum Purwakarta kini sedang bergerak aktif melakukan pengejaran dan pencarian terhadap pelaku.
Kasus ini pun memicu kemarahan luas di kalangan masyarakat. Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera menangkap pelaku dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya atas perbuatan yang telah merenggut nyawa masa depan seorang remaja tak berdosa ini.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami motif lengkap dan mengumpulkan bukti-bukti untuk memastikan kronologi persis kejadian yang menimpa korban.









